1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 24


__ADS_3

Memang benar, setelah menikah kita perempuan akan pergi dari rumah nya dan menuju rumah suaminya, meninggal kan orang orang terdekat kita, dan jarang bisa kembali bertemu dengan mereka.


Nisa jadi merindukan Nia, Bunda Dan Abah.


Nisa merasa mata nya berat, dia mengantuk, biasanya Nisa sekarang akan mengajar mengaji dan mengaji, namun karena sekarang libur jadi dia tidak pergi kemana mana.


Namun tiba tiba...


Ting... Nong... Suara Bel rumah kembali berbunyi.


Nisa kembali memasang cadar nya, dan turun ke bawah melibat siapa yang datang.


"" Assalamu'alaikum, Nisa sayang ini mama! "" Teriak Mama Ayu dari luar.


"" Wa'alaikumussalam, bentar Mah! "" Jawab Nisa dari dalam


"" Wa'alaikumussalam, Mama""


"" Menantu Mama, buka dong cadar nya sayang""


"" Tapi... Mama masuk dulu""


"" Bentar bentar, Pak Sutomo kesiniin Pak"" Pinta Mama Ayu pada Pak Sutomo.


"" Ini Nyonya, kuenya""


"" Bagus, makasih yah pak""


"" Sama sama nyonya""


"" Kue... Buat siapa mah? ""


"" Kamu sama Rainer, ayo masuk"" Mama Ayu dan Nisa pun masuk ke dalam.

__ADS_1


"" Ini kamu simpan dulu di kulkas"" Titah mama Ayu sambil memberikan kue nya.


"" Mama mau minum dulu? Biar Nisa siapin""


"" Mama mau teh aja sayang, sama kamu kita ngobrol ngobrol""


"" Iyah Mah"" Nisa pun pergi ke dapur yang luas itu, menyiapkan Teh lalu menaruh kue rasa coklat itu di kulkas .


"" Ini Mah teh nya, dan ini juga ada biskuit nya""


"" Nisa, mama mau tanya""


"" Tanya apa yah Mah? ""


"" Gimana rasanya? ""


"" Ah? Rasa apa yah mah? Rasa kue nya? ""


"" Bukan, tapi rasa kemarin malam loh... ""


"" Gimana? Enak gak? ""


"" Maksud mama... Kemarin malam itu... ""


"" Iyah, enak gak? Pasti enak dong, Rainer kan ganteng, tubuh nya juga kekar""


"" Itu... Iyah, emang sih Mah... Tapi Mas Rainer berat""


"" Tentu berat, dia berat nya aja hampir 70 kilo lebih""


"" Hah? ""


"" Iyah, berat nya tuh karena otot nya, dari dada, tangan dan juga perut, roti sobek nya keliatan jelas banget kan? ""

__ADS_1


"" Itu... Iyah... ""


"" Kamu pasti suka sama dia kan! Dia bukan cuman ganteng, tapi Rainer juga seorang pengusaha! "" Nisa tersenyum.


"" Mah, Nisa nikah sama Mas Rainer bukan karena Mas Rainer itu ganteng dan juga berkuasa, tapi Nisa Nikah sama Mas Rainer, karena Nisa liat kalau Mas Rainer itu orang nya baik, lembut dan juga penyayang, itu yang bikin Nisa nyaman sama Mas Rainer""


Mama Ayu diam sambil menatap lekat Nisa.


(Kamu gak tau sayang, dia kayak gitu cuman sama kamu aja, di luar sana, dia adalah pria yang liar dan juga kejam, walaupun dia tak suka bermain dengan perempuan, tapi dia bisa menghabisi perempuan yang mengusik nya, melihat dia mau menikah sama kamu, Mama yakin kalau kamu adalah orang yang akan menuntun Rainer ke jalan yang benar)


Batin Mama Ayu.


"" Mah, Kok ngelamun? ""


"" Eh, maaf mama cuman senang ada perempuan yang mau sama Rainer karena sikap nya bukan karena kekuasaan""


"" Maksud Mama? ""


"" Banyak di luar sana yang suka sama Rainer, tapi semua Rainer tolak karena tau kalau mereka ingin harta nya sama bukan karena tulus mencintai nya, dan akhirnya dia ketemu sama kamu, mama seneng banget""


"" Ouh... ""


Percakapan pun berlangsung lama, Mama Ayu bertanya tentang bagaimana perasaan Nisa pada Rainer, walaupun jawaban Nisa sederhana tapi berhasil membuat Mama Ayu yakin, pertanyaan semakin merembet tentang hubungan Nisa dengan Rainer yang semakin sulit untuk Nisa menjawab, dia masih ragu akan semua hal itu.


Sampai Azan Magrib di kumandangkan, Mama Ayu baru pergi dari sana, akhirnya Anisa bisa bernafas lega, dia naik ke atas tangga masuk ke dalam kamar, dia pun mandi lalu mengambil Wudhu, dia pun Sholat magrib, membaca Al-Quran beberapa ayat, lalu dia pun mengganti baju nya dengan baju tidur, dia turun ke bawah dan menyiapkan makan malam, menghangatkan makanan sisa tadi pagi.


Setelah selesai, dia kembali masuk ke dalam kamar karena ingin mengambil ponsel nya.


Dia membuka layar ponsel nya dan melihat Wallpaper Foto suami nya.


..."" Nisa, kamu Cinta sama Rainer? ""...


Tiba tiba pertanyaan itu teringat kembali oleh Nisa

__ADS_1


"" Mas, aku masih gak tau aku cinta atau enggak sama kamu... Maaf"" Ucap Nisa memandang foto suami nya lekat dengan mata berkaca kaca


__ADS_2