
Alisa, Anisa dan Sania semua ada di rumah itu seperti dulu, manja kepada Abah dan Bunda seperti anak kecil, walaupun Alisa tak bisa leluasa karena ada suaminya, walaupun suaminya hanya tersenyum dan menggeleng kepala nya.
Waktu makan malam pun tiba, Anisa langsung membuat makan malam, sedangkan Teh Alisa masih belum keluar dari kamar setelah hampir lebih dari satu jam.
"" Teh Alisa kenapa lama benget? "" Tanya Nisa.
"" Nia, kok teteh lama? "" Tanya Nisa pada Nia.
"" Lagi layanin suami, jangan dulu di ganggu"" Jawab Nia.
"" Iyah iyah""
Tak lama setelah di bicarakan, Teh Alisa keluar dari kamar nya.
"" Teteh, udah? "" Tanya Nia.
"" Apa? "" Tanya Lisa sambil berjalan ke arah mereka.
"" Jangan dengerin dia"" Ucap Nisa
"" Ya udah ayo kita masak""
"" Oke""
Namun tiba tiba mereka mendengar suara mobil dari lapangan rumah.
"" Mas Rainer... "" Ucap Nisa langsung menghampiri pintu masuk.
"" Semangat bener"" Ucap Nia.
Anisa langsung membuka pintu rumah nya, dan ternyata benar Rainer yang datang, Rainer keluar dari mobil nya dan melihat Anisa yang sudah menunggu nya di depan pintu.
"" Sayang... "" Ucap Rainer mendekat ke arah Nisa.
"" Assalamu'alaikum "" Ucap Rainer
__ADS_1
"" Waalaikumsalam, eh Nak Rainer juga ke sini"" Ucap Bunda Tari.
"" Bunda, Abah"" Rainer menghampiri keduanya dan memberikan salim pada mereka.
"" Pas Mas dateng, lagi nyiapin makan malam kita makan malam di sini yah Mas"" Pinta Nisa pada Rainer.
"" Jangan Nis, kalian pulang aja kasihan Nak Rainer pasti gak pernah makan makanan kayak gini"" Ucap Bunda Tari.
"" Gak Apa Bun, saya mau makan malam di sini""
"" Ya sudah kalau gitu""
"" Teteh teteh, itu makanan yang di panci nanti gosong loh"" Ucap Nia.
"" Astagfirullah! "" Ucap Ani dan Lisa bersamaan dan langsung berlari ke arah dapur.
"" Maaf, itu yang satu lagi siapa? "" Tanya Rainer.
"" Ouh, itu teh Alisa baru pulang dari Madinah"" Jawab Nia.
"" Ouh, keturunan orang Arab"" Ucap Rainer.
"" Keturunan orang China"" Jawab Adnan.
"" Nama ku Rainer Michael Gibran"" Ucap Rainer mengulurkan tangan nya.
"" Nama ku Muhammad Adnan Zulkifli "" Jawab Adnan menjabat tangan Rainer.
"" Makan malam sudah siap! "" Teriak Anisa dari Arah dapur.
"" Dia bisa berteriak juga.. "" Ucap Rainer kaget.
"" Ya sudah, Ayo kita makan malam"" Ajak Bunda Tari.
"" Mas, Jas nya buka biar Nisa simpen dulu "" Ucap Nisa pada Rainer.
__ADS_1
"" Iyah""
"" Ayo... ""
Mereka semua pun makan bersama di sana, dengan tenang dan Nikmat, dan juga Rainer dan Adnan mereka mengobrol dengan dekat, mengobrol kan semua hal tentang seorang pria, Rainer juga bertanya beberapa hal lain tentang tugas suami.
"" Apa benar, kalau suami ingin istri gak boleh nolak? "" Tanya Rainer tiba tiba yang membuat Alisa dan Anisa melihat ke arah nya.
Adnan hanya tersenyum dan langsung menjawab.
"" Benar, jika suami ingin istri tidak boleh menolak, hukum nya dosa kecuali jika sang istri sedang halangan, seperti sedang datang bulan atau sakit"" Jelas Adnan.
"" Kan udah pernah Nisa bilang Mas"" Ucap Nisa.
"" Iyah, jadi kalau suami pengen jangan nolak kan? "" Tanya Rainer sambil melihat ke arah Nisa dengan senyum nya yang nakal.
Nisa yang di lihat seperti itu hanya diam karena malu.
"" Ih... Mas Mesum... "" Ucap Nisa sambil sedikit menggeser duduk nya pada Bunda.
Sedangkan semua yang di sana hanya tertawa melihat kelakuan Anisa dan Rainer.
Setelah Abah, Adnan dan Rainer selesai makan, sekarang giliran Anisa, Alisa, Sania dan Bunda yang makan, sedangkan para pria itu hanya mengobrol di ruang tamu.
"" Anisa dan Alisa kalau sudah menutup wajah mereka terlihat mirip, apa kalian gak akan salah liat mereka? "" Tanya Abah Syarif.
"" Saya bisa bedain istri saya walaupun hanya dari mata"" Jawab kedua menantu Abah, seketika Mereka berdua saling melihat, mereka langsung tertawa.
"" Syukurlah, putri putri ku bahagia, jadi tinggal Sania aja yang tersisa""
"" Assalamu'alaikum"" Teriak seorang pria dari luar.
"" Siapa? "" Tanya Adnan.
"" Bastian? ""
__ADS_1
"" Silahkan masuk"" Ucap Abah pada Bastian