
"" Mohon jangan masukan putraku ke dalam penjara! "" Mohon Ibu dari pria itu, dia bahkan bersujud di hadapan Nisa dan Nia.
"" Nia! Tolong jangan penjarakan putra ku! Aku mohon! "" Nia hanya diam dan masih menangis.
Sedangkan Nisa hanya merasa aneh, melihat tingkah Ibu Furqon, karena dia berpikir, siapa yang salah siapa yang mohon ampunan, dan jika dia bersujud, bersujud lah pada yang maha kekal, yang maha agung dan maha suci, ya itu Alloh SWT, bukan pada nya yang hanya manusia biasa.
"" Memalukan sekali, siapa yang salah siapa yang minta maaf"" Ucap seorang pria yang berdiri sambil bersandar pada sisi pintu.
Semua terkejut termasuk Nia, karena Bastian tiba tiba ada di sini.
"" Bastian... Kok bisa di sini? "" Tanya Nisa kaget dan aneh.
"" Ouh, tadi nya sih mau jemput Abi, tapi di rumah gak ada orang, terus Bastian pergi ke sini naik motor, motor Bastian di parkir deket masjid, ke sini jalan kaki"" Ucap Bastian sambil masuk, melepaskan sepatu kerja nya, keluarga Furqon langsung terbelalak melihat Bastian memakai sepatu yang begitu mahal.
"" Assalamu'alaikum "" Ucap nya, duduk di dekat Abah.
__ADS_1
"" Waalaikumsalam"" Jawab semua.
"" Katanya... Ada yang... Di lecehkan di sini? "" Tanya Bastian menatap Furqon dengan tatapan maut nya.
Sontak saja Furqon langsung menunduk ketakutan.
"" Bastian... Kamu... ""
"" Tadi gak sengaja denger Mi"" Jawab nya senyum manis.
"" Apa kau tak malu? Kau yang salah tapi orang tua mu yang minta maaf, di mana harga dirimu sebagai seorang putra dan laki laki? Apa harga diri mu turun begitu saja di ambil langit? Sampai kau begitu tak tau malu! "" Tanya Bastian makin tersulit emosi.
Entah kenapa, dia sangat emosi saat mendengar gadis pemarah itu, Sania. Di lecehkan oleh seorang pria, bahkan dia saja tak berani menatap mata nya, tapi pria ini... Ahk! Rasanya dia ingin sekali mendaratkan sebuah bogeman pada wajah menyebalkan Furqon.
"" Minta maaf pada Nia, sujud di hadapan nya, karena kau yang salah... Bukan orang tua mu! "" Sambung nya kembali melayangkan tatapan dan wajah Devil nya.
__ADS_1
Namun Furqon hanya diam, seperti membeku dan tak mau membuka mulut.
Sujud?! Pada seorang perempuan biasa seperti Sania?! Yang bener saja, harga diriku akan di simpan di mana?! Itu yang di pikirkan Furqon saat ini.
"" Kenapa diam? Apa kau merasa malu, karena harus bersujud di hadapan perempuan? "" Tanya Bastian.
"" Lalu kenapa kau tak malu saat melihat orang tua mu memohon ampun dan bersujud di hadapan orang lain? Di mana harga diri mu sebagai seorang anak? Di mana harga diri mu saat orang tuamu melakukan itu? Benar yang di katakan Bastian, apa harga dirimu di ambil oleh langit begitu saja?! "" Sambung Nisa ikut tersulut amarah
"" Apa kau pikir perempuan begitu rendah derajat di hadapan kalian kaum Adam sampai sampai memohon ampun pun bisa membuat kalian derajat kaum Adam turun? Tidak, bahkan satu tatapan membara api di dalam mata perempuan, bahkan bisa menghanguskan kalian para Kaum Adam, dan jangan anda lupa! Kami kaum Hawa, tak selemah dan tak serendah derajat itu, jika ada salah pada kami kalian kaum Adam pada kaum Hawa, kalian tetap harus minta maaf""
"" Dan juga, minta maaf pada Kaum Hawa kalian para Kaum Adam, tak akan pernah menurunkan derajat kalian""
"" Tapi kalian lah yang suka menurun nurun kan derajat kami kaum Hawa! Dengan melakukan pelecehan seksual dan memperkosa kami dengan paksa! Membuat harga diri dan derajat kami turun di mata masyarakat! Dan kalian para kaum Adam, walaupun kalian sudah tidak perjaka lagi, itu tidak terlalu merugikan kalian! Karena kalian berhak memiliki istri lebih dari satu, tapi jika kaum Hawa sudah kotor... Kalian kaum Adam pastinya juga tak mau kan! Dengan perempuan yang sudah tersentuh, yang sudah kotor! "" Sambung Lisa dengan amarah yang menggelegar.
"" Lalu kenapa kalian masih saja terus melecehkan kami kaum Hawa?! Kalian lah yang suka menurunkan derajat kami Kaum Hawa! Tapi saat derajat kalian turun kalian malah marah pada kami?! Sungguh tak tau malu! ""
__ADS_1