1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 18


__ADS_3

Dengan cepat cepat Rainer membereskan pekerjaan nya, dia sudah tidak sabar menjalankan sesuatu yang ada di benak nya.


Sedangkan Nisa, di rumah dia hanya membaca Al-Quran, dan siang nya mengajar ngaji di kampung nya, sedangkan Mama Ayu sibuk dengan teman teman nya di rumah.


Sore hari pun tiba, Anisa sudah pulang dari mengaji, sedangkan teman teman Mama Ayu masih ada di sana.


"" Assalamu'alaikum ""


"" Wa'alaikumussalam, eh sayang udah pulang? "" Tanya Mama Ayu.


"" Iyah Mah""


"" Sini sayang""


"" Ouh, jadi dia menantu kamu, kok muka di tutup? "" Tanya salah satu teman Mama Ayu


"" Cuman Rainer yang boleh liat muka Nisa"" Jawab Mama Ayu sinis


"" Emang secantik apa sih? Sampai sampai perlu di tutup wajah nya? "" Tanya Yang lain


Sedangkan Nisa hanya diam setelah duduk di samping mama Ayu.

__ADS_1


"" Emang kenapa? Bagus, kan jadi cuman suaminya doang yang bisa liat Nisa"" Jawab Mama Ayu.


"" Iyah, tapi kan jadi gak keliatan cantik dan enggak nya, bentuk tubuh nya bagus apa enggak, ini seluruh tubuh di tutup, gimana bisa tau""


"" Menutup Aurat wajib bagi umat islam di hadapan yang bukan mahram nya, perempuan yang suka memakai baju transparan itu bisa memicu dosa, dan tidak akan mendapat surga-Nya Alloh, bahkan tak bisa mencium bau nya, bahkan Alloh pernah berfirman tenang hal ini kepada Nabi Muhammad : Wahai nabi! Katakan lah kepada istri istri mu dan putri putri mu, hendaklah mereka menutup jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, agar mereka lebih mudah di kenali, sehingga mereka tidak di ganggu, Dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang"" Jawab Nisa panjang lebar sampai mengeluarkan firman Alloh.


"" Dengarkan? Kalau mau putri putri kalian masuk surga dan bahagia, tutupi aurat mereka, jangan di beber beber ke laki laki yang bukan mahram nya, apa lagi sampai zina, kan ngerusak harga diri sendiri, iya kan Nis? "" Dan Nisa hanya mengangguk.


"" Udah semua bubar bubar, awas yah kalau aku denger kalian jelek jelekin lagi mantu saya, saya bilangin sama suami dan kedua putra saya! Udah bubar bubar! "" Ucap Mama Ayu mengusir Semua teman nya.


Dengan kesal semua pergi dari sana, bahkan ada dari mereka yang menatap sinis pada Nisa, sedangkan Nisa hanya tersenyum melihat itu.


"" Apa sinis sinis! Ayo sini lawan kalau berani! "" Ucap Mama Ayu marah pada teman nya.


"" Mama kesel banget deh sayang! Berani nya mereka jelek jelekin kamu! Padahal kamu cantik banget! Dasar mereka! ""


"" Udah mah, gak apa apa jangan marah marah""


"" Ya udah deh, kamu masuk ke dalam kamar, setelah itu mandi, nanti pas udah magrib, kamu bakal kedatangan beberapa tamu""


"" Eum, Mama tau apa yang mau di siapin sama Mas Rainer? ""

__ADS_1


"" Enggak tuh! Mama gak tau""


"" Ouh, kalau gitu Nisa keatas dulu""


"" Iyah"" Nisa pun naik ke atas menuju kamar nya, mandi dan mengganti baju nya.


Magrib pun tiba, setelah Azan Magrib selesai Nisa mulai mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Magrib tanpa sang suami.


Setelah Nisa selesai sholat, dia pun langsung membaca Al-Quran, saat baru beberapa ayat tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"" Ah? Mas Rainer udah pulang kah? "" Nisa pun berjalan menghampiri pintu lalu membuka nya.


Ternyata ada 5 orang perempuan yang datang ke sana.


"" Iyah... Cari siapa? "" Tanya Nisa kaget.


"" Selamat malam Nyonya, saya adalah orang yang di suruh oleh Tuan Rainer untuk mendandani anda"" Jawab salah satu perempuan.


"" Ouh, silahkan masuk.. "" Ke 5 perempuan tanpa jilbab itu pun masuk ke dalam, dia mulai bicara mengenai tata rias nya, Walaupun Nisa hanya diam dan mengangguk saja.


"" Baiklah, Nyonya mari kita mulai""

__ADS_1


"" Iyah""


Nisa pun mulai di dandani di sana, bahkan baju yang bagus dan cantik pun sudah di siapkan di sana, mereka juga sangat suka dengan wajah bayi Anisa yang menggemaskan, bahkan ada dari mereka yang mencubit halus pipi gemoy Nisa.


__ADS_2