
Keesokan hari nya, Nisa sudah bangun begitu juga dengan Rainer, dia sudah akan pergi.
"" Hati hati di rumah"" Ucap nya pada Nisa.
"" Iyah Mas, Mas juga hati hati yah... Awas bawa istri baru"" Ancam nya pada sang suami, Rainer hanya tersenyum mendengar ucapan.
Sebelum pergi, Rainer memeluk dan mencium kening istrinya itu, seakan itu adalah hari terakhir mereka bertemu.
"" Mas berangkat, assalamu'alaikum ""
"" Iyah, waalaikumsalam"" Rainer pun keluar dari pintu rumah itu, dia berjalan ke arah mobil nya, namun terus melihat ke belakang, seakan tak rela memalingkan pandangan dari sang istri dan pergi menjauh.
"" Sayang... Mas gak rela... "" Teriak nya sembari memegangi Dada nya yang terasa sesak karena harus meninggalkan sang istri.
"" Mas... Kayak mau di tinggal perang aja sih? Gak usah lebay, tenang Nisa bakal baik baik aja kok"" Jawab Nisa.
"" Mas kan mau perang""
"" Apa?! ""
"" Perang dengan rasa rindu karena jauh dari mu"" Nisa langsung menghela nafas nya dan menggeleng kepala.
"" Mas... Udah cepet, nanti telat loh""
"" I love you baby""
"" I love you so much"" Jawab Nisa dengan melambaikan tangan nya.
Rainer pun harus rela, masuk ke dalam mobil dan menjauh dari sana, meninggalkan istri yang sangat dia cintai.
Nisa menghela nafas, lalu masuk ke dalam, tiba tiba ponsel nya berbunyi, dia langsung mengangkat nya.
"" Assalamu'alaikum Bun, ada apa? ""
__ADS_1
““ Waalaikumsalam, Nisa... ”” Nisa langsung terkejut mendengar suara Bunda Tari yang bergetar seperti menahan tangis.
"" Bunda! Bunda kenapa? Kok nangis? ""
““ Sa, kamu ke sini semarang sayang... ””
"" Tapi... Tapi Bunda kenapa? Ya udah Nisa ke sana sekarang"" Nisa menutup telpon nya, berjalan ke arah tangga, dan dengan cepat turun lagi.
Dia langsung memanggil supir pribadinya untuk mengantarnya pergi ke rumah Bunda Tari.
Dengan keadaan cemas Nisa duduk di mobil, rasanya sangat khawatir dan tidak nyaman hati nya, dia sangat bingung kenapa Bunda Tari menangis.
(Kenapa Bunda nangis? Semoga gak ada apa apa ya Alloh...)
Batin nya berdoa pada yang masa Kuasa.
_______
"" Kok... Banyak motor? "" Tanya Nisa bingung.
Dia pun berjalan masuk ke dalam rumah Bunda Tari, dia lebih di kejutkan dengan ada nya keluarga lain di rumah itu, dan seorang pria yang tertunduk di samping seorang pria paruh baya.
"" Assalamu'alaikum "" Ucap Nisa.
"" Waalaikumsalam."" Ucap mereka semua bersamaan.
"" Bunda, Abah, Nia, Teteh"" Panggil Nisa, ikut duduk dengan mereka.
"" Ada apa? Kenapa... Banyak orang? ""
"" Laki laki itu...! "" Tunjuk Lisa pada pemuda yang tertunduk.
"" Apa? Ada apa? "" Tanya Nisa semakin bingung.
__ADS_1
"" Kemarin malam, pas Nia pulang pengajian, tiba tiba... Laki laki itu, melecehkan Nia... Dengan menyentuh beberapa aset berharga Nia! "" Bentak Lisa menatap marah pada Laki laki itu.
"" Inalillahi! "" Nisa langsung tersentak kaget.
"" Hiks... Hiks... Teteh... "" Nia langsung memeluk tubuh Nisa dan menangis.
"" Kenapa... Kenapa anda melakukan itu pada adik saya? "" Tanya Nisa ikut marah.
"" Aku... Aku... "" Namun pria itu hanya terbata.
"" Maaf kan putra saya Nisa, sebenarnya... Dari dulu dia sudah menyukai Nia, namun Nia... Selalu menolaknya... "" Ucap pria paruh baya itu, Pa Daus.
"" Aku sudah sangat lama menyukai Nia, tapi dia selalu menolak ku, jadi... Aku melakukan itu pada nya! "" Jawab Pria itu, Furqon.
"" Apa perlu sampai seperti itu?! Kau berani melecehkan seorang perempuan! Apa kau tau hukumnya doa jika di islam hah?! "" Sambung Nia dengan marah.
Terlihat wajah Nisa langsung muram, mendengar penjelasan itu.
"" Tuan, Anda menyukai adik saya boleh, tapi cara anda salah, bukan nya semakin membuat adik saya suka, tapi anda malah membuat dia takut dan menjauh dari anda, apa anda pikir... Walaupun anda berhasil memperkosa Nia, kami akan menerima anda? Tidak! "" Pria itu langsung mengangkat kepala nya menatap Nisa, dan Nisa hanya menatap balik pria itu datar.
"" Jika anda memperlakukan Adik saya dengan seperti itu, maka Aku bahkan Abah pun tak akan pernah mau memberikan Nia pada anda, walaupun Nia sudah tak perawan lagi, tapi aku yakin... Masih ada orang yang mau bersamanya"" Jawab Nisa.
"" Aku tidak mau! Aku tidak mau dengan laki laki seperti itu Teh! "" Tangis Nisa semakin mempererat pelukan nya.
"" Apa saja... Yang anda lakukan pada adik saya"" Tanya Nisa dengan wajah suram dan datar nya.
"" Aku... ""
"" Jangan menyangkal lagi! Jika kau tak jujur, maka aku akan mengangkat masalah ini ke dalam hukum! "" Bentak Lisa.
"" Tolong! Jangan penjarakan putraku! Dia memang salah! Tolong maaf kan dia! ""
"" Dan jangan lah engkau Paksa hamba sahaya perempuan untuk melakukan pelacuran, sedangkan mereka hanya ingin sebuah kesucian, karena engkau hendak mencari keuntungan duniawi ( QS. An-Nur: Ayat 33 ), dan berarti hukum nya dosa, dan jika di bawa ke masalah hukum, maka anda akan di penjarakan paling lama... 12 tahun penjara karena kasus pelecehan seksual"" Semua bungkam mendengar ucapan Nisa.
__ADS_1