*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
30


__ADS_3

Matahari bersinar di ufuk timur, Pagi yang cerah Rani masih nyenyak di balik selimut tebalnya itu tiba tiba ponsel Rani berdering dengan Volume yang full power.


Dreeeetttt dreet... dreeeetttt dreet...


" Siapa sih pagi pagi udah kepo hidup orang," ujar Rani sambil meraih ponselnya yang tergeletak di meja dekat ranjangnya itu


"Ganggu aja aku masih ngantuk banget" gumam Rani sambil menekan tombol merah pada ponselnya.


"Gimana sih Adek, kenapa gak angkat telepon Mas, Mas harus berangkat sekarang" ucap Chandra sambil menyapu lagi layar ponselnya untuk calling Rani.


"Angkat dong sayang, Mas rindu" ucap Chandra sambil menatap layar ponsel yang berdering itu.


Dengan malasnya akhirnya Rani mengangkat ponselnya dan melihat layar ponselnya di sana tertulis "My honey bunny sweety" langsung di tekan tanda hijaunya.


" Iya Mas, maaf Rani masih bobo masih ngantuk, " ucap Rani sambil melihat Chandra di layar ponselnya itu mereka saling bertatapan dengan perasaan yang sama perasaan rindu dan sayang.


" Dek, Mas rindu adek bisa gak datang ke Batalyon sekarang Mas berangkat jam 08.00 WITA, ini baru jam setengah enam." ucap Chandra penuh harap.


" Baiklah Mas Rani siap dulu ya 10 menit gak lama " ucap Rani langsung mematikan ponselnya dan berlari ke arah kamar mandi.


Dua menit kemudian Rani telah siap dan berangkat ke Batalyon.


Sesampainya di Depan Batalyon dilihatnya betapa banyak prajurit TNI AD yang masih wara wiri kesana kemari pokoknya sangat sibuk, ada yang masih menggendong anaknya, ada yang masih memeluk istrinya yang dalam keadaan hamil tua, dan Chandra lagi menunggu kedatangan Rani sambil menatap ke sana kemari akhirnya matanya tertuju pada gadis cantik berambut panjang yang berjalan ke arah lapangan tapi matanya melirik ke sana kemari karena tidak tahu dimana kekasih hatinya berada.


Chandra pun berjalan menuju ke arah Rani berada.


" Sayang," panggil Chandra lirih dan berjalan mendekati Rani dan langsung memeluk Rani.


" Sayang,jaga dirimu untukku" ucap Chandra sambil mengecup kening Rani dengan sangat lama.


" Mas jangan lupa kasih kabar kalau sudah tiba di Bandung ya,biar Rani gak khawatir menunggu kabar dari Mas " ujar Rani pada Chandra dan kembali memeluk Chandra dengan eratnya.


" Tenang aja sayang Mas Kana selalu kasih kabar untuk Adek, tetapi Mas hanya bisa menghubungi saat ada waktu saja ya karena kalau sudah sibuk Mas gak sempat pegang HP sayang harap maklum ya " ucap Chandra sambil tersenyum menatap manik mata Rani dengan penuh rasa sayang.


"Ijin komandan kita sudah harus berangkat sekarang karena jam terbang pesawat kita di majukan lagi" ucap Praka Roman yang merupakan anakbuah Chandra.


" Adek Mas berangkat ya," ucap Chandra langsung mencium kening Rani dengan penuh sayang dan Langsung pergi begitu saja tanpa lambaian tangan dari Chandra.


"Hidup dan mati kita sudah diatur oleh Tuhan, kita gak usah takut menghadapi apapun karena Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita selamat bertugas Tuhan memberkati selalu Amin" Rani mengucapkan doa dalam hatinya.


Setelah rombongan prajurit itu pergi Rani pun kembali ke rumah untuk melanjutkan tidurnya karena hari ini Rani libur.


Ketika hendak melangkah pergi seseorang menarik tangan Rani.


" Adek, ngapain disini " ucap Charlos sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Akhirnya Chandra pun pergi juga aku tak menyangka aku bisa bebas bertemu dengan Rani gadis pujaanku" ujar Charlos dalam hati.


" Eh...Abang ngapain kesini, bukannya hari ini Abang harus kerja " ucap Rani sambil mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Charlos.


"Abang kerja tapi Abang masih ingin melihat gadis pujaan Abang disini" ucap Charlos tanpa merasa bersalah.


"Ooooooooo" Rani manggut-manggut sambil menatap lurus ke depan.


"Bang disekitar sini gak ada minimarket ya pengen beli air" ujar Rani sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Adek mau minum air" Charlos balik tanya.


" Ya iya dong Bang emang cari air untuk apa?"


ujar Rani kemudian.


" Ya udah Adek tunggu disini ya Abang ambilkan " ucap Charlos penuh semangat dan segera berlari ke arah kompi D yang berada tak jauh dari situ.


Ketika Charlos pergi Rani pun mengambil langkah seribu dan kabur dari tempat itu.


"Maaf Abang Charlos" ucap Rani sambil tersenyum penuh kemenangan.


Rani berlari cepat dan tancap gas poll menuju ke rumah.


Sesampainya di rumah, Rani melihat papa dan mamanya lagi sibuk packing barang.


"Pagi mama dan papa lagi sibuk apa sih," ujar Rani sambil tersenyum dan mencoba menebak apa yang akan dilakukan papa dan mamanya.

__ADS_1


" Mam kok cuek banget sih, ini putri bungsumu lagi bertanya " ucap Rani dengan manja.


" Adek cepat siap siap hari ini kita berangkat ke Kupang jenguk Opa dan Oma " ucap mama Alexa pada putri bungsunya itu.


"Rani gak salah dengar kan Mam, love you mam" ucap Rani sambil berjingkrak-jingkrak bahagia dan pergi ke belakang untuk bersiap siap.


" Wah aku sungguh bahagia banget hari ini lolos dari singa dan dapat surprise dari my mom " ucap Rani lagi.


**


Sementara Rani tertawa gembira dan penuh kemenangan dirumahnya.


Charlos kembali dari kompi D dengan membawa sebuah botol air mineral kemasan botol plastik dengan raut penuh semangat.


" Dek Rani, Dek Rani...." Suara Charlos menggema di lapangan itu.


" Jadi kamu ngerjain aku Dek,mau sampai kapan kamu bermain main dengan aku Dek aku pastikan kamu akan jadi milikku selamanya dan Chandra gak akan mampu melihat ini semua, baiklah aku akan temani permainanmu " ujar Charlos dan Langsung menenggak habis air mineral itu.


"Mau sampe kapan kamu bermain petak umpet denganku Dek,ntar juga kita ketemu di tempat kerja aku gak akan biarkan kamu Lolos begitu saja" ucap Charlos sambil tersenyum sinis.


**


Setelah siap Rani sekeluarga pun sarapan pagi.


" Adek sama K Richard Kevin O'Leary aja ya, mama papa gak ikut sekarang dua hari lagi baru ikut " ucap Mama Alexa sambil mengelus rambut panjang putri bungsunya itu.


" Mama nanti tolong minta ijin untuk adek ya," ucap Rani manja.


" Barusan Mama telepon Bu Profesor Soetji jadi Adek udah aman, Mama minta ijin 1 Minggu " ujar Mama Alexa sambil tersenyum lebar karena melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantik Putri bungsunya itu.


" I love You mama dan Papa " ucap Rani sambil mencium pipi mama dan papanya.


"Adek bahagia banget ini adalah moment yang Rani tunggu tunggu" ucap Rani sambil tersenyum kemudian melangkah masuk kedalam kamar untuk mengambil ponselnya.


"Bang Charlos kasian banget deh kamu" ujar Rani sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Mas Chandra I love you Masku sayang," ujar Rani kemudian mereka semua berangkat ke Bandara Ngurah Rai Bali untuk check in.


"Kak Richard ayo Kak" ucap Rani sambil menggandeng tangan Richard kemudian di potret sama Bik Inah.


"Non awas ada yang cemburu ya," ucap bibik sambil memotret lagi Rani di Halaman Bandara Ngurah Rai Bali.


Benar benar mengundang komentar netizen karena Rani saat itu mengecup pipi Richard dan langsung diabadikan oleh bibik pembantu.


"Makasih ya Bik," ucap Rani sambil mengecup juga pipi bibik.


"Adek kok kayak cacing kepanasan aja sih, " ucap Richard angkat bicara.


"Nak, jaga adikmu ya setelah sampai ingat kasih kabar untuk papa dan Mama" ucap Papa Hadinata sambil mengacak acak rambut panjang Rani.


Rani Tampak sangat cantik dengan senyuman manis yang selalu menghiasi wajahnya.


Rani pun mengunggah foto dirinya bersama Richard di status WhatsAppnya dan Langsung dilihat oleh Charlos.


**


"Ooooo jadi kamu meninggalkan Abang hanya untuk bertemu pria jelek ini" ucap Charlos dengan penuh rasa cemburu.


"Hmmmmm, siapa sih pria itu kalau dilihat lihat tampan juga nih pria tetapi gak setampan Abang Charlos dong." ucap Charlos bangga pada dirinya sendiri.


"Dek Rani apapun yang kamu lakukan untuk menghindari Abang itu tidak semua akan sia sia Karena Abang sangat mencintai kamu Adek,Abang akan terus menemani setiap langkahmu."ucap Charlos.


"Semakin kamu menghindar Abang akan semakin menjadikan kamu pelabuhan cinta Abang"ucap Charlos sedikit marah.


Charlos melangkah gontai menuju tempat parkir mobil Bentley warna putih itu dengan tatapan penuh amarah.


**


Rani dan Richard akhirnya selesai check in dan sementara mereka berada di ruang tunggu menunggu pesawat Garuda Indonesia yang akan membawa mereka ke kota Kupang.


Sebelum berangkat Mama Alexa memberikan Snack yang banyak untuk menemani perjalanan mereka.


"Ma,kita honey moon lagi yuk" ucap Papa Hadinata sambil merengkuh pinggang istrinya dan mereka pun pulang kembali kerumah dengan mengendarai mobil Toyota Alphard mereka.

__ADS_1


Akhirnya yang ditunggu tunggu pun datang, pesawat Garuda Indonesia telah siap untuk mengepakkan sayapnya menuju ke Kupang NTT.


" Kak, adek ngantuk banget " ucap Rani sambil menyandarkan kepalanya di bahu Richard.


Richard pun mengelus elus pipi adik kesayangannya itu saat itu Rani pun berselfie ria dan langsung memposting fotonya bersama Kak Richard di dalam pesawat Garuda Indonesia airways itu di status WhatsAppnya.


Charlos menjadi semakin panas dan bukannya membenci Rani tetapi malah sebaliknya semakin cinta pada Rani.


" Rani kamu itu dilahirkan untuk menjadi belahan jiwaku bukan untuk jadi belahan jiwanya orang lain, walau hal terjelek sekalipun terjadi padamu aku Charlos tidak akan pernah takut ataupun gentar karena sampai kapanpun kamu adalah milikku dan tiada yang lain, hanya milikku " ucap Charlos sambil meninju pohon Pinus yang tumbuh di sampingnya itu.


Charlos pun pergi dan bersiap siap berangkat ke kantornya.


" Kok sepi banget," ucap Charlos sambil celingak-celingukan mencari seseorang tetapi yang dicari tidak muncul juga.


" Kemana kamu Dek," ucap Charlos pada dirinya sendiri.


Charlos melangkah masuk ke dalam ruangan Rani yang berada didepannya itu.


" Permisi," ucap Charlos sambil mengetuk pintu ruangan Rani.


" Masuk aja pintu gak di kunci" ucap suara otomatis yang sudah direkam oleh Rani dan terhubung dengan pintu,ketika ada orang yang mengetuk pintu signal nya langsung terhubung ke speaker aktif itu dan akan ada sahutan dari dalam kamar itu.


" Ooo ternyata kamu bersembunyi di balik ruangan ini ya, " gumam Charlos sambil membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan Rani.


"Adek...Adek dimana dirimu, " ucap Charlos merasa ada sesuatu yang tidak beres kemudian memeriksa ke kamar mandi tak ada orang pergi ke ruang ganti juga tak ada orang ketika kembali ke ruang utama Rani dilihatnya speaker aktif yang sudah di rancang itu berada tepat dibawah meja Kerja Rani.


"Oooo, jadi ini tadi yang menjawab aku" ucap Charlos sambil tersenyum tipis.


"Dek Rani" ucap Charlos melihat foto Rani yang tersimpan diatas meja kerjanya itu, sambil mengelus elus foto Rani.


"Ah aku gak boleh sedih, aku yakin pasti Rani punya alasan tersendiri untuk menghindari aku,aku yakin suatu saat Rani pasti akan memberi tahu aku perihal pagi tadi" Charlos menguatkan hatinya yang hampir terkoyak.


**


Setelah tiba di Bandara internasional Hussein Sastranegara Bandung, Chandra dan pasukannya langsung menuju ke tempat dimana mereka akan mengikuti kegiatan selama 3 bulan ke depan.


" Terimakasih Tuhan atas penyertaan Mu " ucap Chandra ber 🤳 kemudian mengirimkan kepada papa dan Mama nya serta tak lupa dikirimkan kepada Rani juga.


"Sayang Mas udah tiba di Bandung jaga diri kamu baik baik ya Mas merindukan dirimu sayangku" Chandra pun mengirimkan caption itu kepada gadis pujaan hatinya.


**


Charlos merasa kesepian Charlos akhirnya mencaritahu keberadaan Rani.


"Cintaku bertepuk sebelah tangan,apa yang aku lakukan agar hatiku tegar menghadapi kenyataan ini, Sungguh tak adil hidup ini orang yang aku cintai orang yang aku harapkan pergi tanpa kata, meninggalkan aku seorang diri.


Aku kesepian sungguh sangat kesepian walaupun kau tak disamping ku aku merasa sangat ingin memelukmu dan mengecup keningmu aku ingin berbagi rasa denganmu walau hanya sesaat saja, Ohhh gadisku cinta ini membunuhku.


Ketika suatu hari kau pergi bersama pria lain aku takkan pernah membencimu mungkin kita ditakdirkan bukan untuk bersama tetapi aku berjanji akan selalu menjagamu menyayangi mu dan mencintaimu dalam diam" tulis Charlos pada buku hariannya.


Hufffft....Charlos pun menghela nafas dengan panjang dan berat.


Setelah jam pulang kantor tiba Charlos berjalan ke arah mobilnya dan melesat pergi ke arah MBG.


Sebelum pergi Charlos berganti pakaiannya dengan pakaian kasual yang menambah kadar kegantengannya.


Charlos itu pria energik dan smart serta tampan, wanita mana yang tidak klepek-klepek melihat pria seperti Charlos.


Hanya Rani saja yang tidak tertarik pada Charlos padahal di luar sana banyak sekali gadis gadis yang mengharapkan bertemu pria setampan Charlos.


Ketika Charlos duduk di taman tempat nongkrong anak anak muda di MBG itu banyak mata yang menoleh ke arahnya tetapi tak satupun yang berhasil membuatnya luluh.


Karena Charlos masih menyimpan rasa untuk Rani gadis yang sudah mencuri hatinya saat pertama kali bertemu.


Charlos hanya mencoba membuang rasa jenuhnya.


wallpaper ponselnya saja ada foto Rani yang lagi tersenyum manis.


Galleri foto di ponselnya semua hanya ada foto Rani.


Tak pernah ia mencoba untuk menghapusnya.


**

__ADS_1


Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰 **


__ADS_2