
"" Assalamu'alaikum"" Ucap Seorang pria dari bawah, Nisa langsung menyeka air mata nya, keluar dari kamar untuk menyambut sang suami.
"" Wa'alaikumsalam "" Jawab Nisa masih dari Atas, Rainer membulat kan kedua mata nya melihat Nisa yang memakai pakaian yang begitu Seksi.
"" Mas udah pulang... "" Tanya Nisa sambil mencium tangan Suaminya.
"" Kamu... Kok udah pake baju kayak gitu? ""
"" Kenapa? Gak boleh? "" Tanya Nisa polos.
"" Enggak! Boleh, boleh banget malah""
"" Ya udah, kamu mandi dulu sana, terus kita makan malam, aku udah siapin""
"" Oke, ouh iyah Mama kesini gak? ""
"" Iyah, kesini""
"" Kalian ngobrol? ""
"" Iyah, kita ngobrol sampai magrib""
"" Hah? ""
"" Mama nemenin Nisa di rumah, ouh Mama juga bawa kue""
"" Kue? Kue apa?! ""
"" Eh, Kue coklat Mas""
"" Mas mau! ""
"" Am, itu... Mama bilang juga itu buat kita""
"" Ya udah kita makan! ""
"" Mandi dulu sanah! Gak sopan langsung makan"" Ucap Nisa sambil mendorong dada bidang suami nya.
"" Satu potong aja""
"" Mandi! Kalau enggak aku buang kue nya kasih ke tetangga! "" Ancam Nisa
__ADS_1
"" Ja... Jangan lah sayang... Iyah iyah aku mandi"" Rainer pun melangkah ke arah tangga dan masuk ke dalam kamar.
"" Dasar... "" Gumam Nisa pergi ke dapur
Setelah Nisa menyiapkan makan malam tanpa tersisa, bahkan Nisa menyimpan kue nya di tengah tengah.
"" Udah semua? "" Tanya Rainer yang baru turun dari kamar nya.
"" Iyah Mas""
"" Kue nya... ""
"" Itu... "" Jawab Nisa dengan menunjuk kue menggunakan Bibir nya.
"" Wah! Coklat nya lumer banget! ""
"" Sayang, Mas mau satu potong dong ""
"" Makan dulu Mas""
"" Iyah... "" Turut, dia berjalan lesu ke arah meja makan dan menarik kursi nya.
"" Mau yang manis"" Jawab Rainer.
"" Ini juga manis"" Ucap Nisa menunjuk wajah nya.
Rainer tersenyum, lalu dia bangkit dari duduk nya, Nisa langsung tersentak kaget. Astaga! Dia keceplosan.
"" Apa nya yang manis? "" Tanya Rainer dengan senyum Nakal nya.
"" Itu... Ya... Manis aja... "" Jawab Nisa sambil memalingkan wajah nya dan mundur satu langkah.
"" Mas... Mas duduk aja! "" Ucap Nisa menekan bahu kekar Rainer agar kembali duduk.
Nisa langsung memberikan lauk pada nasi Rainer, saat mereka makan Rainer terus melirik Kue itu
"" Mas, makan nya yang bener jangan liat mulu Kue nya, aku masukin lagi ke dalam kulkas loh kue nya kalau makan nya gak bener"" Ancam Nisa.
"" Iya sayang Mas bener kok makan nya! ""
__ADS_1
Nisa tersenyum, kembali menyantap makanan nya, setelah makan malam selesai dan semua makanan sudah di simpan di tempat nya, dan hanya tinggal Kue saja, Rainer terlihat sudah tidak sabar lagi ingin menyantap kue itu.
"" Ini Mas, gak sabaran banget"" Ucap Nisa sambil menyerahkan potongan Kue yang sudah di potong.
"" Gitu aja? "" Tanya Rainer.
"" Terus? Mau di gimana lagi? ""
"" Suapin, biar makin manis"" Pinta Rainer dengan Manja.
"" Eum, iyah iyah... "" Nisa pun mengambil Kue itu, dan menyuapi Rainer
"" Manis, makin manis karena di supin kamu"" Ucap Rainer sambil mencubit hidung Nisa.
"" Mas... ""
"" Kamu tadi pagi ngapain aja sebelum Mama datang? ""
"" Gak ngapa ngapain, cuman nonton Anime sebentar""
"" Anime? Apa? ""
"" Boruto"" Jawab nya dengan senyum malu.
"" Boruto? Kamu suka Anime? Itu kan dari jepang""
"" Enggak sih, sebenarnya Nia yang suka nonton, dia Wibu... ""
"" Wibu? Wibu kan yang suka sama budaya jepang? ""
"" Iyah"" Nisa mencolek colek Kue itu sampai Krim Coklat nya menempel pada jari nya.
"" Dia suka Nonton anime sama jepang? ""
"" Iyah, gitu katanya""
"" Ouh... Ah! "" Tiba tiba Nisa mencolek hidung Rainer sampai krim coklat nya menempel pada hidung mancung nya.
"" Eheh, hidung Coklat"" Ucap nya sembari tertawa.
"" Awas kamu yah... ""
__ADS_1
"" Eh! Gak kena! ""
Terjadilah kejadian kejar kejaran di antara mereka, mengelilingi meja makan bahkan ruang tamu, Rainer yang berusaha menangkap Nisa dan Nisa yang berusaha agar tak tertangkap oleh Rainer