
Makan malam pun di mulai, di meja makan Nisa dan juga Mama Ayu begitu senang, Mama Ayu terus bertanya tentang Nisa, di mana dia sekolah, apa pekerjaan Nisa, dan tanpa ragu ragu Nisa menjawab semua itu, makan malam pun berlangsung hangat.
Walaupun di satu sisi keluarga Nisa mereka merasa hampa karena biasa nya Nisa akan selalu ada di sana, bertengkar dulu sebentar lalu makan malam pun di mulai, walaupun Nisa juga merindukan sosok Bunda, Abah dan Nia.
Setelah makan malam selesai, Nisa dan Mama Ayu kembali ke cerita mereka di ruang Keluarga.
Di sebuah perusahaan yang besar, seorang Pria sedang duduk di kursi kebesaran nya, memutar mutar Pena yang ada di tangan nya sambil melamun.
(Nisa... Gadis yang sangat polos, tapi dia baik juga ramah, terutama tadi saat aku melihat wajah nya... Dia sangat cantik dan menggemaskan)
Batin Rainer.
Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"" Masuk""
"" Nih, Gua udah ambil semua tinggal lu tanda tangan"" Ucap Bastian menyerahkan begitu banyak dokumen.
"" Oke""
"" Nanti Gua sama Om bakal pulang lebih malem, lu pulang duluan aja""
"" Kenapa? ""
"" Lu lupa? Kan bentar lagi punya Bini, kasian di tinggal sendiri di rumah, bentar lagi kan bakal sah""
"" Gua tau, iyah iyah gua pulang bentar lagi pas udah gua tanda tangan, udah di cek lagi semua belum? ""
"" Ratusan kali Rai kalau gak percaya""
"" Oke"" Dengan cepat Rainer menandatangani semua Dokumen itu.
"" Oke selesai, kalau gitu gua balik sekarang""
__ADS_1
"" Good Job! Oke nanti titip salam sama ummi yeh""
"" Ummi? ""
"" Iyah, gua lupa lagi nama nya sapa""
"" Nisa, Anisa! ""
"" Iyah, nanti titip salam sama Ummi Nisa yeh""
Bastian pun keluar dari sana sambil melambaikan satu tangan nya.
"" Ummi? Panggilan yang cocok untuk nya "" Rainer pun mengikuti Bastian keluar dari ruangan itu.
Dia pun pergi ke parkiran dan mulai menyalakan mesin mobil nya, lalu berjalan keluar dari arah parkiran, dia melihat jam tangan di lengan Kanan nya, Jam sudah menunjukan pukul 21:00 malam.
Dia pun sampai di rumah nya, langsung memasukan mobil ke dalam garasi, dan masuk ke dalam rumah.
Namun dia mengurungkan Niat nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya.
Pagi hari pun tiba, setelah menunaikan Sholat Subuh, Anisa turun ke bawah membantu menyiapkan sarapan untuk keluarga, walaupun sempat tak di peri izin oleh Mbak Kira tapi Anis tetap kekeh.
Sampai Rainer pun turun lebih dulu dari semua orang, dia melihat Nisa yang sedang menyajikan makanan di meja makan.
"" Nisa...? ""
"" Rai! Nisa gak ada di kamar nya! "" Teriak Mama Ayu panik.
"" Tenang Mah, Nisa ada di sini kok"" Jawab Rainer santai sambil berjalan ke meja makan
"" Eh Nisa? Kok ada di dapur sayang? ""
"" Maaf Mah, Nisa cuman mau bantu masak""
__ADS_1
"" Boleh dong sayang, sekalian Mama pengen tau rasa masakan kamu""
"" Good Morning semua nyaaaaa"" Teriak Bastian dari tangga dengan nada alay nya.
"" Berisik lo, udah turun dari sana, gak malu apa""
"" Perusak kesenangan lo ahk! "" Jawab nya sambil turun dari tangga.
"" Pagi tante""
"" Pagi Bas""
"" Selamat pagi Ummi! ""
"" Ah, Iyah selamat pagi"" Jawab Anisa kaku.
"" Ummi? "" Ucap Mama Ayu mengulangi ucapan Bastian.
"" Iyah, Ummi kan lebih cocok buat Kak Nisa""
"" Emang tau arti ummi apa? "" Tanya Mama Ayu.
"" Enggak, tapi Nisa pasti tau""
"" Kata Ummi berasal dari kata Umm atau Ibu dalam arti seseorang yang tidak bisa menulis dan membaca"" Jawab Nisa.
"" Kan, tau dia ehh Bang Bini Lo pinter banget dah""
"" Pilihan siapa dulu"" Ucap Rainer dengan sombong.
"" Makanan nya udah siap semua, yuk makan"" Semua orang mulai makan makanan mereka, sedangkan Nisa dia baru beres berdoa saja, karena dia tidak bisa membuka cadar nya di hadapan 3 orang pria walaupun salah satu nya adalah calon suami, waktu makan malam Nisa tidak sungkan karena hanya ada Mama Ayu.
"" Nisa, kenapa gak makan sayang? "" Tanya Mama Ayu.
__ADS_1