1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 28


__ADS_3

"" Itu Om, Tan, setau aku tuh yah kalau perempuan yang pakai baju begitu ketat sampai lekuk tubuh keliatan itu karena mereka lagi saingan sama pocong, kalau gak percaya tanya aja sama Ummi Nisa"" Jawab Bastian sambil memakan Roti nya.


Sedangkan Kirana yang mendengar itu hanya diam sambil menahan marah, Mama Ayu hanya tertawa kecil dan Papa Gibran hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"" Kamu ini, ada ada aja Bastian""


"" Dasar kamu Bas Bas"" Ucap Papa Gibran mengelus lembut kepala Bastian.


"" Kirana, kamu ada apa datang ke sini? "" Tanya Mama Ayu.


"" Cuman mau ketemu sama Om dan Tante"" Jawab nya, tapi mata nya terus melihat ke seluruh rumah seakan mencari seseorang.


"" Rainer tidak ada di sini, tidak perlu mencari nya"" Ucap Bastian mengeluarkan Nada serius.


"" Siapa yang bilang kalau aku cari Rainer? ""


"" Bola mata mu terus melihat ke sekeliling tempat ini, jika tidak mencari seseorang mana mungkin kau akan melakukan itu, jika kau terus melakukan itu, akan ku tusuk mata mu dengan pisau! "" Geram Bastian sambil mengepalkan tangan nya, bahkan urat urat di tangan dan di wajah nya sampai keluar, dia menatap Kirana dengan tatapan maut yang mematikan.

__ADS_1


Walaupun selama ini Bastian mirip seperti anak kecil, tapi jangan salah, jika dia sudah serius dia tidak akan segan segan melakukan sesuatu yang bahkan akan mengancam nyawa nya, tatapan itu setara dengan Rainer jika mereka berdua marah.


"" Bas, Udah tenang sayang jangan marah marah, Kirana ayo duduk kita makan sekarang"" Ucap Mama Ayu mencoba menenangkan Bastian.


Biasa nya Rainer lah yang akan melakukan itu dengan mengelus kepala Bastian sampai dia tenang, lalu merekapun akan bercanda dan membuat suasana tenang dan hangat kembali.


Brakkk... Bastian menggebrak meja makan dengan sedikit keras.


"" Bastian duluan"" Ucap nya sembari membawa jas nya.


Dia berhenti tepat di samping Kirana.


Dia pun pergi dari sana, sedangkan Kirana hanya diam sambil ketakutan.


(Mafia memang berbeda, tatapan dan cara bicaranya sangat berbeda!)


Batin Kirana mengepalkan tangan nya kuat.

__ADS_1


"" Maaf yah Kiran, Bastian lagi sensitif akhir akhir ini"" Ucap Mama Ayu.


"" Kita makan sama sama dulu yuk"" Tawar Papa Gibran


"" Enggak, makasih Om Tante, Kiran ada urusan, Kiran seneng Om sama Tante sehat sehat, Kiran pergi dulu yah""


"" Wa'alaikumsalam "" Ucap Mama Ayu yang membuat Kirana berhenti sejenak.


"" Iyah... "" Jawab Kirana.


Kirana adalah orang Tionghoa, jadi dia masih memiliki agama Konghucu, sebenarnya jika dia bisa dia ingin mengatakan kepada Rainer dan pada keluarga Rainer kalau mereka jangan pindah agama, namun karena Tekanan Bastian dia jadi tak berani melakukan itu.


Bastian memang mempunyai sifat yang kadang kadang imut dan seperti anak kecil, tapi sebenarnya dia sangat lah bengis dan kejam, sama hal nya dengan Rainer, Dia juga sebenarnya sangat kejam dan tak kenal ampun.


Bastian sebagai ketua kedua dari kelompok para Mafia itu, harus memiliki sifat yang kejam pada siapa saja, kecuali pada Rainer Papa Gibran dan juga Mama Ayu, karena mereka semua sudah sangat berjasa pada Bastian, terutama Rainer yang selalu memanjakan nya sampai dia berusia 20 tahun dan bekerja di ketiga perusahaan besar Rainer yang ada di Indo Jepang dan Cina.


"" Aku ingin membalas semua yang kalian lakukan kepada ku, ini adalah bayaran ku pada kalian"" Ucap Bastian sambil mengendarai Mobil nya.

__ADS_1


Sangat berjasa kah mereka pada Bastian? Tentu saja sangat berjasa, Rainer sudah membuat hidup Bastian lebih baik bahkan lebih di sebut sangat baik.


__ADS_2