
"" Sakit! Sakit Mi! Kenapa di jewer! Sakit sakit! Bastian cuman bercanda! Gak akan kok para Ummi-Ummi! "" Teriak Bastian kesakitan.
"" Kamu yah, bilangin Mas Rainer loh"" Ancam Nisa.
"" Jangan Mi, bercanda kok... Kenapa malah ngancam sih? ""
"" Makanya, kalau ngomong di pikir pikir dulu! "" Sambung Nia, menarik dasi abu Bastian membuatnya tercekik.
"" Hei! Kau mau membunuh ku! Aku tercekik! ""
"" Biarin! Ini balasan nya"" Jawab Nia.
"" Heh... "" Bastian tersenyum miring, saat Nia kembali menarik Dasi nya untuk di kencangkan, Bastian sengaja mendorong dirinya juga ke arah Nia, alhasil wajah mereka saling berdekatan.
"" Wah... Ternyata hanya tempramen nya yang buruk, tapi ternyata wajah nya indah, apa lagi matanya yang hitam pekat bagai mutiara"" Ucap Bastian.
Tiba tiba Adnan menarik kerah baju belakang Bastian dan mendorong nya menjauh dari Nia.
"" Udah puas? Bukan muhrim kalian, jauh jauh napa, mau dosa kalian? Ke cium kan bahaya"" Ucap Adnan.
"" Merusak kesenangan, dasar unta arab"" Ledek Bastian.
"" Apa katamu?! Dasar vampir China! "" Ledek balik Adnan.
"" Apa? Apa? Dasar unta arab! ""
"" Kamu...! Awas kamu! "" Adnan mengguncang guncang tubuh Bastian membuat kepala nya berputar.
"" Heh! Baik hati napa sama yang lebih kecil! "" Pekik Bastian.
(Kalau bukan tentara intelejen Arab! Udah ku kasih bogeman dia!)
Batin Bastian.
"" Apa?! "" Tanya Adnan.
"" Lepasin! ""
"" Lepasin Mas, kasian"" Ucap Lisa.
"" Terusin Bang, Biar pusing 7 keliling, tau rasa! "" Ucap Nia.
__ADS_1
"" Kejam sekali kau Nia"" Ucap Bastian.
"" Udah, Bastian kita pulang aja, lagian juga urusan nya udah beres""
"" Oke""
"" Bunda, semua nya Nisa pulang dulu""
"" Bastian juga, jangan ada yang kangen yah"" Ucap nya mengedip kan mata lada Nia.
Nia hanya bergidik ngeri melihat tatapan Bastian pada nya.
"" Udah sana pulang"" Usir Nia.
"" Ish! Nanti malam kangen rasain! ""
"" Dih! Gak akan! "" Jawab Nisa ketus memalingkan wajah nya..
"" Udah ayo, mau di jewer lagi? "" Ancam Nisa.
"" Iyah Mi, kita pulang, tapi Bastian harus pergi dulu ke masjid bawa motor""
"" Waalaikumsalam""
"" Awas kangen! "" Ucap Bastian sekali lagi sebelum pergi.
"" Udah sana pergi! "" Pekik Nia. Bastian pun langsung kabur dari sana.
"" Dasar Cowok alay! "" Ucap Nia, namun beberapa lama kemudian... Dia tersenyum tipis melihat tingkah Bastian barusan.
Lisa hanya tersenyum melihat itu.
(Dasar... Bilang aja udah suka)
Batin Lisa menatap adik nya.
Nisa dan Bastian pun pergi dari sana, dan berpisah di perempatan jalan.
Setelah sampai di mansion, Nisa langsung membuka pintu mobil, dia melihat sipir nya membeku karena ingin membuka pintu untuk nya, dan Nisa hanya tersenyum, di balas juga dengan senyuman.
Nisa masuk ke dalam rumah nya yang megah, mewah namun kosong.
__ADS_1
"" Assalamu'alaikum "" Hening seketika.
"" Hening banget, aku istirahat dulu terus masak makan siang"" Ucap Nisa berjalan ke arah tangga.
Dia menutup pelan pintu nya, lalu mengganti pakaian, saat dia sudah duduk di kasur dan menonton TV, tiba tiba ponsel Nisa berbunyi.
"" Halo, assalamu'alaikum Mas"" Ucap Nisa.
““ Waalaikumsalam, sayang kamu di mana? ””
"" Di rumah Mas, kenapa? Mas udah sampai? ""
““ Belum, Mas masih di kereta””
"" Ouh, tapi... Kok kayak di kamar? ""
““ Ini kereta... Pribadi punya Mas, jadi bisa Mas desain sesuka Mas”” Jawab Rainer, Nisa langsung melotot.
Kereta pribadi? Mana mewah lagi, seberapa kaya kamu sebenarnya Mas Mas, gumam Nisa mengusap dada nya.
"" Terus kenapa udah telpon aja? ""
““ Kangen lah sayang””
"" Mas.. Baru 3 jam loh, masa udah kangen? ""
““ Pisah dari kamu selama 1 menit aja serasa setahun”” Jawab Rainer alay, tiba tiba terdengar seseorang tertawa di belakang.
Ternyata Fian, Sekretaris Rainer, dia tertawa melihat Rainer begitu manja pada istrinya, Rainer pun ikut melihat ke arah Fian yang sedang memeriksa dokumen.
““ Apa lo ketawa ketawa? Emang ada yang lucu? ”” Tanya Rainer.
““ Enggak Bos, cuman inget drama kemarin malam, lucu... Komedi”” Jawab Fian masih tertawa.
“” Turun gaji sama jabatan lo besok yah”” Ancam Rainer.
““ Bercanda kok Bos, jangan dong””
““ Makanya diam! ””
Nisa tertawa melihat tingkah mereka, ternyata bukan hanya dengan Bastian, bersama dengan Fian pun mereka masih suka seperti ini.
__ADS_1