1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 16


__ADS_3

Nisa yang baru selesai mandi membuka lemari baju, dan mengambil baju Abaya berwarna hitam yang di belikan suami nya untuk nya, namun saat dia akan membuka handuk nya, tiba tiba terdengar suara pintu kamar terbuka, Nisa langsung kaku dan berhenti.


Sedangkan Rainer, dia hanya melihat Nisa yang membelakangi nya, dia pun berjalan maju mendekat ke arah Nisa, sedangkan Nisa masih membatu di sana.


Plukkkk... Tiba tiba Rainer memeluk tubuh Anisa yang masih memakai Handuk, Anisa semakin panik wajah nya sudah semakin memerah.


"" Wangi banget, pake sabun apa? "" Tanya Rainer sembari mencium leher Nisa.


"" Sabun... Yang Mas pake"" Rainer tak menjawab, namun dia terus mencium leher Nisa.


"" Mas... Nisa mau pakai baju, Nisa kedinginan"" Ucap nya bernada lembut.


Rainer pun langsung melepaskan Nisa, lalu dia mengambil sebuah remote lalu menekan tombol remote, seketika ruangan itu kembali jadi hangat.


"" Suhu AC nya terlalu besar"" Ucap Rainer.


"" Ouh... "" Nisa masih diam.


"" Kenapa gak pakai baju? Katanya dingin? ""


"" Eum... "" Sebenarnya Nisa masih belum leluasa untuk memperlihatkan seluruh tubuh nya yang polos, melihat itu Rainer hanya tersenyum.


"" Baiklah, aku akan keluar, jangan terlalu buru buru, karena... Ini bukan saat nya untuk di perlihatkan"" Ucap Rainer sambil pergi dari sana.


Nisa menghela Nafas nya lalu memakai baju nya.


"" Nisa, tolong siapin baju punya ku"" Ucap Rainer sambil mengetuk pintu kamar.


"" Iyah Mas, bentar Nisa siapin"" Nisa kembali membuka lemari nya, dan mencari baju suami nya.


"" Astagfirullah, banyak banget, yang mana yah yang cocok? "" Anisa kembali mencari baju yang cocok


"" Baju ini... Sangat cocok, untuk hari ini"" Nisa mengambil semua jas biru tua, kemeja berwarna hitam panjang dan celana berwarna hitam dan tak lupa dengan sebuah dasi berwarna abu.

__ADS_1


Nisa pun berjalan ke arah pintu kamar lalu membuka nya, namun dia kaget melihat sosok pria yang begitu tinggi di depan nya.


"" Mas? ""


"" Udah selesai? "" Tanya Rainer


"" Udah Mas"" Rainer oun masuk kedalam, dan melihat baju yang Nisa siap kan untuk nya. Dan dia hanya tersenyum melihat itu.


"" Maaf kalau gak cocok, karena... Ini pertama. Kali nya Nisa siapin baju kayak gitu, biasa nya suka nyiapin baju koko buat Abah, bukan Jas"" Ucap Nisa.


"" Tidak Papa"" Rainer membuka kaos nya, lalu memakai kemeja hitam, setelah itu dia melepaskan celana pendek milik nya, Anisa langsung membulatkan kedua mata nya, namun dia langsung membalikkan wajah nya.


(Aku saja belum leluasa buat buka baju di hadapan kamu Mas, tapi kok... Kamu dengan santai nya buka baju sama celana di hadapan aku? Laki laki memang beda...)


Batin Nisa.


Kini Rainer sudah rapih, rambut nya sudah di sisir, membuat nya terlihat semakin tampan, tinggal memakai Dasi.


"" Kamu bisa pakai dasi? "" Tanya Rainer.


"" Pakein Dasi nya"" Ucap nya sambil menyerahkan dari abu abu itu.


"" Iyah... "" Nisa berjalan ke arah Rainer mengambil dasi itu, dia pun mulai memasangkan dasi di leher suami nya.


Dia sedikit jinjit, karena tinggi Rainer yang begitu tinggai, 187 dengan 165, jauh sekali. Tau Nisa kesulitan memasang Dasi karena dia terlalu tinggi, dia pun sedikit mencondongkan tubuh nya agar Nisa tak terlalu kesulitan, memang sudah semakin mudah, tapi wajah mereka berdua sangat dekat.


"" Selesai"" Ucap Nisa melepaskan tangan nya dari dasi, lalu berjalan sedikit menjauh.


"" Apa menurut mu ini tidak cocok? "" Tanya Rainer.


Memang tidak bisa di pungkiri, Rainer sangat tampan saat menggunakan Jas.


"" Mas memang tampan, tapi menurutku Mas terlihat lebih tampan saat menggunakan Peci, pakaian Koko dan juga sarung"" Jawab Nisa sembari tersenyum.

__ADS_1


"" Iya kah? ""


"" Iyah, menurutku itu jauh lebih tampan"" Jawab Nisa lagi dengan senyuman manis.


Tiba tiba Rainer berjalan ke arah Nisa, tanpa basa basi dia langsung menarik Cadar yang menutupi wajah Nisa.


"" Jika aku masih ada di sini, maka jangan dulu menutup wajah mu dengan cadar"" Ucap Rainer.


"" Iyah... "" Jawab Nisa patuh.


"" Coba senyum lagi"" Pinta Rainer.


"" Hah? ""


"" Senyum lagi, Mas mau liat senyum kamu lagi""


Dengan malu, Nisa mengangkat kedua sudut bibir nya di hadapan Rainer, itu membuat Rainer semakin gemas dengan wajah Istri nya, Rainer pun ikut tersenyum.


^^^. ^^^


.


.


.


.


.


.


Tambahan Bab, soal nya greget.

__ADS_1


makasih😘


__ADS_2