*Kaulah Nadiku*

*Kaulah Nadiku*
09


__ADS_3

Mereka pun beranjak dari warung bakso itu menuju ke wahana pasar malam lainnya.


Tanpa sengaja Chandra memegang erat tangan Rani, Chandra merasa jantungnya berdegup dengan kencang.


" Jantung ini kenapa gak bisa diajak kompromi sih, baru aja pegang tangan udah kayak habis lari marathon aja! " gumam Chandra dalam hati.


Gejolak dalam hatinya meyakinkan dirinya kalau perempuan yang ada dekatnya ini yang bakal jadi pendamping hidupnya, tapi apakah Rani juga merasakan hal yang sama dengannya?


Chandra mencoba menepis perasaan dalam hatinya itu, mungkin ini hanya sesaat saja ataukah akan berlanjut.


" Aku harus memastikan dulu, kalau aku bertemu wanita lain dan jantungku berdetak kencang juga berarti itu hanyalah perasaanku saja tetapi ketika bertemu wanita lain dan jantungku tenang tenang saja artinya hanya Rani yang membuat hatiku bergetar, ingat pilihan hati lebih baik daripada pilihan mata," Chandra menggumam dalam hati.


Ketika mereka sampai ke wahana permainan melempar karet ke botol untuk mendapatkan hadiah, apabila karetnya melingkar di botol berarti dialah pemenangnya.


Dan di masing masing botol ada nama nama hadiahnya.


" Wah mas ini permainan sangat menyenangkan boleh aku coba, " ucap Rani sambil melepaskan tangannya dan melangkah ke depan.


" Pak saya mau coba satu Pak, " ucap Rani pada pedagang permainan itu.


" Maaf mbak hadiahnya sudah habis, mbak bisa coba lagi besok ya, " ucap pedagang itu lagi.


" Kok bisa habis sih pak," Sungut Rani sambil melangkah pergi dari tempat itu dan mengikuti Kakaknya dan Chandra.


" Kok balik lagi Dek, " Ucap Richard sambil menatap adeknya.


" Iya kak hadiahnya habis, pedagang itu bilang besok baru bisa main lagi" ucap Rani kemudian.


" Baiklah kita cari wahana aja ya, " ucap Richard sambil menggandeng tangan adiknya dan melangkah blagi ke arah lain.


" Nah kak ini wahana yang adek bilang, bagaimana mas ayo kita beli tiketnya " ucap Rani sambil melangkah menuju ke penjual tiketnya.


" Ayo siapa takut, " ucap Chandra dan Richard bersamaan.


Setelah membeli tiket mereka menuju ke tempat wahana yang bentuknya seperti keranjang kotak atau seperti kereta gantung yang melingkar.


mereka pun menaiki wahana itu, Rani dahulu kemudian diikuti Chandra dan ketika Richard bersiap siap untuk naik petugas wahana itu menegur.


" Maaf mas cukup dua orang, mas nunggu berikutnya ya," ucap petugas itu sambil menutup pintu wahana itu.

__ADS_1


" Mas kok Kakak gak ikutan sih, " Ucap Rani sambil menoleh ke arah bawah dengan cemas.


" Kata petugasnya cukup dua orang gak boleh lebih karena kapasitasnya cukup untuk dua orang," ucap Chandra kemudian.


Ketika wahana itu mulai berjalan, terjadi sedikit guncangan yang membuat Rani kaget dan langsung memeluk Chandra.


" Mas aku takut, kok wahananya kayak gini sih Mas kalau awalnya aku tau kayak gini gak bakalan deh kita naik wahana ini, " ucap Rani sambil mengeratkan pelukannya.


" Sudahlah Dek, kan ada Mas Chandra disini, kamu gak usah takut ya, apapun terjadi Mas akan melindungimu dek, " ucap Chandra sambil mengelus rambut panjang Rani.


" Ini selama berapa menit sih Mas, " Ucap Rani sambil menatap ke bawah wahana itu yang semakin membubung tinggi.


" Jangan melihat ke bawah dek nanti kamu semakin takut, " Ucap Chandra mengingatkan Rani.


" Mas kok lama ya kita semakin tinggi saja sih, " ucap Rani lagi.


" Gak apa apalah kan ada Mas disini menjagamu, lagian Mas juga menginginkan kamu untuk berada di dekat Mas." ucap Chandra tanpa sadar.


Rani mendengar dengan jelas ucapan Chandra tetapi dia pura-pura tidak menghiraukannya.


"Gimana Mas, " Rani pura pura bertanya pada Chandra.


" Gimana apanya dek," Ucap Chandra sambil tersenyum simpul dan mengelus kepala Rani.


Chandra pun balas menatapnya dan akhirnya membuang mukanya karena dia tidak ingin ada salah paham antara dia dan Rani.


Untuk saat ini memang Chandra merasakan kembali gejolak gemuruh detak jantungnya seakan tak mau diam.


" Jantungku berdegup dengan kencang dan tidak mau diam apakah ini pertanda bahwa Rani adalah pemilik hati ini? " gumam Chandra dalam hatinya.


" Mas, wahana ini kok berhenti sih ? " tanya Rani pada Chandra yang sedari tadi hanya diam dan tetap pada posisi awal yaitu tetap memeluk Rani.


" Iya ya kok jadi begini ya, apes banget sih kita hari ini " ucap Rani seraya mencoba melepaskan pelukan Chandra tapi Chandra semakin mengeratkan pelukannya.


" Jangan dek nanti kamu pusing," ucap Chandra sambil terus mengambil keuntungan memeluk Rani.


" Coba telepon Kak Richard Mas, " Ucap Rani sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


" Ini Mas tolong telepon untuk tahu kenapa wahananya jadi begini " ucap Rani sambil berusaha melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Mas lepaskan tapi adek harus hati hati ya jangan sampai pusing ya, " ucap Chandra sambil melepaskan pelukannya perlahan lahan.


Chandra akhirnya mencoba menelepon Richard tapi selalu tidak berhasil.


" Kenapa ya teleponnya tidak berfungsi, " ucap Chandra sambil menatap ke luar jendela wahana itu yang semakin gelap karena malam sudah menunjuk pukul 21.00 WITA.


**


Richard mondar mandir di bawah wahana itu sambil sesekali menelepon kedua orang tuanya.


Akhirnya pertolongan pun datang, tim penolong menggunakan alat-alat mereka untuk menurunkan orang orang diatasnya ketika sampai kereta Rani dan Chandra, Rani kembali memeluk Chandra erat erat sambil berkata " Mas aku takut, " ucap Rani terbata bata.


" Sini Mas gendong ya, " Ucap Chandra sambil berjongkok dan Rani naik ke punggung Chandra.


" Maaf Mas merepotkan Mas dari tadi," ucap Rani sambil memeluk leher Chandra dan mereka pun turun ke bawah dengan menggunakan alat-alat dari tim SAR.


" Mas Rani berat ya," ucap Rani dengan penuh perasaan.


" Nggak kok Rani gak berat berat banget, Mas gak kenapa kenapa kok, Dek Rani tenang aja dikit lagi kita sampai ke bawah," ucap Chandra sambil melangkah turun dari kereta itu dan menginjakkan kakinya di tanah.


" Adekku Gimana keadaamu sayang ," tanya Richard sambil memeluk adiknya itu.


Rani pun langsung menghambur ke pelukan Kakaknya sambil menangis bahagia.


" Kak Rani gak apa apa, Mas Chandra selalu melindungi Rani Kak," ucap Rani sambil mengecup pipi abangnya.


setelah puas memeluk Kakaknya Rani pergi ke arah Chandra yang sementara ikut tim SAR menolong orang orang yang masih terjebak di dalam wahana itu.


" Mas Chandra, " panggil Rani.


Chandra pun menoleh ke arah Rani.


" Iya ada apa Dek Rani," Ucap Chandra sambil menatap ke arah Rani.


Rani pun mendekat dan " Cup " sebuah kecupan mendarat di pipi Chandra.


" Makasih ya Mas sudah menolong Rani dari bahaya tadi, " ucap Rani sambil pergi dari hadapan Chandra.


Chandra hanya memegang pipinya dan masih terperangah seakan akan tidak percaya Rani bakal menciumnya.

__ADS_1


" Chandra sadar Chandra Rani hanya mengucapkan terima kasih gak lebih," ucap suara hati Chandra.


** Bersambung ya guys tolong di vote sebanyak mungkin ya guys terimakasih 🙏🥰**


__ADS_2