*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
24


__ADS_3

Setelah puas memandangi wajah Rani yang mulus dan cantik itu akhirnya Charlos pergi ke arah lokernya untuk segera berganti pakaian.


"Sungguh cantik dirimu, kenapa aku selalu terlambat mengetahui hal ini," gumam Charlos sambil mencoba menghentikan khayalan tingkat tingginya itu.


Charlos mencoba menghapus bayangan wajah cantik itu namun susah sekali baginya dan jantungnya seperti mau keluar dari tempatnya.


"Ah... jantung ini sungguh edan,tidak tahu menempatkan diri dengan baik, tidak tahu kalau si cantik sudah ada yang miliki, tapi apa boleh buat aku harus mencoba untuk berjuang lagi, bukankah selagi janur kuning belum melengkung semua bisa terjadi di luar dugaan? semangat Charlos kamu pasti bisa, " suara hati kecil Charlos membujuk Charlos untuk meraih impiannya itu.


" Setidaknya Bentleyku ini punya tuan yang cocok, sekian lama aku mencari namun semuanya tidak sesuai kriteria yang ku cari, justru semua kriteria itu semuanya ada pada dirinya Rani" gumam Charlos dalam hatinya.


Seketika hatinya menjadi teriris iris, seakan sebuah belati telah mencabik cabik hatinya yang rapuh...


"Oh...Tuhan kenapa ini harus terjadi padaku, aku tak sanggup jika semua ini menjadi luka yang membekas dihati ini, aku ingin dia kenapa disaat aku menginginkannya dia telah ada yang memiliki, sungguh hidup ini tidaklah adil bagiku"gumam Charlos dan menghela nafasnya dalam dalam.


"Apapun itu mungkinkah dia cinta sejatiku, cinta sejati tak kan pernah saling melukai biarlah aku mencintai dan menjagamu dalam diam, ketika kamu bahagia ingatlah bahwa akupun bahagia walaupun bahagiaku tak seindah bahagia milikmu, suatu hari ketika dirimu bersedih jangan lupa datanglah kepadaku cinta sejatiku aku akan menghiburmu, aku akan memberikan solusi terbaik agar kau tak terluka dan bersedih lagi." Charlos berbicara sendiri pada dirinya di depan cermin di tempat loker pria itu.


Setelah selesai berganti pakaian Charlos pun keluar menuju tempat dimana Rani beristirahat.


Sesampainya di sana dilihatnya Rani masih tertidur pulas dan Chandra langsung berlari ke arah Charlos " Broo tolong jaga Dek Rani aku ganti sebentar," ucap Chandra sambil berlalu menuju ke arah loker pakaian pria untuk berganti pakaian.


" Ada apa dengan Charlos, kenapa tatapannya pada Rani sangat berbeda seperti menyembunyikan sesuatu,aku pasti akan mengetahuinya aku harus menyelidikinya," gumam Chandra pada dirinya sendiri.


Tanpa diketahui Rani, Charlos pun berani mengecup kening Rani dengan lembutnya.


"Aku akan berjuang sampai aku tak bisa berjuang baru aku akan berhenti"Charlos membathin.


Terkadang Cinta yang tulus selalu bertepuk sebelah tangan karena yang merasakan cinta tidak pernah berkata jujur,bahkan hanya berdiam diri saja,hanya menjadi pengagum rahasia, mereka lebih memilih mencintai dalam diam dari pada berterus terang.


Cinta sejati selalu mengharapkan kebaikan dan kebahagiaan pada pihak sebelah yang tidak menyadari adanya pengagum rahasia disekitarnya.


Selesai berganti pakaian bukannya Chandra langsung balik ke arah Rani dan Charlos tetapi malah Chandra mengendap endap dan melihat dari jarak jauh apa yang dilakukan Charlos pada Rani.

__ADS_1


Charlos pun mengambil ponselnya dan menelepon Chandra, untungnya Chandra membuat volumenya getar saja sehingga tidak terdengar suara bunyi ponsel.


Dreetttt... dreettt... dreeeetttt getaran di dalam waist bagnya bergetar, Chandra mencoba menjauh ke arah belakang dan mengangkat ponselnya.


" Iya Broo ada apa"ucap Chandra pada Charlos melalui handphonenya.


"Dimana Broo ayo kita pulang cari makan dulu,aku udah lapar" ucap Charlos lagi.


" Baiklah aku segera kesana," ujar Chandra sambil mematikan ponselnya.


**


Setelah Rani bangun,baju Rani sudah dibawa oleh Chandra.


"Mas,bajuku mana aku mau ganti dulu"ucap Rani sambil mengambil tasnya yang berisi bajunya itu.


Selesai ganti baju Rani memegang perutnya seakan merasa kesakitan dan Rani tiba tiba pingsan.


"Ayo Broo kita bawa dek Rani ke rumah sakit aku khawatir," ucap Chandra pada Charlos.


" Kamu pikir kamu sendiri yang khawatir Broo aku juga khawatir dan sangat khawatir," ucap Charlos sambil menyetir mobil ke arah klinik terdekat.


**


Setelah diperiksa dokter ternyata Rani kelaparan bukan karena penyakit apapun tetapi hanya kelaparan.


" Makasih ya dok,kami pamit dulu"ujar Chandra sambil menggendong Rani kembali kedalam mobil.


"Ayo kita makan bakso"ajak Rani kemudian.


"Gak boleh kalau lapar makan makanan yang sehat dan bergizi bukan malah makan bakso,"ujar Chandra langsung menarik tangan Rani dan Charlos berjalan menuju warteg di persimpangan jalan.

__ADS_1


**


Setelah makan pria dan wanita itu membuat onar di dalam warteg itu dan membuat semua orang di dalam warteg itu lari tunggang langgang,semua makanan dihancurkan oleh pria dan wanita tadi setelah semuanya berantakan mete pun pergi dari tempat itu entah kemana karena mereka mengenakan pakaian serba hitam dan mengendarai mobil hitam tanpa plat mobil sehingga sulit untuk dibaca.


Rani melongo melihat kejadian itu, Rani semakin mengeratkan pelukannya pada Chandra.


" Mas apa yang terjadi kenapa hari ini kita selalu apes Mas,"ucap Rani sambil terus menatap ke arah warteg yang sudah mulai sepi karena semua pelanggan lari entah ke mana.


"Mas ayo kita cari makanan lagi dipinggir jalan juga gak apa apa aku yakin semua Makanan itu sama saja"ucap Rani Sambil melangkah lagi.


Dipersimpangan empat Rani melihat seorang kakek sementara berjualan kacang tanah rebusnya sambil duduk kakek tua itu berteriak, kacang rebus kacang rebus ayo dibeli masih hangat hangat.


Rani pun mendekat dan memberi salam pada kakek itu, " Kakek berapa harga kacang tanahnya?" ucap Rani sambil melihat lihat kacang tanah rebus yang direbus dengan tangkai dan kulitnya itu.


"Neng ambil semua aja sudah sore Kakek belum membeli makanan untuk istri dan cucu Kakek," ucap kakek tua itu sambil menunduk.


" Baiklah semuanya berapa Kek, " ucap Rani pada Kakek tua itu.


" Terserah Neng aja seikhlasnya saja Neng yang penting Kakek bisa makan bersama istri dan cucu Kakek," ucap Kakak itu dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah Kakek tunggu disini ya aku ke ATM dulu ambil uang, karena aku tadi gak bawa uang tunai," ucap Rani sambil berjalan menuju ke minimarket terdekat dan membeli beras 10 kilogram dan beberapa sayuran dan daging segar kemudian di taruhnya di sepeda motor bututilik Kakek itu dan mengambil kacang tanah rebus Kakak itu dan membungkusnya dan membawanya ke dalam mobil Bentley yang terparkir di sana.


"Dek ayo kita cari makan udah lapar banget nih,"ucap Chandra dan Charlos bersama sama.


" Makan tuh kacang rebus yang tadi itu lebih bergizi dari pada makan makanan yang sudah di panaskan berulang ulang di warung ataupun warteg" ujar Rani sambil berjalan mendekati Kakek tua itu dan membantu Kakek itu.


"Makasih Neng semoga kebaikanmu dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa" ucap Kakek itu tulus dan pergi meninggalkan Rani.


**


Bersambung ya guys tolong di like, komentar dan vote ya teman temanku semuanya Terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2