*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
03


__ADS_3

" Saya Joseph Frainademets Winata " ucap Papa Rani sambil membalas uluran tangan Chandra.


" nak, sini kenalan dulu sama nak Chandra " panggil papa Rani.


Rani beranjak dari tempat duduknya tadi dan melangkah ke arah papa dan Chandra berdiri.


" Eh, kamu " kata Chandra dan Rani bersamaan.


" Kalian sudah saling kenal " tanya papa Winata sambil tersenyum.


" Iya pa, beberapa hari yang lalu saat Rani baru datang kebetulan bertemu mas Chandra ini di jalan dekat rumah kita papa," ucap Rani sambil tersenyum tipis.


" Nak Chandra, Rani ini anak bungsuku dia baru saja datang dari Jakarta setelah menyelesaikan kuliahnya, " ucap pak Winata menjelaskan.


" Nak Chandra mau kemana, karena memang Chandra saat itu memakai stelan jas hitam dan dasi merah maroon tanpa memberitahu identitas dirinya kepada Rani dan papanya.


begitupun Rani dan papanya juga demikian tidak mengatakan apapun tentang apa pekerjaan papa Rani dan Rani.


karena memang mereka adalah keluarga yang benar benar baik hati dan sederhana, mereka selalu menghargai apapun pekerjaan orang orang yang mereka tahu, bagi mereka apapun pekerjaan seseorang harus dihargai dan dihormati bukan di jauhi, sekalipun seorang cleaning servis karena bekerja sebagai cleaning servis itu juga tidak gampang.


Papa Rani selalu mengajarkan Budi pekerti dan akhlak yang baik bagi putra putrinya, kelak dikemudian hari mereka pun bisa mengajarkan kepada anak anak mereka.


" Nak Chandra terima kasih ya, kami pamit dulu lain waktu kita ngobrol lagi ya, " pamit papa Winata sambil menggandeng tangan Putri bungsunya dan membuka pintu mobil untuk Rani.


" Makasih ya mas Chandra, " ucap Rani sambil melempar senyum termanis kepada Chandra.


" Papa kita lanjutkan perjalanan kita ya pah " ucap Rani sambil melihat keluar jendela dan menikmati perjalanan indah itu.


" Nak, sepertinya papa merasakan sesuatu yang lain dari tatapan mata nak Chandra tadi " Ucap Papa Rani sambil mengemudi mobil dengan perlahan.


" Ah papa mulai deh, biasa aja papa Rani belum berpikir untuk punya pacar, Rani masih ingin selalu di samping papa dan mama " ucap Rani sambil tersenyum dan mencium pipi papanya.


**

__ADS_1


mereka pun mengunjungi tempat wisata yang sangat disukai oleh Rani yaitu Taman Ujung Karangasem, dilanjutkan ke Tirta Gangga Karangasem, dilanjutkan ke tanah Lot dan akhirnya karena sudah capek Rani mengajak papanya untuk pulang kerumah.


**


Beda dengan Chandra sepanjang jalan tadi Chandra benar benar hanya memikirkan Rani dan tersenyum sendiri dan menatap wajahnya di kaca spion sambil berkata "Baby tunggulah aku, " gumam Chandra.


Kenapa dengan diriku ya sejak tadi hanya memikirkan gadis itu, apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertamaku....?


" arghhhhhhhh..." gumam Chandra sambil memutar setirnya.


sedikit lagi sudah sampai rumah, hari ini sungguh hari yang sangat menyenangkan, sepanjang hari di kantor Chandra hanya duduk manis tanpa mengerjakan apapun.


Padahal banyak sekali pekerjaan yang belum selesai dikerjakannya tapi apa boleh buat Chandra terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama yang membuat dirinya terbelenggu oleh kata hatinya.


Saat pulang kembali ke rumah kepala Chandra penuh dengan senyuman manis dari Rani, "Rani oh Rani," gumam Chandra menyebutkan nama Rani.


" Ada apa gerangan jantungku serasa mau copot ketika ku bayangkan senyum gadis itu, tolonglah jantung berhentilah berdebar ketika kusebut namanya, aku janji pasti aku akan menyembuhkanmu dari debaran ini jantung, tuanmu yang cakep ini pasti bisa mematahkan hati gadis itu.


"Aku punya ide, bagaimana caranya agar Rani bisa jatuh cinta padaku tetapi caranya agak ekstrim sedikit biar menguji mental calon istriku menantu mama papa," Chandra tersenyum senang dengan idenya itu.


"Aku galau, hatiku remuk jantungku berdegup kencang nafasku tersengal sengal membayangkan pertemuan itu" Chandra berbicara dengan dirinya sendiri di cermin.


**


" Ndra..... Chandra " panggil mama Stevie sambil melangkah menuju ruang makan.


" Di mana ya anak itu dari tadi diam dalam kamar saja , apakah dia sakit atau lagi tidur...


Chandra... Chandra... " panggil mama Stevie lagi tapi tetap saja gak ada sahutan.


Tok...tok...tok... pintu diketuk oleh seseorang tapi Chandra asyik dengan imajinasinya, sehingga dengan terpaksa mama Stevie langsing mendorong pintu kamarnya dan langsung terbuka lebar, betapa kagetnya mama Stevie ketika melihat anak sematawayangnya duduk menghadap cermin dan senyum sendiri.


" hemmm....ehemmm " mama Stevie berdehem dan reaksi Chandra kaget bukan kepalang.

__ADS_1


" Mama, udah lama datangnya " ucap Chandra gugup dan mencoba tidak kaget tetapi terlanjur diketahui mamanya.


" Anak mama lagi jatuh cinta ya, sama siapa gadis mana yang sudah mencairkan hati anak mama, apa mama boleh tahu," pertanyaan beruntun dari mamanya membuat Chani kaget.


"Ma, Chandra memang jatuh cinta ma tapi Chandra ingin membuat sebuah trik untuk mengetahui mental calon mantu mama, apa benar dia bisa bertahan menjadi istri perwira muda seperti Chandra? " Ucap Chandra sambil tersenyum simpul.


"Mama dukung kalau begitu buatlah dia jatuh cinta terus cuekin dia, kalo perlu tinggalkan dia, dari situlah kita akan mengetahui seberapa besar cintanya untukmu nak," dukung mama Stevie pada anaknya.


**


kring...kring...kring... Chandra mengangkat ponselnya dan menjawab " Hallo," ucap Chandra.


" Hallo juga... Mas Chandra aku lagi liburan sekarang aku lagi dalam perjalanan menuju ke Indonesia, " ucap Arista pada Chandra lewat telepon.


Chandra kaget bukan main, kenapa si centil itu menghubunginya, padahal mereka hanya sebatas teman kenapa tiba tiba dia menelepon Chandra dan mengabari kalau dia akan segera kembali ke Indonesia.


"Arista adalah gadis cantik Putri seorang konglomerat terkenal di kota Surabaya, Arista adalah teman masa kecil Chandra, tapi sejak dulu chaniselalu menganggap Arista itu temannya saja, bahkan Chandra pun mengatakan pada Arista kalau mereka sudah seperti saudara sendiri.''


"kalau ke Bali mampir ya di rumah, " ajak Chandra pada Arista.


"Siap mas, pastilah aku mampir bahkan kalau perlu aku tinggal dirumah mas aja," ucap Arista asal asalan.


" ahhh aku baru mengerti ternyata Arista kesini tepat pada waktunya, Arista merupakan alat untuk membuat Rani cemburu, aku yakin 💯% kalau Arista akan membuat Rani cemburu, aku sudah prediksi itu dan aku yakin Rani akan terbakar api cemburu.


" Besok aku ke Bali Mas Chandra," jemput aku dibandara ya, ucap Arista penuh harap.


Karena memang itu harapan Arista, dia berharap bisa mendapatkan Chandra apapun caranya yang penting dia bisa bersama Chandra itu misi terpentingnya.


Arista melihat jam dinding berputar seakan-akan putaran waktu itu sangat lama.


Arista mondar-mandir di dalam kamarnya sambil tersenyum ke depan cermin itu.


"Ah, aku memang gadis yang sangatlah beruntung, aku yakin mas Chandra bakalan pangling melihat aku yang sekarang ini," ucap Arista tersenyum penuh arti.

__ADS_1


** Bersambung ya guys, tolong di like, komentar dan vote yang banyak ya terimakasih 🙏


__ADS_2