
**
Setelah satu jam lima puluh menit, Pesawat mendarat dengan selamat di bandara El tari Kupang.
Richard pun membangunkan adiknya.
" Dek ayo bangun Dek pesawatnya sudah mendarat di bandara El tari " ucap Richard sambil tersenyum menatap adiknya yang masih belum membuka matanya.
Rani pun membuka matanya dan tersenyum sambil melihat ke arah luar lewat jendela pesawat itu.
" Wow sangat indah, Terimakasih Tuhan akhirnya aku bisa melihat lagi pulau Karang ini, " ucap Rani lagi.
Akhirnya mereka berdua pun turun dari pesawat, dan masing masing membawa tas belakangnya karena koper mereka titip di bagasi.
" Ayo Kak kita ambil koper dulu, " ucap Rani sambil menarik Jaket Richard menuju ke ruang tunggu.
Saat itu banyak sekali personil polisi dari Polda Kupang yang berjaga jaga di sekitar Bandara karena katanya ada orang penting yang mau datang.
Ketika mereka sementara menunggu barang barang mereka tiba tiba seorang polisi datang dan menghampiri Rani.
" Hallo, " ucap polisi itu say hello dengan Rani.
" Hallo juga, " ucap Rani sambil tersenyum sedikit saja.
" Mau kemana Dek, "ucap polisi itu yang bernama Andre Widjaya.
" Mau kerumah Oma sama Opa " ucap Rani sambil terus memanyunkan bibirnya.
" Sumpah cantik banget nih cewek, pangling aku melihatnya " ucap Andre sambil menatap tajam ke arah Rani.
" Kak kok lama banget sih, Rani udah lapar banget nih, " ucap Rani sambil mencoba melepaskan jam tangan yang ada pergelangan tangannya karena sangat panas.
"Cuacanya kok Ekstrim ya kak, tangan adek langsung gatal gatal nih atau kena apa ya kok bisa begini" ucap Rani mengusap pergelangan tangannya.
" Jangan cari sensasi ya Dek," ujar Richard sambil ketawa-ketawa.
" Siapa yang cari sensasi Kak " ucap Rani sambil memanyunkan bibirnya.
" Ya udah itu hanya spekulasi Kakak saja karena ketika Kakak picing kan mata, Kakak lihat seorang polisi perwira yang selalu menatap Adek " ucap Richard menggoda adiknya.
Tiba-tiba Rani mendaratkan sebuah ciuman mesra di pipi Kakaknya biar yang menatapnya cemburu atau apalah terserah.
"Ingat Dek Mas Chandra di Bandung, Adek gak boleh selingkuhin Mas Chandra ya dia orang baik,"ucap Richard mengacak acak rambut adiknya.
Polisi itu berbadan bagus,berotot padat dan sixpack wanita siapa pun yang melihatnya akan meleleh hatinya.
" Tapi Mas Chandra ku lebih tampan kok Kak, Rani gak akan membuatnya kecewa " ucap Rani sambil mencari ponselnya untuk video call dengan Mas Chandra.
Rani berdiri tepat di dekat polisi ganteng itu baru mulai menelepon via video call biar polisi itu tau Rani sudah punya pacar.
"Dreeeetttt dreet.... dreeeetttt dreet..." bunyi ponsel Chandra berdering dan langsung diangkatnya.
" Hallo sayang," ucap Chandra sambil tersenyum bahagia melihat Rani.
" Hallo juga Mas apa kabar Mas,coba tebak adek dimana sekarang" ujar Rani sambil mengedarkan HP-nya ke sekeliling ruang tunggu itu sehingga Chandra menjadi kaget.
" Lagi dimana sayang " ucap Chandra lagi sambil menatap wajah cantik Kekasihnya itu.
" Lagi di Kupang Mas sama Bang Richard Kevin O'Leary ini Mas " ucap Rani sambil mengarahkan ponselnya ke wajah Richard.
Andre bergumam dalam hati " Kamu kira aku gak bisa mengambil hatimu ya? itu hal gampang yang akan membuatmu susah melupakan aku.
" Mas sudah ya barang barang Adek udah datang nih," ucap Rani sambil tersenyum manja pada pria dalam ponsel itu.
"Iya sayang jaga dirimu baik-baik disana ya Ummaaahhhh" ucap Chandra sambil mengecup Rani lewat layar ponsel itu yang membuat Andre Widjaya sedikit terpukul.
"Belum ada kata terlambat kalau kamu cinta harus dikejar bukan didiamkan" ucap Andre yang serius melihat dengan intens wajah Rani yang cantik,mulus dan sempurna membuat hatiku bergetar.
" Apa aku harus berkenalan dengannya ya " ujar Andre mencari persetujuan hatinya.
" Permisi Mbak dan Mas, hendak kemana ini " tanya Andre yang kehilangan akal karena melihat gadis cantik.
" Iya ada apa ya Pak " tanya Rani sambil menatap ke arah suara tadi.
" Mau tanya aja Mbak mau kemana dari tadi menunggu disini " tanya Andre sambil mencoba melepaskan rasa risih di hatinya.
__ADS_1
" Mau ke Walikota Pak, rumah saya di walikota Pak " ucap Rani sambil tersenyum tipis dan gigi gingsulnya itu waduh membuat mata yang memandang ternganga.
" Duh manisnya cewek ini, apakah sudah ada yang memiliki " gumam Andre dalam hati.
" Kenapa aku takut mengetahui kebenarannya kalau gadis itu sudah ada yang punya " gumam Andre dalam hati lagi.
" Perasaan ini sungguh membuat aku seperti tidak tahu malu saja " gumam Andre lagi.
" Di walikota pas mana Dek " ucap Andre yang sok Akrab.
" Kepo banget sih " ucap Rani mengagetkan Richard yang dari tadi menerima telepon dari Mamanya.
" Adek gak boleh kayak gitu, mungkin maksud Pak Polisi ini baik mau bantu kita ke rumah Opa Oma kan lebih bagus " ucap Richard sambil tangannya mencubit pinggang adiknya.
" Ih Kak sakit tahu, " ucap Rani sambil meringis kesakitan palsu sehingga membuat Andre kaget bukan main.
" Sakit apa Dek, " tanya Andre pada Rani.
" Nggg... Nggak apa apa Pak Polisi " ucap Rani sambil mencoba tersenyum.
" Pak boleh tanya kalau mau ke walikota memakan waktu berapa jam," tanya Richard.
" Aduh Kak adek juga tahu kali, dulu adek kan sekolah disini pasti tahu lah, kita pakai taksi aja tinggal kasih tahu alamatnya sopir taksi akan mencari alamat tujuan kita selesai kan, ribet amat sih Kak " ucap Rani.
" Tuh kan jaman dulu Adek beda sama jaman sekarang, sok tau si Adek ini " ucap Richard sambil tersenyum tipis melihat kelakuan adeknya itu.
Si Andre manggut-manggut lihat kelakuan kakak beradik itu.
" Ya sudah mari bareng saya aja kebetulan rumah saya di walikota " ajak Andre pada Kakak beradik itu.
Dan langsung di sambut dengan senang oleh Richard " Makasih Pak maaf sudah merepotkan " ucap Richard langsung menarik tangan Rani yangv masih berdiri antara bengong dan tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.
" Ayo Adek, " panggil Richard sambil tersenyum tipis.
" Ayolah Adek kesayangan Kakak " ucap Richard sambil mengecup pucuk kepala Rani.
Rani akhirnya mau juga ia pun menarik kopernya yang kelihatannya sangat berat sehingga Rani sering tertinggal jauh di belakang Richard dan Andre.
Ketika mereka sudah tiba di parkiran mobil Andre, Richard kaget saat melihat ke belakang.
Andre langsung pergi ke arah jalan yang mereka lewati tadi, dari jauh dilihatnya Rani sementara duduk karena kakinya memerah karena sepatunya itu tadi dia gak pakai kaus kaki sehingga kakinya memerah dan sakit.
" Mari saya bantu " ucap Andre mengulurkan tangannya kepada Rani.
" Makasih Pak, maaf saya bisa berdiri sendiri " ucap Rani sambil mencoba berdiri.
" Sudah susah ditolong gak mau ya sudah, " gumam Andre dalam hati padahal Andre gak tega lihat Rani berjalan tertatih tatih sambil menarik kopernya.
" Kopernya sini saya bantu bawa, " ucap Andre lagi dan masih dibantah oleh Rani.
" Adek saya hanya ingin membantu biar kita cepat sampai di tempat parkir " ucap Andre sambil menatap wajah cantik Rani lekat lekat.
" Tapi maaf saya tidak mau merepotkan Pak polisi " ucap Rani dengan nada manja.
" Nggak apa apa kok Dek, sini saya bantu " ucap Andre sambil tersenyum tulus dan akhirnya Andre memenangkan hati Rani bukan berarti Rani suka sama Andre justru Rani malah makin jutek aja lihat Andre.
" Makasih Pak Polisi sudah bantu Rani bawa kopernya " ucap Rani sambil membuka pintu mobilnya karena Richard sudah duluan masuk ke dalam mobil Andre.
" Ayo Pak sopir kita ke walikota dekat Polresta " ucap Andre sambil menatap wajah Richard.
" Iya betul Opa dan Oma dekat SMP 5 Kupang" ucap Rani sambil mencoba tersenyum manis tapi tak dibalas oleh Andre justru Andre cuek dan tidak peduli dengan omongan Rani.
Ketika mereka tiba di walikota Andre pun meminta sopirnya untuk mengantarkan Rani dan Richard ke rumah Opa Oma di samping Polresta Kupang.
" Ooooo jadi Opa Nicko dan Oma Nicky ini Opa Omanya Adek berdua ya " ucap Andre sambil Turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Rani.
" Maaf Pak polisi kami sudah merepotkan, Perkenalkan nama saya Richard Kevin O'Leary Winata dan ini adik bungsu saya Rani Prada Winata " ucap Richard sambil berjabat tangan dengan Andre.
" Ya gak apa apa saya Andre Widjaya " ucap Andre sambil menjabat tangan Richard dan Rani.
**
Akhirnya mereka berdua bertemu dengan Opa Oma di rumah.
"Oma Opa...Rani kangen banget sama Oma dan Opa, kapan kapan Oma dan Opa berkunjung ke Bali biar bisa refreshing otak, biar Oma dan Opa awet muda" ucap Rani sambil memeluk erat Oma dan mengecup pipi kedua lanjut usia itu dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Andre menatap dengan intens setiap gerakan Rani karena memang dari awal bertemu Rani benar benar sangat dikagumi oleh Andre.
Andre yang dingin dan kaku itu akhirnya bucin banget sama Rani, setiap hari rasanya hampa apabila tidak bertemu dengan Rani.
Rani sendiri gak ada rasa apa apa karena memang Rani sudah memiliki kekasih hati yang lagi berjuang di Bandung.
Chandra adalah pelabuhan hati Rani, Rani sangat mencintai dan menyayangi Chandra sehingga siapapun yang berniat menggoda Rani harus tahu akibatnya.
** Bandung
Chandra sementara duduk duduk sambil bermain gitar menghibur diri dan juga teman temannya serta anak buahnya.
" Adek apakah kamu merindukan aku?" ucap Chandra sambil memetik gitar itu.
" Andai kata kita sudah menikah aku akan fokus pada perusahaan saja biar bisa selalu dekat dengan istri dan anak anakku, karena kalian adalah belahan jiwaku " ucap Chandra berandai-andai.
" Apa yang kamu lakukan sekarang dikota karang itu, benar benar sangat merindukan dirimu sayangku " Chandra sangat merindukan Rani.
" Ijin Komandan apa yang lagi dipikirkan komandan maaf siap dihukum karena sudah kepo dengan urusan hati komandan " ucap Praka Roman sambil menatap wajah komandannya yang tengah dirundung sedih.
" Panggil Abang aja kalau kita lagi bersama, aku lagi merindukan kekasihku yang jauh disana kapan kami akan bertemu lagi, aku sudah sangat merindukannya " ucap Chandra sambil menelan salivanya.
" Abang telepon saja biar rindu Abang terobati " ucap Praka Roman yang duduk di samping Chandra.
" Udah larut malam Man besok pagi saja, tapi coba deh aku telepon soalnya benar benar aku merindukannya " ucap Chandra sambil menekan tombol ponselnya dan calling belahan jiwaku.
Dreeeetttt dreet.. dreeeetttt dreet....
Rani langsung mengangkat ponselnya karena memang Rani belum tidur, karena takut mengganggu akhirnya Rani pergi keluar untuk menerima telepon dari Chandra Sang Calon suami.
" Hallo Mas,belum bobok?" tanya Rani sambil tersenyum tipis.
" Sayang Mas sangat rindu, Mas pengen banget mendengar suaramu makanya Mas telepon kamu sayang " ucap Chandra sambil tersenyum tipis dengan ponsel tetap di telinganya.
" Mas, Rani juga sangat rindu ingin cepat ketemu Mas "ucap Rani dan tanpa dia sadari ada sepasang mata memandang dirinya dari tadi dari lantai dua dialah Andre Widjaya pria yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Rani.
" Mas, Rani pengen cerita sesuatu pada Mas, ceritanya sangat lucu menurut Rani " ujar Rani sambil ketawa.
" Iya sayang jaga dirimu baik-baik disitu ya, Mas secepatnya akan melamarmu dan menikahimu " ujar Chandra dengan suara seksinya itu.
" Adek mau cerita apa Mas siap mendengarkan " ucap Chandra sambil menyimpan gitarnya dsn mulai masuk barak dan mulai memeluk guling.
" Tapi janji Mas gak akan marah sama Rani," ucap Rani sambil tersenyum sendiri.
" Iya Mas janji sayang " ucap Chandra sambil mencoba tersenyum.
" Gini loh ceritanya, Bang Charlos waktu keberangkatan Mas itu Bang cahrlos juga ternyata ada di Batalyon tetapi dia tidak menunjukkan batang hidungnya,sampai setelah Mas dan rombongan berangkat baru Charlos datang menemui Rani, terus Rani sangat risih melihat orang seperti bang Charlos itu Mas, Rani pura pura haus terus Bang Charlos dengan ikhlas hati ingin membantu Rani.
"Akhirnya Bang Charlos pergi ke kantin di belakang kompi D dan saat bang Charlos pergi Rani juga langsung mangambil langkah seribu dan pergi dari lapangan depan batalyon itu Mas.
Gak tau saat Bang Charlos pulang Gimana reaksinya.
Rani udah kabur Sampai dirumah dan Bang Charlos pasti sangat marah sama Rani" ucap Rani sambil tersenyum.
" Terus Charlos gak telepon Adek ya '' tanya Chandra pada Rani.
"Nggak tahu Mas, Pas Rani pulang kerumah papa udah belikan tiket pesawat untuk ke Kupang bareng Kak Richard karena Kak Richard sementara membuka store baru di kota Kupang Mas makanya Rani ikut dua hari lagi baru papa dan mama ikut ke sini Mas,"cerita Rani panjang lebar.
" Sayang hati hati sama Charlos ya Mas gak mau apapun terjadi pada dirimu, Mas akan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangan calon istri Mas, Jaga diri baik baik sayang Mas pulang langsung kita pengajuan pernikahan ke Batalyon Mas sudah berdiskusi dengan papa dan Mama mereka setuju dengan keputusan Mas, Mas sudah saatnya punya kehidupan sendiri " ucap Chandra penuh semangat.
" Sayang cuaca di Kupang bagaimana hujan, panas atau hangat " cuacanya sangat panas tangan adek sampe alergi jadi Adek pakai jaket setiap mau keluar rumah, dan lagi adek selalu pakai baju lengan panjang untuk melindungi kulit adek dari panas matahari yang sangat ekstrim.
" Malam Mas selalu memeluk dirimu disini Dek," Ucap Chandra sambil tersenyum tipis.
" Memang Mas peluk fotonya Rani atau apa ," tanya Rani lagi.
"Mas pake jaketmu sayang, Mas peluk cium setiap malam Mas kangen banget tau Mas baru merasakan rindu yang amat berat saat Mas jauh begini" ucap Chandra dan akhirnya Chandra pun menyuruh Rani untuk tidur.
" Ayo tidur sayang, biar besok bangun dengan segar " ucap Chandra sambil mengecup kening Rani via ponselnya.
" Good night my honey bunny sweety " ucap Chandra.
" Night my lovely Hubby " ucap Rani sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Chandra via video call itu.
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰
__ADS_1