1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 52


__ADS_3

"" Udah, Mas hati hati aja yah Nisa tunggu kepulangan Mas, jaga diri baik baik yah"" Ucap Nisa.


““ Kamu juga sayang, Hati hati di rumah””


"" Iyah, assalamu'alaikum ""


““ Waalaikumsalam, Bay””


"" Bay... "" Telpon pun di matikan, Nisa tersenyum mengingat tingkah Rainer.


"" Lucu sekali"" Ucap nya masih tertawa kecil.


_____


Keesokan hari nya, Nisa bangun dari tidur nya, berjalan ke arah kamar mandi, dia mandi lalu mengambil Wudhu, setelah itu sholat subuh sendiri.


Setelah itu dia turun dari kamar nya ke bawah, menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.


Di halaman depan mansion, Ada seorang gadis cantik turun dari mobilnya, di menatap kagum pada Mansion yang besar itu.


"" Rainer, kau memang tak mudah di kalah kan kalau soal kekayaan"" Ucap Kiran.


Gadis itu pun melenggang maju ingin masuk ke dalam rumah.


"" Maaf Nona, anda siapa? "" Tanya penjaga di sana.


"" Ouh, saya... Temen dari nyonya rumah ini"" Jawab Kiran.


"" Ouh, silahkan Nona""


"" Terimakasih"" Kiran kembali berjalan ke arah pintu rumah itu, dan tanpa mengetuk atau menekan bel, dia langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


"" Ada orang? "" Tanya nya yang tiba tiba masuk.


Nisa yang akan berjalan ke arah kamar nya langsung tersentak kaget, begitu juga dengan Kiran yang kaget melihat Nisa yang hanya memakai pakaian minim, wajah Nisa sangat cantik dan gemoy layak nya wajah anak kecil, tubuh nya bagus, putih dan mulut, ouh dia mengalahkan Kiran.


"" Kamu... Kamu istrinya Rainer? "" Tunjuk Kiran dengan tak suka.


Nisa memasang wajah datar dan juga tak suka nya.


"" Anda sadar anda ini masuk ke dalam kediaman saya tanpa meminta izin dulu sebelum masuk"" Jawab Nisa datar.


"" Ini rumah Rainer, bukan rumah kamu"" Jawab nya sembari melangkah ingin duduk di sofa.


"" Berhenti atau saya akan melakukan hal yang tak terduga"" Ucap Nisa.


"" Kamu islam, mau melakukan apa? Membunuhku? Islam kan tak memperbolehkan umat nya untuk saling bunuh"" Jawab Kiran.


"" Ada beberapa makhluk yang di muliakan untuk di bunuh"" Jawab Nisa yang membuat Kiran langsung menoleh.


"" Tenanglah dulu, aku ke sini karena ingin kasih tau sesuatu"" Ucap Kiran sok akrab.


"" Silahkan duduk"" Jawab Nisa masih datar.


"" Terimakasih""


"" Apa yang ingin anda katakan? ""


"" Kamu tau pekerjaan Rainer? ""


"" Tau, dia seorang presdir kan? ""


"" Ternyata dia memang belum kasih tau kamu""

__ADS_1


"" Apa? Tentang apa? ""


"" Kamu gak tau, kalau Rainer... Ketua dari Geng Mafia Di Jepang? ""


Deg... Wajah Nisa berdenyut, tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kiran.


"" Apa?! Mafia?! Pembunuh? Tidak, kau bohong, Mas Rainer bukan pembunuh! "" Elak Nisa.


"" Kau belum tau apa apa soal dia, dan bagaimana dia, perlu kau tau kalau Rainer itu hanya bersikap lembut dan penuh kasih sayang hanya pada mu, sebenarnya dia punya sifat yang sangat kejam dan bengis, dia sudah banyak membunuh orang di luar sana, bahkan yang tak berdosa, bukan kah di dalam Agama mu membunuh seseorang itu adalah dosa? Lalu suamimu bagaimana? Dia sudah membunuh banyak orang, dia sudah sangat berdosa""


"" Kau tak mau kan ikut berdosa dengan terus menikah dengan nya? Jadi kau harus meninggalkan nya agar kau tak terjerat juga dalam Dosa nya"" Sambung nya, dengan senyuman miring menghiasi bibir nya.


(Perkataan ini... Sama saja dengan menyuruh aku dan Mas Rainer pisah! Tapi Mafia?! Gak mungkin, Mas Rainer jelas laki laki yang baik dan juga pengertian, bagaimana bisa dia menjadi seorang Mafia! Tidak, itu tidak mungkin!).


Batin Nisa.


"" Bahkan bukan hanya dia, Bastian pun... Dia juga seorang Wakil ketua Mafia""


Deg... Deg...


(Bastian mulai ingin mendekati Nia... Tidak mungkin, bastian sangat polos dan juga manis, mana mungkin dia juga terlibat?! Tidak!)


Batin Nisa.


"" Kau terkejut bukan? Jadi jika kau tak mau terjerat dosa dari dua pria itu, kau harus meninggalkan Rainer"" Sambung Kiran.


(Tidak! Aku jangan percaya dulu ucapan nya! Di lihat dari sorot mata nya waktu itu saat melihat Mas Rainer, dia itu menyukai Mas Rainer!)


Batin Nisa.


"" Bagaimana? Aku bisa membantu mu"" Tanya Kiran.

__ADS_1


__ADS_2