
" Tenang aja sayang Mas gak apa apa kok, ntar baju Mas di lepas kan ada baju alas yang di dalam Mas bisa pakai" ucap Chandra lagi.
" Ya sudah sekarang lepas baju Mas biar Rani simpan dalam tas ntar sampai rumah baru di jemur, ini Mas pakai ya " ujar Rani perhatian dan Rani memberikan jaket hijau army miliknya yang biasa dipakai saat jalan jalan.
" Mas pakai ya biar gak masuk angin," ujar Rani lagi.
" Adek bawa jaket?" tanya Chandra lagi.
" Iya adek kemana mana selalu bawa jaket ini, tapi jangan salah ya jaket ini harum karena selalu Rani cuci setiap dua hari Mas" ucap Rani sedikit sombong.
" Semoga pas di badan Mas ya," ujar Chandra lagi sambil melepaskan kemeja lorengnya dan memberikannya pada Rani, kemudian cepat cepat dipakainya jaket Rani itu dan ternyata benar benar pas di badan Chandra dan harum banget.
" Hmmm Canduku, " ucap Chandra sambil memakai jaket itu dengan cepat.
" Apa Mas canduku, apa itu Mas" tanya Rani agak heran dengan perkataan Chandra tadi.
" Maksud Mas wangi jaket Adek seperti candu bagi Mas" Chandra menjelaskan pada Rani.
Rani pun melipat kemeja lorengnya Chandra dan memasukkan ke dalam tas ranselnya kemudian mereka berjalan lagi ke halte.
Setelah sampai di Halte, Rani melihat rambut Chandra yang acak acak kan kemudian Rani berjinjit dan mencoba untuk merapikan rambut Chandra.
"Gak apa apa kok Dek rambut Mas seperti ini acak acakan gini kan bagus cakep kan" ujar Chandra sambil tersenyum.
Dari kejauhan tampaklah sebuah bus serbagita melaju ke arah mereka.
"Mas itu bus-nya ayo " ajak Rani sambil menarik tangan Chandra dan Chandra pun mengikutinya.
Bus pun berhenti tepat di hadapan mereka, dan mereka pun bergegas naik ke atas bus itu.
Rani mendapat tempat di dekat jendela dan Chandra duduk disampingnya.
Ketika bus mulai berjalan Rani hanya menatap keluar jendela sambil melihat alam sekitar yang mereka lewati.
sekitar 15 menit kemudian bus berhenti di sebuah halte dekat pasar tradisional di kota Denpasar.
Mereka pun turun dan membayar ongkosnya.
Kemudian mereka melangkah masuk ke area pasar itu.
" Mas kita cari sendal jepit ya," ucap Rani sambil tersenyum tipis.
**
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka selesai berbelanja dan mereka pergi ke arah halte lagi untuk pulang.
" Mas punya kejutan buat kamu Dek, ayo kita ke sana" ajak Chandra sambil menarik tangan Rani dan mereka memesan grab untuk pergi ke tempat yang di bilang Chandra.
" Sini Mas bawa belanjaan adek," ucap Chandra sambil mengambil tas belanjaan Rani.
" Emang gak apa apa Mas bawa belanjaan Adek" tanya Rani sambil tersenyum.
"Pertanyaan yang tak harus dijawab" ucap Chandra sambil mencubit pipi Rani.
" Nah itu mobilnya sudah datang ayo sayang," ucap Chandra sambil tersenyum dan mereka pun masuk kedalam mobil itu.
Selang beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah rumah minimalis modern yang sangat indah dan rindang karena dekat area persawahan dan sangat indah pemandangannya.
Banyak pohon Pinus yang tumbuh memenuhi pinggir jalan raya dan depan rumah itu.
"Pak turun depan rumah itu ya," ucap Chandra sambil memberikan ongkos pada sopir grab itu.
" Makasih ya Pak, ayo turun Dek" ajak Chandra sambil memegang tangan Rani dan tas belanjaan Rani.
Chandra membuka pagar itu dengan kunci, kemudian mereka masuk ke dalam halaman rumah itu, sungguh indah karena ada sebuah taman bunga yang Bunganya bertebaran indah dan ada air mancur di tengah tengah taman itu.
" Ayo sayang kita masuk ke dalam rumah itu " ajak Chandra.
Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah itu.
" Mas mencetak foto ini?" tanya Rani sambil tersenyum dan menatap foto itu.
"Ini rumah Mas,nanti setelah kita menikah kita tinggal disini Adek mau gak? ucap Chandra sambil mendorong Rani hingga rapat dengan tembok.
Chandra pun langsung mencium bibirku Rani dengan penuh hasrat.
Chandra ******* bibir manis Rani dengan semangat, ia menyesapkan lidahnya di seluruh bagian dalam mulut Rani dan Rani pun hanya pasrah karena memang Rani pun menginginkan juga perlakuan Chandra itu.
" Mas ganas amat sih pelan pelan dong Mas Rani gak akan lari kok " goda Rani sambil menatap manja mata Chandra.
" Maafkan Mas yang tidak bisa menahan hasrat yang bergejolak ini, Mas janji hanya akan melakukannya saat kita sudah sah menjadi suami istri" ucap Chandra sambil memeluk erat tubuh Rani yang mungil itu.
" Sayang aku mencintaimu" ucap Chandra penuh kasih.
" Rani juga mencintai dan menyayangi Mas," ucap Rani sambil mendekap erat pinggang Chandra dan menyusupkan kepalanya di dada bidang Chandra.
" Makasih sayang untuk cinta dan perhatiannya pada Mas, ayo kita pulang" ajak Chandra sambil melepaskan pelukan Rani dan mereka berdua pun berjalan keluar dari rumah itu dan Chandra mengunci kembali pintu rumah serta pintu pagar itu.
__ADS_1
Kemudian mereka pun kembali memesan grab untuk pulang ke rumah.
"Besok Mas berangkat ke Bandung jam berapa?" tanya Rani pada Chandra.
Sesekali Rani menutup mulutnya karena menguap.
" Adek mengantuk ya, bagaimana kalau kita tidur dulu dirumah kita nanti jam empat sore begitu baru kita pulang ke rumah" ajak Chandra lagi.
"Nggak usah Mas kita pulang aja biar Mas bisa mempersiapkan kebutuhan dan perlengkapan apa yang harus Mas bawa ke Bandung besok" ucap Rani menolak ajakan Chandra secara halus.
"Adek takut Mas cium adek lagi?" tanya Chandra penuh selidik.
"Mas please deh jangan berpikir macam macam deh" ucap Rani sambil memeluk Chandra erat.
"Mas gak akan merusak kamu sayang Mas akan menjagamu sampai hari itu tiba, tenang aja Mas gak akan tega dan Mas gak akan melakukan itu sebelum kita sah di mata Hukum dan Gereja" ucap Chandra sambil tersenyum penuh kasih sayang.
" Saat pengajuan nanti di Batalyon kita akan diperiksa kesehatan termasuk periksa keperawanan juga, Mas akan menjaga itu semua sampai kita sah nanti dan kita akan menikmati indahnya Malam pertama kita berdua" ucap Chandra dan kemudian melangkah kembali kerumah mereka dan Rani pun mencuci tangan,muka dan kaki kemudian masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk ukuran big size itu.
Langsung tertidur pulas karena capek seharian pekerjaan banyak.
"Sayang...Dek...." Panggil Chandra dengan panggilan kesayangan pada Rani.
Tetapi yang di panggil gak ada suaranya sama sekali.
" Kemana ya gadis itu," gumam Chandra sambil terus melangkah ke arah kamar dan ketika sampai di kamar Chandra hanya memandang wajah cantik yang selalu menghiasi mimpi malamnya itu sementara tertidur dengan lelapnya.
"Tidurlah sayang,Abang akan membuat alarmnya tepat jam empat sore ya sekarang baru jam dua siang."Ucap Chandra sambil merebahkan tubuhnya disamping Rani dan tertidur pulas.
Tepat jam empat Sore alarm pun berbunyi dan mereka pun siap untuk balik ke rumah.
" Hari ini pertama kali aku datang kerumahku bersama calon istriku dan juga calon ibu dari anak anakku kelak, betapa bahagianya diriku " ucap Chandra Sambil beres beres trus mereka pun balik kembali ke rumah tempat tinggal mereka Sekarang.
"Ayo sayang kita pesan grab aja ya, biar cepat" ucap Chandra sambil mengangkat barang barang bawaan Rani dan pergi menunggu grab.
" Sayang, kamu suka gak sama rumah kita" tanya Chandra ketika mereka keluar dari rumah itu dan mengunci pintunya dan pintu pagarnya.
"Suka Bang, tetapi kenapa Abang memilih tempat dekat area persawahan begini kan banyak ularnya"ucap Rani sambil menatap wajah tampan Chandra.
"Dekat sawah itu adem, sejuk pokoknya mata kita dimanjakan dengan keadaan lingkungan sekitar kita sayang ini adalah cita cita Mas dari dulu sayang" ucap Chandra sambil mengecup kening Rani.
"Ayo Dek mobilnya sudah datang," ujar Chandra sambil menarik tangan Rani dan mereka berdua pun naik ke dalam mobil itu.
" Dek Abang mau tanya,adek sayang gak sama Abang?" tanya Chandra setelah mereka duduk di dalam mobil itu.
__ADS_1
" Bukan sayang aja Bang tapi adek cinta sama Abang," ucap Rani sambil tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Chandra.
**Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰