
Waktu itu tepat siang hari, Rani melangkahkan kakinya keluar dari Mall itu, ia pun menuju ke tempat parkir tiba tiba hujan turun dengan derasnya, mau tak mau Rani harus kembali masuk dalam Mall karena Rani gak bawa payung.
Hari itu benar benar cerah, tetapi kenapa hujan ini harus turun tiba tiba.
" Mas Chandra lagi ngapain ya, " ucap Rani pada dirinya sendiri.
Tiba tiba dari arah tempat parkir sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menyalip mobil yang lagi mengisi angin di depan Mall itu.
Mobil itu berjalan dengan kecepatan tinggi sehingga membuat cipratan air di jalan mengenai Kaos Rani.
" Sialan nih orang kenapa terburu-buru sampai harus membuat orang lain susah," umpat Rani ketus.
Tiba tiba seseorang memberikan tissue pada Rani, " tissue " seseorang itu seperti tidak asing bagi Rani.
" Siapa ya " Rani bergumam sambil membersihkan kaosnya tanpa menoleh pemilik suara itu.
"Bang Charlos,ngapain Abang kesini" tanya Rani dengan suara kaget.
"Emang gak boleh ya Abang ke sini, Mall ini kan tempat belanja umum siapapun itu berhak untuk datang kesini, " ucap Charlos lagi.
" Iya emang sih, tapi Rani kaget aja karena selama ini kemanapun Rani pergi pasti selalu ada Bang Charlos, Abang sengaja mengikuti Rani ya, " goda Rani lagi seraya menunjuk dada Charlos.
" Nggak lah ini cuma kebetulan, tadi Abang mau ke tempat karaoke di ajak sama teman teman tapi hati Abang mengatakan untuk singgah ke mall ini gak tau ketemu dek Rani disini" Charlos mengarang cerita panjang lebar.
" Ngaku aja deh Abang, Rani gak akan bilang pada siapa siapa kok, " ucap Rani gak mau kalah.
Akhirnya Charlos pun beranjak pergi tetapi sebelum pergi dia menatap Rani lekat lekat,sambil tersenyum" Dek Rani Abang boleh bilang sesuatu gak tapi jangan marah dulu Abang hanya mau minta tolong sama Dek Rani.
" Nanti Abang ceritakan ya," ucap Charlos.
"Cerita sekarang aja Abang gak usah berbelit Belit," ucap Rani sambil mengerucutkan bibirnya.
"Janji adek harus mau," ucap Charlos sambil menatap Rani dan menunjukkan jari manisnya untuk berjanji.
__ADS_1
"Apa dulu Abang Rani gak mau kalau Abang gak ngomong dulu"ucap Rani sengaja berkelit.
"Yuk kita duduk dulu di halte depan jalan itu nanti Abang kasihtau ya," sambung Charlos lagi dan mencoba melangkah sejajar dengan Rani menuju ke Halte.
"Abang mau ngomong apa sih, pake acara rahasia rahasia segala" ucap Rani sambil tetap berjalan.
Sampailah mereka di halte, kala itu banyak sekali mahasiswa mahasiswi dan para pekerja sementara berdiri sambil menunggu bus serbagita untuk menuju ke tempat yang mereka tuju.
"Ayo lah Abang mau ngomong apa sih, " Rani bertanya terus menerus pada Charlos.
" Begini Dek Rani boleh gak bantu Abang pura pura jadi pacar Abang biar mama aku tuh jangan membuat janji kencan buta terus menerus,aku capek harus di jodohkan" ucap Charlos sambil mencoba meraih tangan Rani.
" Waduh gimana ya Bang, Rani gak janji ya nanti Rani kabari lagi abang." ucap Rani sambil mencoba melangkah pergi meninggalkan Charlos yang masih bengong.
"Apa salahku sehingga udah berumur 34 tahun masih saja menjomblo,"gumam Charlos dalam hati.
**
Kini sudah seminggu Rani bekerja di RST di bagian penyakit dalam bangsal Dewasa, awalnya sih susah banget karena harus menyesuaikan diri dengan teman teman lainnya karena Rani masih berstatus Dokter umum.
" Dok, pasien X hari ini sudah bisa pulang?" tanya perawat Lona sambil berjalan mendekati dokter Rani.
" Iya benar, tolong di lepas infusnya saya akan memeriksanya sebelum di jemput keluarganya," ucap Rani sambil melangkah menuju bangsal dewasa dimana pasien X di rawat.
"Siang Pak, apa Bapak sudah merasa baikan, gimana tidur semalam apa nyenyak?" tanya Rani sambil memeriksa tanda tanda vital Pasien X.
"Terima kasih Dokter, saya merasa kembali muda dan segar," ucap Pasien X sambil tersenyum lepas.
" Baik Pak saya akan memberikan resep untuk di ambil di apotik,minta tolong Suster Lona untuk mengambilnya ya," ucap Rani sambil menuliskan sebuah resep dan di berikan ya kepada Pasien X.
"Semoga cepat sembuh ya Pak, jangan lupa obatnya diminum." ucap Rani sambil melangkah pergi meninggalkan pasien X yang dibantu oleh Suster Lona.
**
__ADS_1
Setelah cuci tangan Rani mencoba pergi ke kantin depan Rumah sakit tempat ia bekerja.
" Dek Rani," panggil seseorang dari arah belakang.
Rani membalikkan badannya dan melihat ke arah suara itu.
"Mas Chandra, apa kabar Mas lama gak jumpa," ucap Rani sambil tersenyum pada Chandra.
" Mas sibuk banget ya sampai gak ada kabar sama sekali untuk Rani," ucap Rani dengan nada agak kesal.
"Maafkan Mas sayang Mas hanya ingin menguji seberapa pentingnya Mas untuk dirimu," gumam Chandra dalam hati.
"Sebenarnya Mas gak tega lihat kamu setiap hari sendirian ke tempat kerja, Mas rasanya ingin sekali datang dan menemuimu tetapi Mas harus lakukan ini agar kelak kita hidup bahagia," ucap Chandra dalam hati.
" Mas kok bengong sih," ucap Rani sambil memegang erat tangan Chandra.
"Mas kemana aja selama ini kenapa gak ada kabar sama sekali ke Rani, Rani telepon pun gak diangkat malah di matiin. Kan Rani jadi serba susah mau cari ke rumah tapi Rani sibuk banget sampai sampai Rani gak tau harus curhat ke siapa,"ucap Rani sambil terus menatap Chandra.
"Mas ayo temani Rani makan, Rani gak akan tanya lagi soal ini,mungkin Mas lagi sibuk banget atau kesibukannya gak mau diganggu gak apa apa Rani terima, tetapi lain kali gak boleh kayak gitu lagi ya, diam diam cuekin Rani terus," ucap Rani sambil menarik tangan Chandra dan mereka berdua pun pergi ke Kantin.
" Kita ke kantin ya Mas, " ucap Rani lagi.
" Gak usah ke kantin, siang ini Mas mau ngajak kamu makan di suatu tempat, " ucap Chandra sambil menarik tangan Rani dan mereka berdua pun pergi meninggalkan halaman rumah sakit itu.
"Nah, kita sudah sampai kan dengan berjalan kaki 10 menit sehatnya dapat makannya pun dapat enak pula," ucap Chandra sambil memesan makanan.
" Rani pengen bakso urat Mas," ucap Rani sambil mencari tempat yang pas untuk duduk.
" Selamat menikmati,"ucap pelayan itu sambil menyajikan makanan pesanan mereka.
Chandra pun mulai menyendok makanannya sedikit sedikit sambil tersenyum menatap ke arah Rani.
Ditatapnya wajah perempuan kesayangannya itu yang semakin hari semakin dewasa dan semakin cantik.
__ADS_1
**
Bersambung ya guys tolong di like, komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰