
Bastian diam mendengar ucapan kedua gadis bercadar itu, sangat benar dan sangat masuk logika, mereka memang muslimah yang pintar dan kuat.
Bastian menunjukan layar ponsel nya, dia sedang menghubungi seseorang.
"" Minta maaf pada Nia, atau aku benar benar akan menuntut putramu pada hukum, kebetulan aku punya sahabat seorang komandan kepolisian militer, putra mu akan di tangkap sekitar 10 menit setelah aku menelpon nya"" Ucap Bastian, sontak saja mereka langsung melotot.
Brukkk... Furqon langsung bersujud di depan Nia.
"" Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku menyesal, jangan penjarakan aku! Nia, aku mohon maaf kan aku! Aku tak akan mengganggu mu lagi! Aku mohon ampunan mu! "" Ucap Furqon.
"" Aku tak akan menutup telpon nya sebelum Nia memaafkan mu"" Sambung Bastian.
"" Nia! Aku mohon maaf Nia! Aku tak sengaja melakukan nya! Aku khilaf Nia! Aku mohon! "" Namun Nia masih diam.
Telpon pun terhubung.
““ Halo Bas? Ngapain telpon? ”” Tanya seorang pria.
"" Bentar, Ayo cepat? Bagaimana Nia? Mau di masukan penjara... Atau kau maaf kan? ""
"" Nia! Tolong! Jangan penjarakan putraku! Aku mohon Nia! ""
““ Kok Rame Bas? Lo ada di mana? ”” Tanya Pria itu lagi.
"" Diam dulu lo""
"" Nia! Saya mohon! "" Ibu itu pun meneteskan air mata nya.
Nia mengernyit kan dahi nya, tak tega karena dia selalu merasa sakit hati melihat Bundanya menangis, dengan terpaksa Nia mengangguk.
"" Aku maafkan! "" Ucap Nia.
Bastian menatap Datar wajah Nia.
(Sial! Di maafin lagi!)
Batin Bastian kesal.
Furqon tersenyum. "" Terimakasih! Terimakasih banyak Nia! "" Ucap Furqon.
__ADS_1
"" Aku memaafkan mu karena ibu mu, aku tak mau dia menangis hanya karena mu, aku tau bagaimana rasanya melihat perempuan yang mengandung dan melahirkan kita menangis, dan rasanya sakit"" Jawab Nia.
"" Liat! Dia aja peduli sama Emak lo, masa lo kagak? "" Ucap Bastian.
"" Makasih Nia! Makasih! ""
"" Kalian boleh pergi"" Ucap Abah.
"" Jalan nya lurus "" Ucap Lisa.
"" Pintu di belakang kalian "" Ucap Nisa.
Begitu terang terangan sekali cara mengusir ini, namun halus.
Mereka pun beranjak pergi dari sana dan menuju ke pintu keluar.
"" Ingat, jangan ganggu ketiga anak perempuan Dari keluarga Abah Syarif, karena mereka punya perlindungan masing masing, iyah kan... Ustadz Adnan? "" Tanya Bastian pada Adnan.
"" Cari informasi kau, benar... Jangan berani ganggu! "" Sambung Adnan.
Kedua pria tampan itu saling berhadapan dan lalu tersenyum.
"" Bastian, makasih"" Ucap Nisa.
(Tadi wajah nya nyeremin banget, sekarang... Imut imut begini...)
Batin Nia aneh melihat betapa cepat nya perubah ekspresi wajah Bastian.
"" Anu... Makasih... "" Ucap Nia.
"" Ouh? Waktu itu marah marah, sekarang makasih? "" Goda Bastian membuat wajah Nia memerah.
"" Apa sih?! ""
"" Eit! Bukan muhrim"" Ancam Bastian.
"" Kalian berdua... ""
"" Aku tak mau terimakasih biasa seperti itu "" Ucap Bastian.
__ADS_1
"" Lalu? "" Tanya Nia.
"" Kita... Kencan! Gimana?! "" Tanya Bastian.
Sontak semua yang ada di sana melotot mendengar ucapan Bastian, Wajah Nia langsung memerah mendengar itu.
"" Apa?! Kencan?! ""
"" Iyah, kencan... ""
"" ... Nya nanti 1 minggu lagi"" Sela Abah.
"" Loh kok? Bah? ""
"" Mau jadi menantu saya, harus turutin peraturan"" Jawab Abah.
"" Tapi... Abi gak perlu peraturan, langsung nikah malah""
"" Beda lagi, kamu umur berapa? ""
"" 26 tahun""
"" Sania masih 19 tahun, masih lama buat Nia, jadi tahan dulu ""
"" Ampun gusti! Sabar sabar... Asalkan Nia nya... Masih sendiri "" Ucap Bastian beralih melirik Nia.
"" Apa liat liat! Nia gak punya pacar tau! "" Jawab Nia marah.
"" Iyah... Iyah, masih aman... "" Ucap Bastian dengan cengiran.
"" Tapi... Teh, Nia gak dosa kan? "" Tanya Nia beralih pada kedua kakak nya.
"" Enggak, kamu gak dosa""
"" Justru yang dosa itu laki laki nya tau! ""
"" Tapi... Nia udah ada beberapa bagian yang di sentuh, masih mau... ""
"" Bahkan walaupun kau bukan perawan lagi, aku akan tetap menikahi mu, jika aku benar benar mencintai mu""
__ADS_1
"" Serius? Nanti di katain orang loh yang perjaka sama Yang gak perawan lagi""
"" Kalau mau sama status, aku tidurin kamu aja biar aku gak perjaka lagi"" Ucap nya yang dapat jeweran dari dua gadis cantik bercadar itu.