
Nisa masuk ke dalam kamar, meletakan Jas milik Rainer, dan kembali melihat Ponsel nya.
"" Bunda, teteh Abah Nia, udah dulu yah Mas Rainer udah pulang, assalamu'alaikum ""
"" Iyah, waalaikumsalam "" Nisa membuka baju nya, mengganti dengan baju tidur nya.
"" Sayang"" Panggil Rainer.
"" Iyah Mas? ""
"" Besok... Mas Gak bakal pulang""
"" Kenapa Mas? ""
"" Mas ada Meeting di luar kota, 4 hari, boleh? ""
"" Kok tanya Mas? Ya boleh dong, lagian kan biasanya Istri yang minta izin sama Suami""
"" Kamu yakin? ""
"" Iyah, kenapa emang? ""
"" Oke... Mas usahain biar cepet""
"" Iya Mas, udah kamu mandi dulu Nisa mau siapin dulu makanan""
"" Bentar""
"" Apa Mas? ""
"" Bukain kancing kemeja nya? ""
"" Hah? Kenapa? ""
"" Perintah Loh sayang? "" Ancam Rainer.
"" Iyah Mas! Iyah! "" Nisa kembali berjalan ke arah Rainer, dia mulai membuka satu persatu kancing kemeja nya.
__ADS_1
Tinggal kancing yang terakhir, dan sekarang terlihatlah dada bidang suaminya, dan juga roti sobek yang terlihat sangat jelas di perut nya itu, Rainer langsung membuka kemeja nya, sekarang dia bertelanjang dada.
Nisa tak berkedip melihat tubuh suaminya yang begitu kekar dan berotot itu, itu semua bisa menjawab kenapa dia tak pernah bisa melawan saat suaminya menggagahi dirinya.
"" Suka? "" Tanya nya.
"" Enggak, cuman aneh aja, kok bisa yah... Segede gitu... "" Jawab Nisa.
"" Olah raga, makan makanan sehat dan cukup, sama di perhatiin ahli gizi""
"" Pantes... Gak bisa ngelawan, yang di lawan nya aja begini"" Gumam Nisa.
Rainer hanya tersenyum.
"" Sayang, Mas mau""
"" Mas, kan udah kemarin... ""
"" Nolak? Itu kemarin sayang, gak apa... Biar cepet kasih cucu buat Mama... "" Jawab Rainer mendekatkan wajah nya pada sang istri, dia pun mengecup bibir istrinya dengan lembut, lalu menggendong nya ke atas kasur.
"" Mas... Gak mau mandi dulu? "" Tanya Nisa, saat Rainer mulai mencumbui leher nya.
Dan kembali panas lah kamar itu dengan penyatuan mereka..
Jam 5: 32
Nisa terbangun dari tidur lelah nya, dan melihat wajah suaminya yang masih tertidur lelap di samping nya, memeluknya Erat.
"" Mas... Bangun, udah sore"" Ucap Nisa menggoyang goyang tubuh Rainer.
"" Bentar lagi sayang, kamu mandi dulu aja"" Jawab Rainer, mata nya masih tertutup.
"" Iyah... "" Tanpa bicara lagi, Nisa turun dari kasur nya dan berjalan ke arah Kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Nisa keluar dengan menggunakan Lingerie berwarna hijau yang tak terlalu menerawang, dia masih melihat Rainer masih tidur.
"" Mas... Bangun Mas, udah Sore"" Panggil Nisa.
__ADS_1
"" Bentar sayang, kepala Mas sedikit pusing "" Jawab Rainer.
"" Pusing? Kenapa? Mas sakit? "" Nisa menyentuh kening Rainer, hanya sedikit panas.
"" Untung, cuman panas biasa, Mau Nisa buatin air hangat? ""
"" Gak apa sayang, Mas cuman pusing sedikit entar juga sembuh""
"" Mas yakin...? ""
"" Iyah sayang""
"" Ya udah, kalau gitu Nisa masak dulu yah Mas""
"" Iyah"" Nisa keluar dari kamar nya, turun ke bawah lalu memasak, sebenarnya Nisa sedikit khawatir dengan Rainer, dia takut Rainer akan sakit.
"" Bikin air hangat aja yah? Di sini ada madu gak yah? "" Nisa mencari cari di kotak tempat menyimpan bumbu makanan.
Lalu membuka lemari yang ada di atas kompor.
"" Ada, untung... Ada! Oke, nanti Pas udah selesai masak, bikin air hangat buat Mas Rainer"" Ucap nya menggenggam madu sebotol kecil itu.
Nisa pun mulai memasak makanan untuk nanti malam.
Di kamar Rainer, dia hanya menggeliatkan tubuh nya ke sana kemari merasa tak nyaman dengan punggung nya.
"" Ah... Sial! Untung hanya sayatan kecil, tapi malah merembet aku yang jadi sakit, menyebalkan sekali pria itu! "" Oceh nya di dalam kamar itu.
Dia berusaha turun dari kasur, dan berjalan ke arah kamar mandi.
"" Aneh... Padahal tadi semangat, sekarang kesumat, parah... "" Ucap nya lagi.
Setelah selesai memasak, Nisa menghangatkan air untuk kompres Rainer, dia pun juga mencampur sebuah teh dengan madu (enak tuh Nis)
Lalu dia pun membawa nya ke atas, dia membuka pelan pintu kamar nya, dan sudah melihat Rainer duduk di depan sisi kasur, telanjang dada dan memijat bahu nya.
Nisa menghentikan jalan nya saat Rainer meregangkan tubuh nya ke samping, melihat sebuah luka sayatan yang sangat panjang terbentang di punggung sang suami, Nisa langsung terkejut.
__ADS_1
"" Mas... ""