
Tiba tiba Bastian merangkul tubuh Rainer dari belakang.
"" Selamat yeh, udah punya Bini sekarang""
"" Iyah iyah... Gaji lo gua tambahin""
"" Serius? ""
"" Iyah, buat gaji yang tadi lo teriak Sah duluan""
"" Asik! Mantap lah, berapa? ""
"" 10 juta? ""
"" Dih, masa cuman nambah 2 juta doang? ""
"" Jadi mau berapa? ""
"" 20 juta gimana? ""
"" Satu tahun""
"" Pelit benget dah lu ahk! "" Ucap nya melepaskan rangkulan nya dan menggaruk kepala nya kasar.
"" Canda, oke 2 bulan ""
"" Nah gitu dong! ""
"" Mah, Bunda sama yang lain boleh nginep dulu gak di sini sampai besok? "" Tanya Nisa pada Mama Ayu.
"" Boleh sayang""
"" Maaf sayang, kita gak bisa nginep soal nya Nanti udah magrib Abah ada pengajian, ibu juga harus ikut, terus Nia juga harus ngaji, maaf yah Sayang""
"" Iyah, gak apa apa Bun, Nisa ngerti""
"" Maaf yah Nisa, kami gak bisa lama lama di sini, kami pulang dulu yah""
__ADS_1
"" Kenapa cepat sekali pulang nya? ""
"" Maaf yah Nisa""
"" Aku akan menyiapkan mobil untuk kalian"" Ucap Rainer
"" Gak usah repot repot, kami akan pulang naik taksi saja""
"" Jangan begitu Bun, gak apa biar supir yang antar kalian""
"" Baiklah kalau begitu, kami pulang""
"" Kakak, nikmati malam pertama nya yah"" Ledek Nia pada Nisa.
"" Nia... ""
"" Kalau gitu kita berangkat sekarang yah""
"" Hati hati""
"" Alhamdulillah, Mama udah punya mantu! "" Teriak Mama Ayu senang.
"" Oke, nanti bakal ada sesi pemotretan, kamu ganti baju dulu sama Nisa yah""
"" Iyah Mah""
Mereka pun memulai sesi pemotretan, dengan gaun yang berbeda beda Nisa terlihat sangat cantik walaupun wajah nya masih tertutup oleh Cadar, beberapa kali sesi pemotretan itu membuat Nisa kewalahan untuk berdiri, sampai sampai Rainer jadi harus menggendong nya untuk sesi pemotretan ke 8 mereka.
Semua orang langsung bersorak melihat mereka yang begitu mesra.
"" Foto foto! Foto yang banyak! "" Teriak Bastian.
Sedangkan Nisa hanya tersenyum malu dengan kondisi mereka sekarang. Rainer terlihat sangat bahagia dengan pernikahan nya.
Malam hari pun tiba, acara pernikahan sudah selesai, semua tamu undangan sudah pergi yang tersisa hanyalah Mama Ayu, Papa Gibran dan juga Bastian yang dari tadi tidak henti menyantap Dessert, sedangkan Anisa dan Rainer sudah ada di kamar mereka.
"" Alhamdulillah, acara nya sukses yah"" Ucap Mama Ayu merebahkan diri nya di Sofa.
__ADS_1
"" Iyah tante, Dessert nya enak"" Jawab Bastian.
"" Bas, Bas itu Dessert nya kamu yang paling banyak makan, tamu undangan pun tak kebagian semua""
"" Maaf Tan, soal nya enak banget ini kue nya""
"" Ngomong ngomong, Gimana sama Rainer sama Nisa? "" Tanya Papa Gibran
"" Tenang Om, banyak cewek yang luluh sama Rainer, Nisa juga pasti akan luluh sama dia, lagian juga Nisa nikah bukan karena paksaan"" Jawab Bastian.
"" Iyah sih, bener juga Rainer kan ganteng, campuran orang Indo, Jepang sama Cina""
"" Bastian juga ganteng"" Keluh nya dengan bibir maju ke depan.
"" Kamu campuran Indo sama Cina""
"" Gak apa, yang penting gak kalah ganteng sama si abang"" Jawab nya sembari senyum lebar memperlihatkan gigi putih rapih nya.
"" Ouh iyah Bas, kamu bisa anterin ini ke kamar Rainer gak? ""
"" Apa? ""
Sedangkan di kamar Rainer, Anisa sedang duduk di kasur nya, sedangkan Rainer dia menyandarkan tubuh nya di belakang pintu kamar masih memperhatikan Nisa dengan seksama.
"" Kamu cantik... "" Tiba tiba ucapan itu dia lontarkan pada Nisa.
"" Aku tau, karena aku perempuan"" Jawab Nisa
"" Tidak, kau lebih cantik dari perempuan yang pernah aku temui"" Rainer berjalan ke arah Nisa yang langsung membuat Nisa tegang.
"" Nisa, karena aku sudah menjadi suamimu, bolehkah aku... Melihat wajah mu? "" Tanya nya setelah dia ada di hadapan Nisa.
Nisa langsung berdiri dari duduk nya, dia menatap mata sang suami dengan lekat, lalu dia pun membuka secara perlahan cadar putih yang menutupi wajah nya, berlahan lahan dia menurunkan cadar nya.
Deg... Tubuh Rainer membeku, dia sangat terkejut melihat wajah istri nya yang sudah di dandani dengan cantik, walaupun sederhana tapi dia terlihat sangat cantik, dengan dagu yang lancip, pipi yang chubby dan bibir merah mungil yang begitu menggoda, dia terlihat lebih cantik dari yang dia lihat sebelum nya.
Rainer tersenyum tipis melihat wajah istri nya yang begitu cantik
__ADS_1