*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
47


__ADS_3

Setelah beberapa jam berada di dalam pesawat akhirnya mereka pun tiba juga di tempat tujuan mereka.


Setelah beberes semua barang bawaan di dalam Villa, mereka pun menghirup udara segar di tepi pantai dekat Villa milik keluarga Chandra.


"Mas, aku lapar banget pengen makan makanan khas kota ini," ucap Rani sambil tersenyum pada suaminya.


"Iya sayang kita cari makan yuk!'' ajak Chandra pada Rani.


"Mas, pernah kesini ya? Kok sepertinya Mas udah hafal kota ini?"tanya Rani lagi.


"Kamu nih ya, kalau lagi lapar banyak ngomong aja, ayo kita cari makan dulu ntar baru Mas ceritakan pengalaman Mas datang kesini waktu itu," ujar Chandra sambil menggamit lengan istrinya itu dan pergi.


Mereka menelusuri pesisir pantai itu sambil sesekali mengabadikan momen indah mereka, Rani paling suka bergaya di depan kamera karena ia dulu bercita cita jadi model tapi di larang sama Papanya.


"Sayang aku pengen makan Braised Mackerel, biasanya aku lihat di TV aja kali ini aku ingin mencoba langsung menu itu sayang!" ujar Rani sambil berjinjit dikit dan langsung mengecup bibir suaminya itu.


"Ayo sayang kita cari restoran dekat sini saja biar sambil menikmati view lautnya yang sangat indah ini." ujar Chandra sambil tersenyum melihat kebahagiaan istrinya itu.


Sesampainya di restoran, mereka di sambut oleh para pelayan di restoran itu dengan gaya khas mereka.


Setelah melihat menu yang disodorkan oleh pelayan, mereka kemudian memesan apa yang akan mereka makan.


Pelayan kemudian kembali ke dalam untuk memasak pesanan mereka.


Tak berapa lama kemudian, dua orang pelayan datang membawa nampan berisi makanan pesanan mereka.


"Selamat menikmati" ucap salah satu pelayan yang mengantar makanan pesanan mereka dengan bahasa mereka, dan dibalas oleh Rani dengan anggukan kepala dan ucapan terimakasih.


"Ayo Sayang makan dulu biar kamu gak sakit!" ajak Chandra Sambil tersenyum dan mulai mengambil makanan yang tersedia di atas meja itu.

__ADS_1


Mereka pun makan dengan sangat khidmat tanpa ada suara apapun, masing masing orang sibuk dengan aktivitas makannya.


Setelah beberapa saat kemudian makanan yang mereka makan ludes, dan terlihat senyum bahagia dari wajah Rani.


Chandra pun meminta pelayan memberikan Jill pada mereka.


Setelah melakukan pembayaran, mereka pun keluar dari restoran itu menuju ke pantai terdekat disana sambil bermain main pasir putih dan gulungan ombak.


Rani sangat senang dan bahagia. Ia sangat menikmati perjalanan mereka hingga tak terasa kakinya sudah sangat pegal dan ia pun terduduk lemas diatas pasir putih dekat pohon bakau di tepi pantai itu.


"Sayang?" panggil Chandra pada Rani.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Chandra dengan suara baritonnya yang kedengarannya sangat seksi itu.


"Istrahat sejenak ya Sayang, aku capek banget kakiku pegal semua rasanya bahagiaku sangat berlebihan sampai aku seperti euforia menghadapi kebahagiaan yang kudapat hari ini," jujur Rani pada pria tampan yang telah mencuri hatinya itu dan telah menyunting dirinya menjadi pendamping hidupnya.


"Kamu bahagia aku lebih bahagia lagi, karena apa? Karena aku bisa membuat Surgaku tersenyum." ucap Chandra sambil tersenyum dan mendaratkan sebuah ciuman manis dan mesra di kening sang istri bidadari surga kesayangannya.


"Boleh mau ngomong apa?" tanya Chandra sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


"Bang, nanti setelah belanja kita langsung packing dan kirim ke Indonesia biar saat kita pulang tidak perlu membawa barang apapun lagi menurut Abang bagaimana?" Rani balik bertanya pada Chandra.


"Pemikiran yang bagus!" puji Chandra pada Rani.


"Boleh, kami mau beli apa aja sih emangnya?" tanya Chandra penasaran.


"Pengen belanja apa aja yang kena di hatiku Bang! Abang gak usah khawatir deh soalnya gak pilihan Rani gak bakal menguras kantong Abang kok?" ucap Rani sambil menatap wajah tampan di sampingnya itu.


"Kekayaanku takkan pernah habis kamu belanjakan Sayang? Apapun yang kamu belanja Abang gak akan kehabisan uang, itu hakmu dan Abang akan selalu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kamu Sayang." ucap Chandra dengan kata kata yang bagus di dengar oleh Rani.

__ADS_1


Rani pun tersenyum dan memeluk erat tubuh Chandra sambil berkata "Aku cinta padamu bukan hartamu!" ucap Rani dengan suara lembut dan berbisik di telinga pria tampan seksi yang sekarang telah sah menjadi miliknya seutuhnya.


"Ayo sayang kita balik ke penginapan biar kamu bisa berendam air hangat untuk merilekskan tubuhmu!!" ucap Chandra sambil tersenyum.


Ketika mereka hendak berbalik arah untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap di A tiba drttt... drttt ponsel Rani berdering nyaring.


Dengan secepatnya Rani mengambil ponselnya di dalam tas selempang miliknya itu dan melihat nama yang terpampang di layar ponsel itu.


"Mas, ini privat number Mas aja yang terima deh, Rani takut!" ujar Rani sambil memberikan ponselnya pada Chandra.


Chandra pun meraih ponsel itu dan menggeser tombol hijau ke atas dan mendengarkan apa yang di katakan suara di seberang sana.


"Hallo adek sayang sudah tiba di Korea? Pasti senang banget ya?" ucap suara di seberang sana.


"Kok gak bersuara sih Adek?" tanya suara bariton pria di seberang sana lagi.


"Kok diam sih Dek, ini Abang kesayangan kamu masa lupa sama Abang sendiri sih?" ucap suara itu yang membuat rahang pria tampan itu mengeras seketika.


Rani gak merespon apapun, ia tetap memperhatikan pemandangan indah yang mereka lalui.


"Adek ini Abang yang sangat menyayangi kamu adek, Siput kecil Abang? ngambek ya Dek? ingat harus tetap bahagia disana ya salam buat adek ipar Abang ya Dek? Cepatlah bikin Rani junior atau Chandra Junior untuk Abang ya udah pengen punya ponakan!" ucap suara bariton di seberang sana.


"Maaf Bang aku pikir itu pria mesum yang selalu mengganggu Raniku!" ucap Chandra pada Richard yang sudah sangat dongkol dengan Chandra karena ia tak menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh Richard.


"Baiklah Broo, jaga adik sematawayangku baik baik ya ingat untuk selalu mengaktifkan ponsel agar kami tak selalu khawatir ketika menelepon kalian, kalau kamu khawatir matikan saja ponselnya Rani biar nanti aku bilang sama Papa dan Mama untuk menelepon di nomor kamu saja Broo!" ujar Richard mencairkan suasana yang sedikit memanas akibat emosi sesaat dari Chandra.


"Siap Bang Broo!!" ucap Chandra dengan suara tegas.


"Awas kalau adikku kenapa kenapa aku gak segan menghajarmu Broo!!" ucap Richard sambil terkekeh.

__ADS_1


"Tenang aja Boss, adikmu aman dalam pelukan aku, dia adalah Surgaku aku akan selalu menjaga istri kecilku itu!" jawab Chandra sedikit sombong dan sedikit pamer kemesraan antara mereka berdua pada Abang Rani.


** Bersambung ya Readers tersayang aku, maaf lama gak update karena ada sedikit masalah, author banyak kerjaan yang harus diselesaikan, dukung terus author ya agar author semangat terus untuk mengupdate cerita ini!!**😘🙏


__ADS_2