1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 20


__ADS_3

Selama perjalanan, Rainer terus memangku Nisa di dalam mobil.


"" Mas, kita mau kemana? ""


"" Kamu akan tau nanti"" Jawab Rainer singkat.


Mereka pun sampai di sebuah pekarangan rumah yang di hiasi begitu banyak bunga yang indah, sampai mata Nisa membeku saat melihat Rumah yang begitu besar dan mewah.



"" Mas... Mas, itu rumah besar bangat"" Ucap Nisa dengan kagum.


"" Itu Mansion punya kita""


"" Apa?! Punya kita?! ""


"" Iyah, ini rumah baru kita"" Jawab Rainer.


"" Ah... ""


(Indah sekali...)


Batin Nisa


Mereka pun berhenti di pekarangan rumah itu, dengan sigap lagi supir langsung membuka pintu mobil, Rainer pun kembali menggendong Nisa.


"" Mas... Ini indah banget... "" Ucap Nisa masih kagum dengan rumah itu.


"" Ayo kita lihat lihat""


"" Iyah""


"" Tapi tunggu dulu, masih ada sesuatu""


"" Apa? "" Rainer pun menurunkan Nisa dari gendongan nya

__ADS_1


Tidak lama datang seseorang membawa sesuatu di tangan nya.


"" Apa itu Mas""


"" Nisa, kamu suka gak? "" Tanya Rainer menunjukan Mahkota yang di belikan oleh Papa Gibran.


"" Mas... Subhanallah, indah banget Mas! ""


"" Bagus kalau kamu suka, sini"" Pinta Rainer, dan Nisa pun mendekat ke arah nya.


Rainer pun memasangkan Mahkota itu di kepala Nisa.



"" Ini adalah tanda cinta ku pada mu"" Bisik Rainer di telinga Nisa, Seketika wajah Anisa memerah.


"" Ayo masuk"" Ajak Rainer. Dan Nisa hanya mengangguk.


Mereka pun masuk ke dalam.


"" Bismilah... ""


"" Mas... "" Lirih Nisa.


"" Kamu suka? "" Nisa pun angguk.


Tiba tiba Anisa Berlari ke arah Rainer dan memeluk tubuh nya.


"" Makasih Mas... "" Ucap Nisa sembari menangis.


Dia tidak menyangka kalau kehidupan nya akan menjadi lebih baik setelah menikah.


"" Sama sama sayang"" Jawab Rainer dengan lembut dan membalas pelukan Nisa.


"" Ayo, kita lihat yang lain nya"" Nisa mengangguk.

__ADS_1


Mereka pun kembali menyusuri tempat itu, tempat tempat yang megah, bahkan dapur nya saja sangat besar dan mewah, Nisa tak henti henti mengucapkan Subhanallah karena mewah dan indah nya rumah itu. Sedangkan Rainer dia hanya diam sembari tersenyum mengikuti sang istri menyusuri Mansion baru mereka. Dan sampai pun mereka di kamar utama, Nisa membuka perlahan pintu besar itu, dan terlihatlah bagian dalam dari kamar mereka.


"" Mas... Luas banget... ""


"" Jika kecil gak akan muat buat keluarga kecil kita nanti"" Jawab Rainer dari belakang


"" Mas, Ini indah sama mewah banget""


"" Tentu saja harus indah dan mewah, karena tempat ini... Akan menjadi saksi pertama penyatuan kita malam ini... "" Bisik Rainer dari belakang Anisa.


Wajah Anisa langsung tertunduk malu, sebenarnya dia benar benar belum siap untuk melakukan hal itu.


"" Tunggu disini sebentar""


"" Mas mau kemana? ""


"" Mau kebawah dulu sebentar bawa sesuatu""


"" Iyah""


Rainer pun turun ke bawah, meninggalkan Nisa di kamar yang luas itu.


(Apa aku sudah siap? Tapi ini memang harus aku lakukan, ini adalah tanda bakti seorang istri pada suaminya... Ayolah Anisa! Jangan tegang! Dia sudah melakukan ini semua untuk mu! Jangan sia sia kan semua yang dia lakukan!)


Batin Anisa menepuk tepuk pipi nya


Tak lama Rainer pun datang dengan membawa sebuah Paper bag.


"" Mas, bawa apa? "" Tanya Nisa.


"" Ini, kamu pakai ini""


"" Emang ini apa? ""


"" Kamu pakai aja sekarang, masuk kamar mandi, dan mahkota nya jangan kamu lepas, pakai lagi pas udah ganti baju""

__ADS_1


"" Iyah... "" Nisa pun mengambil Paper bag itu dan masuk ke dalam kamar mandi.


Di kamar mandi, Nisa mengunci pintu nya, lalu membuka isi Paper bag yang di beri oleh suami nya, setelah membuka nya dia sangat terkejut dengan isi dari paper bag berwarna coklat itu. Sebuah Lingerie berwarna pink yang begitu menerawang, bahkan walaupun memakai pakaian ini terlihat tidak seperti memakai pakaian.


__ADS_2