*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
39


__ADS_3

" Mas Chandra aku merindukan dirimu ! gumam Rani pada dirinya sendiri.


" Dok, kok senyum senyum sendiri sih ? " ucap perawat Lona sambil tersenyum.


" Hehehe...aku lagi merindukan kekasihku " ucap Rani sambil tersenyum.


" Emang kekasihnya lagi di mana ? " ucap Perawat Lona sambil tersenyum.


" Lagi di Bandung Sus " ucap Rani sambil tersenyum.


" Hari ini aku ada jadwal apa saja Sus ! " tanya Rani pada Suster Lona.


" Hari ini sepertinya hanya timbang terima pasien M tapi Dok gak ikut gak apa apa Dok pulang istirahat saja ya " ucap Suster Lona.


" Nggak bisa aku ikut untuk pantau keadaan pasien M juga kan aku Dokter yang menangani pasien M " ucap Rani tersenyum.


" Baiklah Dok ayo ! " ucap Rani sambil menarik tangan perawat Lona.


**


Ketika melewati ruang Laboratorium, seseorang lari ke arah Rani dan Suster Lona wajah pria itu memang sudah sangat familiar di mata Rani.


" Dokter Rani ! " Panggil Charlos sambil tersenyum dan melangkah mendekati Rani dan Suster Lona.


" Iya, ada yang bisa saya bantu ? " tanya Rani pada Charlos.


" Boleh gak nanti pulang kerja kita jalan jalan ke Mall ? " tanya Charlos mencoba mengajak Rani.


" Maaf Abang, Sore ini Rani ada acara " ucap Rani menolaknya dengan halus.


" Acara apa Dek Rani ? " tanya Charlos serius.


" Pokoknya acara yang sangat penting " ucap Rani lagi.


" Lain kali aja ya kita jalan jalannya " ucap Rani melemahkan otot Charlos.


Charlos hanya menatap wajah Rani dengan tatapan penuh tanda tanya.


" Kalau begitu Abang ikut adek ya ! " ucap Charlos sambil berbalik dan pergi kembali ke dalam ruang Laboratorium.


" Lho ! " ucap Rani terbata.

__ADS_1


" Gimana nih Dok, bagaimana kalau Dokter langsung pergi saja biar gak di lihat oleh Pak Charlos " ucap Suster Lona lagi.


" Hmmm.... boleh juga ide mu sekarang aku langsung ke ruangan Pasien M biar aku menjelaskan sedikit asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada Pasien M ya Sus ? " ucap Rani sambil tersenyum dan melangkah menuju ke ruang VIP 1 tempat pasien M di rawat.


**


Setelah memberikan health education pada Pasien M, Rani pun langsung beranjak pergi dari ruangan itu.


Rani mengendap endap seperti maling yang takut ketangkap basah.


" Syukurlah gak ada Abang Charlos " Gumam Rani pada dirinya sendiri.


Kemudian Ia melangkah ke ruangannya dan mengambil tasnya dan Langsung cuss ke tempat parkir.


" Teganya dirimu meninggalkan aku sendirian " ucap Charlos yang sudah dari tadi mengikuti Rani.


" Baiklah aku akan ikuti kamu kemana kamu pergi " ucap Charlos sambil tersenyum tipis.


Charlos menelepon seseorang dan sepertinya mereka lagi mengatur sebuah rencana.


" Baik Boss laksanakan " ucap suara di ponsel Charlos.


" Baiklah mari kita bermain main cantik, aku sudah berusaha sebaik mungkin bergaul sama kamu tetapi kamu mengajarkan aku untuk menjadi pembohong " gumam Charlos pada dirinya sendiri.


" Mau kemana dia ? " ucap Charlos pada dirinya sendiri lagi.


Ketika sampai di sebuah jembatan besar ku lihat Gadis itu memarkirkan mobilnya dan berjalan ke arah belakang mobil dan mengambil dua kresek besar berisi makanan dan juga berisi seperti buku buku.


" Apa yang gadis itu lakukan ? " aku semakin penasaran.


Aku pun turun dari mobil dan mengikutinya, sesampainya di bawah jembatan betapa terperangahnya diriku melihat pemandangan itu.


Gadis itu membagi makanan dan juga buku pada sekelompok orang berpakaian compang camping dan ada yang masih anak anak dan bayi.


" Bu, maaf ya hari ini saya terlambat " ucap Rani pada seorang ibu yang sedang menggendong bayinya.


" Gak apa apa nak Rani, ibu berterima kasih karena sesibuk apapun nak Rani pasti selalu meluangkan waktu untuk datang kunjungi kami disini " ucap ibu itu yang bernama Peny.


Setelah membagi makanan dan minuman serta buku buku dan obat obatan, Rani melanjutkan mengajar orang orang itu untuk mengenal huruf dan angka, mereka semua sangat antusias mengikuti pelajaran yang diberikan oleh Rani.


" Hebat juga nih cewek ! " gumam Charlos sambil berjalan kembali ke atas jembatan.

__ADS_1


Sesampainya di atas jembatan tepatnya dekat mobil Rani, Charlos memikirkan sesuatu dan kemudian melakukan aksinya.


Charlos menusuk ban mobil milik Rani sehingga menjadi kempes dan ia pun bersembunyi di dekat mobil Rani.


Selang 40 menit kemudian Rani muncul dengan bersiul siul menuju ke arah parkiran mobilnya.


Ketika hendak masuk ke dalam mobilnya ternyata matanya sempat melihat ban mobilnya yang kempes.


Akhirnya ia pun menelepon Richard, sedangkan Si Charlos masih bersembunyi menunggu kapan Rani akan keluar dari mobilnya.


15 menit kemudian datanglah Richard membawa sekalian ban baru dan menggantinya, sedangkan angin semilir di sekitar lokasi itu sangat menyejukkan hati sehingga tanpa di sadari Charlos pun tertidur.


Selesai memasang ban baru akhirnya Rani pun menghidupkan mobilnya dan pergi bersama abangnya yang sedari tadi memasang ban mobilnya.


" Adek duluan ya biar Abang pantau dari belakang " ujar Richard sambil tersenyum.


Selang beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah.


" Mobil Adek ada CCTVnya kan bagaimana kalau kita lihat siapa pelakunya karena setahu Abang ban adek kan baru di ganti 2 hari yang lalu, masa belum di pakai jalan jauh kok malah bocor sih, sepertinya ada seseorang yang sengaja menusuk benda tajam entah pisau atau gunting ke bannya Adek " ucap Richard lagi.


" Iya juga sih tapi ponsel Adek baterainya habis, adek charger dulu ya ? " ucap Rani sambil mencharge baterai ponselnya.


Setelah baterainya 70% Rani pun mulai menghidupkan kembali ponselnya.


Ketika di ceknya CCTV mobilnya betapa kagetnya ia karena ternyata yang mengikuti dirinya dari rumah sakit sampai di jembatan itu adalah Charlos.


" Haha? Charlos? apa maksudnya mengikuti aku dan membuat ban mobilku bocor ? " tanya Rani pada Abang Richard.


" Mungkin dia sengaja agar Adek bisa menumpang di mobilnya, apalagi dia sangat menyukai Adek, mungkin saja dia berniat untuk menyatakan cintanya pada Adek kita gak tahu kan ? " ucap Abang Richard lagi.


" Iya juga sih tetapi bagaimana dia tahu kalau adek pulang duluan, kan tadi adek pulang sebelum jam pulang kantor bang " ucap Rani lagi.


" Gak tahu juga mungkin teman di ruanganmu yang membocorkan rahasia kamu kan kita gak tau Dek " ucap Richard lagi.


" Makanya Dek gak boleh percaya sembarang pada orang lain," ucap Richard sambil beranjak meninggalkan Rani yang masih terpaku di garasi mobil.


" Teganya kamu Bang Charlos, aku akan menjaga jarak denganmu, jangan sampai kamu berniat jahat denganku ? " gumam Rani dalam hati.


" Aku gak nyangka kamu bisa setega itu padaku Bang " ucap Rani lagi.


" Aku akan membuat perhitungan denganmu, tunggu Mas Chandra pulang dulu dari Bandung biar kapok kamu di hajar sama Mas Chandra " ucap Rani sambil mencoba tersenyum walau rasanya sangat menjengkelkan apabila ia membayangkan kelakuan Charlos sore tadi.

__ADS_1


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰**


__ADS_2