*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
34


__ADS_3

Tepat jam tiga Sore Andre dan adiknya tiba di depan rumah Opa Nicko.


" Opa Nicko ! " ucap Echy sambil tersenyum pada Kakaknya.


" Kak, temannya Kak Andre cowok dan cewek ya ? " tanya Echy sambil melangkah masuk ke halaman rumah minimalis itu.


" Iya sayang kamu pasti senang berkenalan dengan mereka, mereka asyik asyik " ucap Andre memuji.


" Wah, berarti bakal seru nih nanti " ucap Echy sambil tersenyum dan mengetuk langsung pintu rumah Opa Nicko.


" Sore Opa, " ucap Echy lagi.


" iya ntar " ucap Oma yang masih di dalam kamar mandi.


" Sore nak Echy apa kabar, mari silahkan masuk " ucap Oma mengajak Echy masuk.


"Sama siapa ke sini Nak " tanya Oma lagi.


" Kak Andre Oma " ucap Echy sambil matanya melihat semua sisi rumah Opa dan Oma Nicky.


" Selamat sore Nak Echy, mana Andre " tanya Opa Nicko sambil menatap Echy.


" Ada di luar Opa, tunggu Echy panggil ya " ucap Echy sambil berlalu ke halaman depan rumah Opa.


" Kak Andre di panggil Oma dan Opa ayo Kak " ajak Echy sambil menarik tangan Andre.


Andre pun tidak membantah sedikitpun bahkan Andre dengan entengnya mengikuti langkah adiknya itu.


" Sore Opa, Oma " ucap Andre sambil menjabat tangan Opa dan Oma.


" Duduk dulu nak Andre, Rani dan Richard masih siap " ucap Opa sambil menyeruput kopi luwak white nya itu.


" Iya Opa " ucap Andre sambil tersenyum.


" Hallo Abang Andre " ucap Rani yang muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka.


" Ini adik Abang ? " ucap Rani sambil menghampiri Echy sambil berjabat tangan dengan Echy.


" Rani " ucap Rani pada Echy.

__ADS_1


" Echy " sambut Echy.


" Tunggu bentar ya Kak Richard gak tahu masih bikin apa udah gak sabar nih pengen jalan jalan ke pantai pasir panjang " ujar Rani jujur.


" Hallo semuanya Richard udah siap ! " ucap Richard sambil memberi hormat pada Andre dan adiknya.


" Ayo berangkat, biar bisa putar putar di bilik juga " ucap Andre sambil tersenyum.


" Opa Oma kami pamit dulu ya mau jalan jalan ke Kupang dan pasir panjang " ucap Andre sambil tersenyum lebar.


" Oma, Rani jalan dulu ya jangan lupa makan malamnya Rani udah siapkan tolong di makan dan jangan sampai telat ya, terus obat Opa dan Oma sudah Rani siapkan di meja makan sesuai tempat duduk Opa dan Oma ya " ucap Rani sambil mengecup pipi Opa dan Oma.


" Hati hati di jalan dan jaga diri ya nak " ucap Oma sambil tersenyum tipis.


" Tenang aja boss " ucap Rani sambil melangkah pergi meninggalkan Opa dan Oma serta bergabung dengan Richard, Andre dan Echy.


" Mobilnya Abang parkir di ujung jalan sana ayo kita ke sana " ucap Andre lagi.


" Ayo kita masuk ke dalam mobil " ucap Echy sambil membuka pintu mobil depan dan duduk di samping Abangnya.


Rani pun demikian duduk di belakang dan berdampingan dengan Kakaknya Richard.


" santai saja broo kita kan teman " sambung Andre lagi sambil tersenyum.


**


Sesampainya di pantai pasir panjang, Rani turun dari mobil dan langsung berlari menuju pantai dengan gembiranya.


Banyak orang yang menatapnya dengan tatapan heran karena mereka mengira Rani baru melihat pantai.


" Gila tuh cewek, kenapa harus teriak teriak ?" ucap salah satu dari cewek cewek yang duduk bersama di pinggir pantai itu.


" Chy ayo kita main pasirnya " ajak Rani sambil menarik tangan Echy.


Dari kejauhan tampak seorang pria sedang fokus melihat setiap gerak gerik Rani, siapakah pria itu ? ternyata dia adalah Dony Hermawan.


" Dunia ini sangat sempit ya Rani, aku pasti menemukan dirimu aku sangat yakin sekali " ucap Donny dalam hati.


Ketika mereka asyik bermain pasir, Andre dan Richard bermain gitar sambil bernyanyi.

__ADS_1


" Broo boleh tanya ? " ucap Andre pada Richard.


" Boleh banget Bang, mau tanya apapun saya siap jawab " ucap Richard yang sudah mulai akrab dan tidak canggung lagi berhadapan dengan Andre.


" Broo berapa bersaudara ? " tanya Andre pad Richard.


" Dua bersaudara broo, sebenarnya tiga bersaudara tetapi entah kemana Abang pertamaku dia hilang begitu saja ketika Rani belum lahir hingga sekarang, kami sekeluarga sudah mencarinya bertahun tahun tetapi tetap sja tidak ketemu " sambung Richard lagi.


" Kalau Bang Andre berapa bersaudara ? " tanya Richard pada Andre.


" Kami tujuh bersaudara dan Echy adik bungsuku, laki laki enam orang dan perempuan hanya dia " ucap Andre Sambil menghela nafas panjang.


" Sangat di manja berarti adeknya " ucap Richard sambil tersenyum.


" Jahil tuh anak, tapi aslinya baik sekali " ucap Andre lagi.


" Broo kerja di mana sekarang " tanya Andre lagi.


" Bukannya mau sombong Bang baru kali ini saya merasa bebas merdeka di Kupang, karena harus liburan selama 1 Minggu, saya merintis usaha dari saat kuliah sampai sekarang di bagian properti dan restoran serta store store begitu Bang, kalau ada waktu Abang ikut ya acara pembukaan store baru saya di Kuanino dua hari lagi pembukaan ajak semua keluarga Abang ya nanti saat di tanya di depan bilang saja keluarga saya " Richard menjelaskan panjang lebar.


" Baiklah dek saya usahakan " ucap Andre sambil terkagum kagum dalam hati usia semuda ini usaha di mana mana, bahkan tidak sombong sedikit pun yang begini nih yang patut di contoh.


" Terus Dek Rani masih sekolah atau sudah kerja ? " tanya Andre lagi.


" Sekolahnya sudah selesai dan sudah mulai bekerja di Rumah Sakit TNI di Bali Bang " ucap Richard yang membuat Andre kaget.


" Apa Dek, gadis kecil itu sudah bekerja ? sungguh hebat saya salut dengan Adek berdua " ucap Andre memuji.


" Terima kasih Abang, atas pujiannya Dek Rani itu kuliah kedokteran di UI pintar sih anak itu tetapi manjanya bukan main kadang menyebalkan papa dan mama sangat memanjakannya bahkan ada dua perwira TNI yang mengejar ngejar Dek Rani tapi gak dia perdulikan " ucap Richard bercerita panjang lebar tentang adik kecilnya itu.


" Orang kayak Dek Rani di kejar, gak bakalan dapat karena dia masih belum peka kecuali di kasih perhatian sedikit sedikit pasti lama lama mau dia, sekarang dia lagi pacaran sama seorang Dokter TNI di tempatnya bekerja, tapi ya begitulah Rani seperti tidak terlalu fokus pada hubungan mereka dia malah asyik ikut saya ke Kupang sini, coba dipikir Bang anak itu benar benar belum bisa mandiri apalagi mau urus dirinya, " cerita Richard panjang lebar lagi.


" Trus papa dan mama Dek Richard kerja di mana ? " tanya Andre penasaran.


" Mama bekerja sebagai seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, terus Papa adalah seorang polisi, papa udah mau pensiun tahun ini pensiun saya lupa pangkat papa apa sekarang tapi saya pernah ikut acara naik pangkat papa dulu waktu itu pangkatnya AKP " ucap Richard lagi.


" Oooo begitu, bagus dong keluarga yang sejahtera dan bahagia " ucap Andre lagi.


** Segitu dulu ya ceritanya, tolong di like, komentar dan vote ya yang banyak terimakasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2