
Pada malam itu, hujan turun begitu lebat, seorang pria dengan lemah terus berjalan memapah pada sebuah tembok tua, di sekujur tubuh nya penuh dengan luka, dari luka wajah hingga tubuh nya.
Brukkkk.. Tiba tiba tubuh tinggi dan besar pria itu terjatuh, duduk dengan posisi bersandar, dia menggenggam tangan kanan nya yang terdapat luka sobekan yang besar.
"" Sial! Jika bukan karena dia... Aku akan menang! "" Gumam pria itu.
"" Apa anda baik baik aja? Kenapa duduk di sini sendirian? "" Tanya seorang gadis cantik berjilbab.
Seketika pandangan pria itu membeku saat melihat Gadis itu, wajah tertutup dengan cadar dan berjilbab, dia terlihat anggun dengan payung hijau yang dia gunakan.
"" Tuan? "" Panggil gadis itu lagi.
"" Aku... ""
"" Tuan, tangan anda juga terluka, seluruh tubuh anda juga terluka""
"" Aku... Baik baik saja"" Jawab pria itu berusaha bangun.
"" Anda... Jangan banyak bergerak, tunggu sebentar"" Gadis itu membuka tas nya mengambil sesuatu di dalam, sebuah kain berwarna putih, dia menyimpan payung nya membiarkan diri nya basah kuyuk, dia merobek kain putih itu lalu berjalan mendekati pria itu, dia mengikat kan kain itu di lengan yang terluka pada pria itu.
Pria itu hanya melihat Nisa saja mengingat kain itu, tanpa berkedip sama sekali.
(Jika saja... Dia tidak memakai cadar, aku ingin melihat wajah nya...)
Batin Pria itu masih lekat menatap wajah gadis itu.
"" Sudah selesai Tuan, anda sebaiknya datang ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatan""
"" Tidak perlu... Terimakasih... ""
"" Tuan, kenapa anda di sini sendirian, dan juga... Jas, anda seperti bukan orang biasa dengan jas seperti ini"" Ucap Nisa melihat pakaian yang di pakai pria itu.
"" Tidak... Aku hanya... ""
Tap tap tap... Terdengar suara langkah kaki dari arah kiri mereka.
"" Tuan muda, ternyata anda ada di sini! Kami... Sudah dari tadi mencari anda! Apa anda baik baik saja?! "" Tanya pria berjas lain nya.
__ADS_1
"" Kalian... ""
"" Aku baik baik saja, bagaimana kalian menemukan ku? "" Tanya pria itu.
"" Kami... Melacak keberadaan anda... "" Tiba tiba pandangan nya tertuju pada Nisa.
"" Gadis ini... ""
"" Ah, saya... ""
"" Dia sudah menolong ku"" Jawab pria itu sambil berdiri.
"" Menolong, begitu terimakasih banyak Sudah menolong tuan muda Nona"" Ucap pria itu dengan senyum ramah.
"" Sama sama"" Jawab Nisa dengan senyum di balik cadar.
"" Ayo tuan muda, kita pergi""
"" Rainer... "" Ucap pria itu sebelum pergi.
"" Nama ku Rainer"" Sambil berbalik menghadap Nisa.
"" Ah, Anisa panggil saja Nisa"" Jawab Nisa dengan senyum di balik cadar lagi
"" Di mana rumah mu? Baju mu sudah basah kuyuk, mau ku antar? Anggap saja sebagai rasa terimakasih ku pada mu"" Ajak Rainer.
"" Ah, tidak perlu tuan rumah saya sudah dekat kok"" Jawab Nisa.
"" Begitu, baiklah Hati hati... Dan terimakasih"" Pria itu tersenyum manis pada Nisa dan langsung masuk ke dalam mobil.
"" Baiklah, waktunya pulang, aduh baju ku basah kuyuk! Bunda bisa marah ini... "" Ucap Nisa mengambil payung yang masih di bawah dan berjalan pergi.
Sedangkan Rainer, dia masih diam di sana mengamati Nisa yang sudah pergi berjalan menjauh.
"" Tuan muda... ""
"" Aku tau dia akan merasa terganggu, tapi... Cari tau tentang dia""
__ADS_1
"" Nona tadi? ""
"" Iyah""
"" Baik""
(Nisa... Nama yang indah...)
Batin Rainer
Kringggg.. Ponsel Rainer berdering.
"" Tuan muda... Err Tuan Bastian menelpon anda"" Sambil memberikan ponsel nya.
"" Mau apa lagi dia... "" Tanya nya sambil menerima ponsel nya.
"" Halo? ""
““ Eh? Rainer? Lu udah ketemu? Syukur deh, gua kira lu... ”” Ucap Pria itu menggantungkan kata kata nya.
"" Gua gak mungkin mati di tangan orang orang bodoh kayak mereka! ""
““ Syukur Lu masih hidup, akhirnya kakak gua masih selamat””
"" Masih anggap gua kakak lu ternyata""
““ Syukur syukur mau gua panggil kakak lu! Dasar”” ucap nya langsung menutup telpon.
"" Kayak anak kecil aja""
"" Kita jalan? "" Tanya sang supir
"" Jalan... ""
"" Siap! ""
Mobil pun melaju dengan perlahan di bawah guyuran hujan yang masih besar.
__ADS_1