
Chandra kembali mengemudi mobilnya ke arah kantor.
Hari ini tepat pukul 13.00 WITA ada kegiatan serah terima Pangdam Baru di kantornya Chandra. " Aku harus bersiap siap, semoga agenda kegiatan hari ini berjalan dengan lancar" ucap Chandra sambil merapikan rambutnya.
Setelah tiba di depan kantor Chandra pun menuju halaman parkir yang terletak di bagian belakang untuk memarkir mobilnya, kemudian beranjak ke ruang kerjanya untuk bersiap siap.
Tepat pukul 13.00 WITA, acara serah terima pun dimulai dengan upacara pembukaan dan serah terima jabatan Pangdam Udayana baru dan diikuti rangkaian acara lainnya.
Chandra terlihat sangat tampan dan gagah memakai pakaian lorengnya itu, wanita mana yang takkan meleleh melihat pria tampan dengan body seksi seperti Chandra.
" Aku tahu aku tampan dan aku yakin semua kaum hawa yang melihatku pasti akan geregetan dan klepek-klepek, hmmm tapi ada seorang gadis yang membuatku bertanya-tanya sampai saat ini yang selalu cuek denganku, yang sangat susah kudekati dialah Rani Prada Winata, tetapi sampai kapan dia akan tetap bertahan dengan sikap dinginnya padaku, " ucap Chandra pada dirinya sendiri.
**Di rumah Rani
Setelah sampai dirumah Rani bergegas ke kamarnya berniat mengganti pakaiannya dengan handuk karena merasa badannya sangat lengket akibat keringat, Rani pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ia sempatkan dirinya untuk berendam di bathtub selama stengah jam sampai badannya terasa segar, kemudian ia melangkah ke dalam.kamarnya dan mulai berpakaian.
Rani mengganti pakaiannya dengan sebuah dress kuning mix hijau panjangnya sampai lutut dan memakai celana short pendek diatas pahanya, setelah menyisir rambut panjangnya kemudian ia melangkah pergi ke halaman rumah depan dan menuju ke pantai dengan berjalan kaki melewati rumah rumah mewah di sekitaran kompleks permata biru kompleks rumah mewah.
Rani berjalan menyusuri sawah ditepi pantai itu dan sesekali mengabadikan moment yang ia lewati dengan kamera ponselnya
" Enaknya aku duduk di tepi pantai sambil menikmati indahnya deburan ombak sambil menunggu sunset tiba, aku harus memesan es kelapa muda untuk menemaniku menikmati indahnya ciptaan Tuhan ini." Ucap Rani seorang diri sambil bergegas menuju ke arah pedagang kaki lima yang menjual es kelapa muda yang tak jauh dari tempatnya Rani.
"Pak es kelapa mudanya satu ya, tolong diantar ke sebelah sana,"Pinta Rani sambil menunjuk ke tempat duduknya tadi.
" Baiklah non, segera saya buatkan " Ucap Bapak pedagang itu dan mulai membuat pesanan Rani.
Dari kejauhan tampaklah bodyguard papa Rani sedang mengawasi apa yang dilakukan majikannya " Aman bos, " ucap bodyguard itu pada pimpinannya.
"ayo kita istirahat disini sambil terus mengamati tuan putri, " ucap Lego yang merupakan kepala Bodyguard papa Rani.
Rani sangat menikmati hembusan angin yang lirih itu, sambil sesekali menyeruput air kelapa mudanya.
**kantor Chandra
Chandra selesai mengerjakan pekerjaannya tiba tiba Arista menelepon kring...kring...kring...ponsel Chandra berdering dan langsung diangkatnya.
" Ya Hallo selamat siang Ris, " ucap Chandra sambil memperbaiki tumpukan berkas yang berada di atas meja kerjanya.
" Ada apa Ris, " Chandra bertanya lagi.
" Mas aku pamit kerumah nenekku dulu ya mungkin aku disana selama 2 hari, nenek udah kangen banget ma aku, mas gak usah antar aku karena sudah dijemput sama sopir nenekku" ucap Arista kemudian.
" Ya sudah kalau begitu hati hati dijalan ya salam buat nenekmu dan sampai jumpa," ucap Chandra sambil mematikan ponselnya.
Chandra pun bersiap-siap untuk pulang kerumah, ketika melewati rumah nomor 77 serasa berdebar hati Chandra, dilihatnya rumah itu dalam keadaan sepi " dimanakah penghuninya, " Chandra berkata sendiri pada dirinya.
setelah tiba di rumahnya Chandra bergegas untuk mandi dan berganti pakaian, sesuai rencana sore ini Chandra akan berangkat ke pantai untuk olahraga, setelah berganti pakaian olahraga sebuah kaos putih ketat tanpa lengan, dan celana training pendek sampai lutut dan sepatu olahraga.
Chandra menuju ke arah pantai dengan berlari perlahan lahan, sebelum berlari ia melakukan beberapa pemanasan agar tubuhnya tidak kesakitan saat selesai olahraga.
Setelah tiba di pantai ia menatap sekitar pantai, sambil berjalan pelan pelan menuju ke arah dimana Rani sementara duduk diatas pasir putih sambil membaca sebuah buku Kapita selekta kedokteran.
__ADS_1
Dari kejauhan dilihatnya seorang gadis cantik sementara duduk bernaung dibawah pohon bakau sambil membaca buku, " siapa sih gadis itu," gumam Chandra sambil berjalan ke arah dimana gadis itu berada.
Sesekali Rani menyeruput minumannya sambil terus membaca buku itu dia tidak sadar kalau ada sepasang mata yang tak pernah melepaskan tatapannya.
Beberapa menit kemudian Rani mencoba berdiri tanpa sengaja ia melihat Chandra yang sedari tadi menatapnya, tapi Rani mencoba untuk tidak peduli dengan keberadaan Chandra, Rani kembali berkutat dengan bukunya itu, sesekali di fotonya halaman buku yang menurutnya penting untuk belajar.
Chandra heran sendiri "apa sih yang dilakukan gadis itu?" gumam Chandra dalam hati.
Ketika senja mulai menunjukkan dirinya matahari pun mulai menuju ke peraduannya, " " Wah indah benar sunset sore ini," ucap Rani seraya bangkit dari duduknya dan menyimpan buku di dalam tas belakangnya.
Sambil sesekali mengabadikan momen itu ia berlari lari kecil mendekati pantai, bermain main bersama ombak, tiba tiba dari kejauhan tampak beberapa kapal nelayan penangkap ikan yang melaju menuju ke pantai, seorang diantara para nelayan itu menembakkan pistolnya ke udara seakan memberi peringatan untuk semua orang menjauh dari pantai, semua orang berlarian hiruk pikuk pergi dari pantai itu, Rani yang ketakutan tiba tiba di sekap oleh seseorang dari arah belakang dan membawanya ke arah hutan bakau yang rimbun itu, Rani kaget bukan main ternyata Chandra yang membawanya bersembunyi di balik pohon pohon bakau itu, " Tenang, kamu aman bersama aku disini, aku akan menjagamu," ucap Chandra tanpa melihat Rani matanya menatap tajam kearah pantai dimana kapal kapal ikan yang sangat mencurigakan itu bersandar.
Tidak berapa lama kemudian jalan menuju pantai itu sudah di blokir oleh orang orang di kapal itu, Chandra mencoba untuk melihat keluar orang orang itu masih berada di sana mereka menurunkan beberapa karung dan di dalam karung itu terlihat seorang mencoba membuka bungkusan kecil untuk melihat isinya,
dijilatnya sedikit tepung yang berada di dalam bungkusan itu sambil berkata "bagus".
" Cepat perintahkan orang suruhanmu untuk mengambilnya " ucap si brewok yang mencoba tepung tadi dan si brewok tadi bernama Bram.
" Baiklah tuan Bram," ucap seorang pria bertubuh kurus yang bernama baskara itu.
setelah orang orang datang dan mengangkut karung karung itu mereka terlihat meninggalkan sebuah surat rahasia di dekat batu apung dekat hutan bakau tempat persembunyian Rani dan Chandra.
"Mas aku takut mereka ke sini," ucap Rani sambil menutup matanya dan semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh kekar Chandra.
" Tenang ya aku ada disini tidak akan kubiarkan sehelai rambutmu jatuh," ucap Chandra yang tanpa sadar sudah mulai mengusap rambut Rani.
Sekitar dua jam kemudian orang orang itu pun pergi dengan menggunakan kapal ikan yang mereka tumpangi tadi.
Setelah semua orang itu pergi Chandra mencoba melempar batu ke arah depan tapi tak ada apa apa Chandra kemudian menggandeng tangan Rani keluar dari persembunyian mereka.
Chandra hanya menatap apa yang akan dilakukan gadis itu, setelah dia memakai sarung tangan kemudian diangkatnya batu batu apung itu dan mengeluarkan kertas putih dari bawah batu apung itu.
" Mas menurutmu ini apa," ucap Rani sambil menunjukkan kertas itu.
" Itu kertas putih kan," ucap Chandra sekenanya.
" Iya memang ini kertas putih tapi mas tau kan pasti ini sengaja di taruh disini agar ada yang kesini untuk melakukan sesuatu, pasti di dalam kertas ini ada sebuah petunjuk rahasia," ucap Rani lagi.
" Udahlah dek keselamatanmu lebih penting dibanding kertas jelek itu, " ucap Chandra sambil mencoba menggandeng tangan Rani untuk menjauh dari tempat itu, tapi tak digubris oleh Rani karena menurut Rani pasti ada sesuatu petunjuk rahasia dibalik kertas putih itu.
" Ayo dek, " ajak Chandra sambil tersenyum tipis melihat Rani yang tetap berkeras hati untuk mbawa kertas itu.
Akhirnya Chandra pun menuruti kemauan Rani. Rani merobek kertas kosong di bukunya kemudian di simpannya tepat seperti awal mereka menemukan kertas itu.
Rani kemudian menarik tangan Chandra dan mereka meninggalkan pantai itu menuju ke arah jalan besar dan kembali kerumah.
Sepanjang jalan Chandra menggandeng tangan Rani.
" Dek, kamu terlihat seperti sangat suka dengan hal hal berbau petualangan seperti tadi, " ucap Chandra sambil tersenyum dalam keremangan malam.
" Iya kak, aku suka berpetualang aku suka hal hal yang masih menjadi misteri, " ucap Rani sambil mendekat ke Chandra karena angin yang bertiup cukup kencang membuat mereka kedinginan.
" Baiklah kalau begitu mas akan bantu kamu menguak tabir dibalik kapal kapal nelayan tadi, apa kamu siap?" tanya Chandra.
__ADS_1
" Siap komandan " ucap Rani sambil memberi hormat pada Chandra.
" Kamu lucu ya, " ucap Chandra gemas dan mencubit pipi Rani.
" Ayo kita hampir sampai perumahan, " ucap Chandra tetap menggenggam tangan mungil Rani.
Chandra langsung mengantar Rani ke rumahnya, sesampainya dirumah Rani sudah ditunggu oleh papa dan mamanya.
"Malam Om malam Tante " ucap Chandra sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan papa Winata dan mama Alexa.
" Malam juga nak, dari mana saja kalian berdua?" tanya papa Winata.
" Dari pantai ma, jalan kaki saja " ucap Rani sambil tersenyum tipis.
" Terimakasih nak Chandra sudah mengantar Rani kembali kerumah," Ucap papa Winata sambil tersenyum.
" Om Tante saya pamit pulang ya, " ucap Chandra sambil melangkah pergi dari hadapan keluarga Winata.
" Anak papa dan mama terlihat sangat bahagia hari ini, " ucap papa Winata sambil mengusap rambut Rani.
" Ah papa kebetulan aja tadi Rani di pantai ketemu sama mas Chandra yang sementara berolahraga di pantai dan akhirnya kita cerita cerita dan pulang bareng gitu aja pa dan ma, " Ucap Rani sambil minta ijin papa dan mamanya untuk masuk kedalam rumah dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" Pantasan tadi bodyguard papa bilang non Rani aman pak di pantai, " ucap pak Winata pada istrinya.
" Ternyata amannya karena mereka melihat Rani bersama pemuda tadi, kira kira siapa ya pemuda itu, aku akan suruh orang orang ku untuk menyelidiki Chandra " ucap papa Winata pada istrinya.
" Ayo ma, kita masuk ke dalam rumah, nanti kita bahas lagi cerita hari ini ya ma, tenang aja putri kita sudah dewasa dan bisa membawa dirinya dengan baik " ucap papa Winata sambil menggandeng tangan istrinya melangkah masuk kedalam rumah.
** Dirumah Chandra
Setelah mandi Chandra menghempaskan tubuhnya diatas ranjang sambil menutup matanya perlahan lahan mengulang kembali kejadian tadi yang membuatnya tersenyum lebar seakan mendapat signal bagus dari peristiwa hari ini.
"Aku pasti bisa membuatnya jadi permaisuriku" ucap Chandra sambil memeluk erat bantal guling disampingnya itu.
Tanpa disadarinya ia pun mulai menguap dan tertidur pulas, tiba tiba ibunya melewati kamar Chandra dan melihat lampu kamar masih menyala, apa yang dilakukan anaknya itu sampai selarut ini.
Ibunya pun mengetuk pintu kamar Chandra tapi tak ada jawaban akhirnya ibunya mendorong pintu kamar anaknya dan setelah melihat keadaan itu ibunya pun menyelimuti anak sematawayangnya itu sambil mengecup keningnya.
Ketika hendak mematikan lampu kamar didengarnya Chandra mengigau " Rani aku cinta padamu aku harap kamu juga demikian, aku akan menjagamu, aku akan bersamamu selama lamanya Rani, jangan pergi tinggalkan aku" ucap Chandra sambil matanya tetap terpejam. Ibunya kaget bukan main selama ini putranya itu tidak pernah membahas masalah pacar ataupun cewek padanya.
" Ya sudahlah suatu saat pasti Chandra akan memberitahukan apa yang dialaminya" gumam mama Stevie pada dirinya sendiri.
**Dirumah Rani
Setelah makan malam Ranintidak langsung tidur tapi dia mencoba membuka tasnya dan melihat kertas putih yang ditemukannya di pantai tadi.
Sudah dibolak baliknya tapi tidak ada satupun tulisan di kertas itu, kertas itu benar benar putih bersih tanpa adanya tinta ataupun kotoran yang menempel.
" Besok aku akan bertemu lagi Chandra untuk membahas hal ini aku sudah tau cara membaca tulisan tersembunyi ini tapi aku harus bersamanya agar diapun melihat hasilnya " ucap Rani sambil menyimpan kembali kertas tadi dalam tasnya.
Ia pun ke kamar mandi untuk sikat gigi tak lupa ia mencuci muka dan kakinya, setelah itu ia pun berdoa dan mematikan lampu kamar dan mulai memejamkan matanya.
Awalnya ia tidak bisa memejamkan matanya karena masih membayangkan kejadian sore tadi di pantai ia mencoba mengulang kembali saat mereka berada di hutan bakau ia membayangkan betapa nyamannya tubuhnya saat berdekatan dengan Chandra, ia merasakan desiran darah yang mengalir dengan hangat di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Apa ini akan terus berlanjut," ucap Rani sambil tersenyum dan mulai menutup matanya hingga terlelap sampai pagi.
* Segitu dulu ya ceritanya, nanti disambung lagi, mohon di like, komentar dan di vote ya teman temanku terimakasih 🙏