
Tiba tiba dia berjalan maju mendekat ke arah Nisa, yang spontan membuat Nisa langsung mundur namun dengan cepat di cegah oleh Rainer dengan menggenggam pinggang kecil sang istri, wah dia bahkan dia menggenggam pinggang nya.
"" Mau kemana? "" Tanya Rainer.
"" Mundur"" Jawab Nisa polos.
"" Mau apa mundur? Mau cepet cepet lakuin itu? "" Tanya Rainer yang membuat wajah Nisa memanas.
Ouh tidak! Dia masih belum siap!
"" Masih belum siap yah? Tidak apa apa, lagi pula aku berniat untuk menahan diri malam ini, aku akan menggagahi mu di tempat yang tenang dan nyaman"" Bisik nya di telinga Nisa.
Dia kembali melihat wajah Nisa yang mirip seperti bayi, wajah nya sangat menggemaskan, apa lagi bibir merah mungil itu, sangat menggoda nya.
Wajah Rainer semakin mendekat ke arah Bibir Anisa, seakan siap untuk menyantap bibir mungil sang istri, namun saat bibir itu hampir bersatu tiba tiba...
Tok... Tok... Tok...
"" Rainer! Buka dulu bentar! "" Pekik Bastian yang membuat Rainer harus menghentikan aksi nya, dia mendesah kesal lalu melepaskan tubuh Nisa dan berjalan ke arah pintu.
"" Kamu masuk dulu ke kamar mandi "" Titah Rainer dan Nisa langsung menurut.
"" Apa? "" Tanya Nya setelah pintu terbuka.
"" Ganggu yah? Tahan dulu napa, ini baru jam 9 malem kok""
"" Lo mau apa? Ganggu aja""
"" Ini, tante suruh gua buat ngasih ini ke lo""
__ADS_1
"" Apaan nih? ""
"" Gak tau, buka aja""
"" Oke, lo bisa keluar sekarang""
"" Iyah iyah, gak perlu ngusir kali"" Dengan cukup kesal Bastian melangkahkan kaki nya turun kebawah.
"" Sial! Momen indah ku terganggu! "" Gumam Rainer kesal, dia pun langsung menutup kembali pintu kamar nya.
"" Nisa, kamu masih di dalem? "" Tanya Rainer sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"" Iyah Mas, Nisa lagi mandi maaf kalau lama""
"" Ya udah, jangan lama lama nanti masuk angin""
"" Iyah""
"" Mass... "" Panggil Nisa dari kamar mandi.
"" Iyah ada apa? Kamu butuh sesuatu? ""
"" Nisa... Lupa bawa handuk... "" Jawab Nisa dari kamar mandi yang membuat Rainer terkekeh.
"" Tunggu sebentar, Mas ambilkan"" Dia pun mengambil handuk dekat gorden lalu berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi.
"" Ini handuk nya Nis""
Terdengar suara kunci pintu yang di buka, tiba tiba keluar sebuah lengan putih panjang dari kamar mandi, Rainer tertegun sejenak.
__ADS_1
"" Mas, han... Handuk nya... ""
"" Ouh ini"" Rainer pun menyerahkan handuk itu pada tangan Nisa.
"" Kenapa cuman tangan nya aja yang keluar? Kamu nya mana? "" Tanya Rainer dengan senyum geli.
"" Enggak mau... Malu... "" Jawab Nisa dengan nada polos namun mengerti.
"" Oke, cepet keluar nanti masuk angin""
Tak lama setelah Rainer mengatakan itu, pintu kamar mandi pun terbuka, Rainer terkejut melihat Tubuh Anisa yang hanya berbalut handuk, dengan rambut yang di gerai panjang dan tubuh nya yang mungil namun bagus, sukses membuat Rainer menelan saliva bahkan jakun nya sampai bergerak.
"" Kalau Mas mau mandi tinggal mandi aja, Nisa udah siapin air nya"" Ucap nya pada Rainer.
"" Mas... ""
"" Iyah? ""
"" Tolong... Geser sedikit, Nisa mau ganti baju Nisa kedinginan""
"" Ah, ouh iyah oke... "" Jawab Rainer sedikit kikuk, lalu dia pun sedikit menggeser tubuh nya memberi jalan pada Nisa.
Dengan cukup cepat Nisa berjalan ke arah lemari pakaian, kata Mama Ayu semua pakaian Nisa dan Rainer sudah tertata rapih di lemari. Dia pun membuka nya, mengambil sebuah dress bunga bunga berwarna pink, tinggi nya sampai bawah lutut dan panjang legan nya di atas siku.
Melihat itu Rainer semakin memanas. Jakun nya terus menerus bergerak dengan cepat.
"" Mas, kok belum masuk? Masih belum mau mandi? "" Tanya Nisa yang akan membuka handuk nya di hadapan Rainer.
Tak ingin dirinya semakin menggila, Rainer tak menjawab Nisa dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Nisa hanya menatap suaminya bingung.
__ADS_1
Sedangkan Rainer, dia terus menghela nafas nya berkali kali, dada nya terpompa dengan cepat, wajah nya memanas bak sebuah tomat matang.