
"" Assalamu'alaikum"" Nisa mendorong masuk pintu rumah nya.
"" Wa'alaikumsalam, astagfirullah! Teteh itu bajunya basah kuyuk kayak gitu, pakai payung kok masih tetep basah?! "" Ucap Bunda Tari
"" Itu... Tadi nolong dulu orang Bun, maaf""
"" Ya udah, sanah ganti baju nya dulu nanti masuk angin""
"" Iyah""
"" Eh, Teh kenapa baju nya basah? Itu cadar nya, nanti wajah nya keliatan orang lagi"" Ucap Sania adik Nisa.
"" Kehujanan Dek""
"" Hah? Kan bawa payung? ""
"" Udah deh, bawel banget"" Jawab Nisa sambil berjalan ke arah kamar nya.
Di kamar, Nisa mengganti baju nya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi.
"" Seger nya... Jam berapa sekarang? "" Nisa melihat ke arah jam dinding.
"" Ouh. Jam 6, bentar lagi Azan Magrib""
Nisa membuka pintu lemari nya, membawa baju syar'i yang dia selalu pakai dan memakai cadar kembali, memakai mukena dan menggelar sajadah di bawah, membawa sebuah Al-Quran, lalu membaca nya.
Azan Magrib pun di kumandangkan, Nisa menutup Al-Quran nya, lalu memulai Sholat.
"" Teh, kita makan malam dulu yuk? "" Tanya Sania sambil mengetuk pintu kamar Nisa.
"" Kamu udah Sholat Dek? "" Tanya Nisa dari dalam.
"" Aku lagi datang bulan Teh""
"" Ouh. Abah udah pulang? ""
"" Udah, baru aja""
"" Oke deh, bentar""
Nisa pun keluar dari Kamar nya, menuju meja makan bersama Sania.
__ADS_1
"" Assalamu'alaikum Bah"" Nisa memberi salam kepada Abah, dia mencium tangan Abah begitu juga dengan Abah yang mencium kening Nisa.
"" Putri Abah, makin cantik aja, semoga kamu dapat seorang yang bisa mencintai mu dengan tulus"" Ucap Abah sambil mengelus kepala Nisa.
"" Iya dong Bah, Teh Nisa kan cantik, kalau udah punya suami, dan suami nya Teh Nisa gak nyia nyiain, dia pasti bakal beruntung""
"" Nia, apaan sih?! ""
"" Kan bener Teh? Lagian kan selain Abah gak ada yang pernah liat wajah Teteh""
"" Udah diam, kalau enggak nanti kita baca Al-Quran satu juz satu malem""
"" Hah?! Banyak amat Teh kayak mau bikin mantra aja! ""
"" Kan mantra buat masuk Surga dan dapat pahala""
"" Iyah sih... ""
"" Udah udah, kita makan sekarang, Nisa pin pin Do'a sayang"" Ucap Bunda Tari.
"" Iyah Bun""
Nisa pun membaca Do'a, makan malam pun di mulai. Walaupun hanya saling diam, tapi mereka semua tersenyum senang.
"" Tuan, luka nya sudah saya obati, akan sembuh dalam beberapa Hari"" Ucap seorang dokter.
"" Iyah... ""
"" Wah wah, untung kagak parah Rai"" Ucap Bastian.
"" Lu udah Cek di mana mereka? ""
"" Gua udah Cek, mereka tuh ada di selip selip kota ini, kayak nya di mana mana. Ngomong ngomong lu gimana bisa kabur dari mereka? Kan lu kalah jumlah? ""
"" Gua tuh juga pinter tau... ""
"" Bener juga, jangan cuman badan aja segede gaban, tapi otak butek"" Ucap nya dengan senyum mengejek.
"" Lu bilang apa?! Sini lu gua hajar! "" Pekik Rainer menunjukan kepalan tangan nya yang besar dan kuat, bahkan urat urat nya terlihat.
"" Gua bercanda Rai, marah marah mulu Lu ahk, gak seru""
__ADS_1
"" Keluar lu, ngerusak mood aja""
"" Iyah iyah, gua keluar"" Ucap nya sembari kabur keluar.
"" Sialan! Dasar bocah satu ini"" Ucap nya geram.
(Di mana... Rumah gadis itu...)
Batin Rainer membayangkan wajah Cantik Nisa di balik cadar.
"" Cantik... Dia pasti cantik, aku sudah tau dari mata nya yang indah... ""
Tok... Tok... Tok...
"" Tuan, ini adalah hal yang anda minta"" Ucap seseorang dari balik pintu.
"" Masuk""
"" Ini dia tuan""
Dia menerima Map itu dan membuka nya.
"" Anisa Shifa Ummah, 23 tahun, perempuan, bisa Quro, guru mengaji""
"" Gadis yang hebat tuan""
"" Keluar lah""
"" Baik""
"" Guru Mengaji... Dia punya ilmu agama yang tinggi seperti nya... ""
Dia berjalan ke arah lemari, memakai baju kaos berwarna hitam, menggambil Ponsel nya lalu duduk di kasur.
Dia membuka Google, lalu mencari " Tipe laki laki yang di sukai gadis bercadar" Tak lama penelusuran pun berjalan dengan cepat, ada banyak yang keluar.
"" Banyak sekali yang keluar... ""
“ Lelaki Sholeh yang dapat membimbing keluarga dan bisa mendapatkan keberkahan dari Alloh SWT”
"" Yang aku tau hanyalah membunuh... Dan membunuh... ""
__ADS_1
(Walaupun aku kejam, tapi... Mungkin aku bisa mengubah kepribadian ku...)
Batin Rainer