
Nisa diam sejenak, lalu dia pun mulai angkat bicara.
"" Tidak! Aku tidak akan melakukan itu! ""
"" Apa?! Tapi kenapa?! Kau sudah tau kalau Rainer itu seorang Mafia! Kau pasti tidak mau hidup dengan seorang pembunuh kan?! ""
"" Ada banyak cara untuk bertobat dan meminta pengampunan yang maha kuasa, dan itu akan terjadi pada Mas Rainer "" Jawab Nisa.
"" Kau pikir Rainer akan mau menuruti mu?! ""
"" Dia mencintai ku, lalu kenapa dia tak mau menuruti ku, lagi pula kenapa anda begitu mendesak saya agar menceraikan Mas Rainer? Apa setelah aku dan Mas Rainer cerai... Kau akan memungut Mas Rainer dan menikah kan dia dengan mu? "" Tanya Nisa yang membuat Kiran terdiam.
Dia bisa membaca isi pikiran Kiran.
"" Kenapa diam Nona? Apa yang aku katakan itu benar? Kau begitu ingin aku cerai dengan Mas Rainer agar kau bisa mengambilnya bukan? Tapi maaf, aku tak sebodoh dan selemah itu, aku taat pada suamiku walaupun dia seorang pembunuh, aku akan membuat dia tobat dan kembali ke jalan yang benar, jadi anda tak perlu khawatir akan hal itu, karena dia masih suamiku dan juga tanggung jawab ku, jadi... Jika urusan anda sudah selesai... Pintu ada di sebelah sana, selamat tinggal"" Ucap Nisa, Kiran hanya diam sembari mengepalkan tangan nya.
Dia pun keluar dari rumah itu, dan menutup pintu rumah dengan sangat keras.
(Sial! Ternyata Nisa tak selemah yang aku kira! Aku terlalu meremehkan nya!).
Batin Kiran masuk ke dalam mobil nya.
Sedangkan Nisa, dia masih diam di tempat nya menahan sesuatu yang terasa sesak di dada nya, dan akhirnya tubuh nya pun terjatuh kelantai.
__ADS_1
"" Gak mungkin... Mas Rainer... Mas Rainer pembunuh? Gak mungkin... Hiks... Hiks... Gak mungkin... Mas... Kamu bukan pembunuh kan? Gak mungkin... Hiks... Hiks... Hiks... "" Tangis nya pun pecah di sana.
Hari hari yang Nisa dan Rainer lalui dengan bahagia pecah berantakan saat Nisa mendengar hal ini.
"" Kamu bukan pembunuh kan Mas... Kamu bukan pembunuh... Hiks... Hiks... "" Ucap nya lagi meringkuk di bawah kursi.
Nisa terus menangis di sana sampai akhirnya dia berhenti dan berjalan ke arah tangga nya meninggalkan sarapan yang sudah dia buat.
Dia menjatuhkan dirinya di kasur, dia kembali menangis untuk waktu yang lama, lalu tertidur.
11: 45
Nisa bangun dari tidur nya karena mendengar suara Azan, dia bangun lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk berwudhu.
Dia menggelar sajadah nya lalu sholat, selesai sholat dia berdoa kepada yang maha kuasa.
Nisa melipat kembali mukena nya, dia turun ke bawah merasa lapar karena belum sarapan, dia kembali memasakkan makanan nya dan makan.
(Mas... Walaupun kamu pembunuh, Nisa tetep bakal ada di samping kamu Mas... 1000 doa dan 1000 amin Nisa panjatkan pada yang maha agung demi kamu Mas... Mas... Nisa udah terlanjur cinta sama kamu...)
Batin nya menangis.
"" Mas... Nisa kangen... Hiks... Hiks... Cepet pulang... "" Tangis nya makin menjadi jadi.
__ADS_1
Satu hari pun kembali berlalu, Nisa tak bisa tidur semalaman, bahkan dia tak berselera makan, dan sudah 2 hari lagi Rainer tak mengajak nya menelpon, mau menelpon duluan takut mengganggu, keadaan Nisa sangat memprihatinkan, tubuh nya jadi semakin kurus.
Ting... Tong...
Nisa mencoba turun dari kasur saat mendengar suara bel berbunyi.
"" Siapa? "" Tanya Nisa dari dalam.
"" Permaisuri-ku sayang, kaisar-mu sudah kembali"" Jawab pria dari luar, Nisa langsung kaget mendengar suara yang selama ini dia rindukan, dengan cepat dia pun membuka pintu rumah itu.
Dan Rainer pun terlihat tersenyum dan menyambut sang istri dalam pelukan nya.
"" Mas... "" Nisa langsung menangis dan memeluk Tubuh Rainer dengan sangat erat.
"" Mas... Nisa kangen... Hiks... Hiks... Hiks... "" Tangis Nisa.
"" Hei, kenapa menangis? Sebegitu rindu kah? "" Tanya Rainer.
"" Nisa kangen... Hiks... Hiks... ""
"" Mas juga kangen sama kamu"" Ucap Rainer mengecup kening sang istri, namun dia terkejut saat melihat tubuh sang istri mengurus, wajah nya pucat dan mata nya menghitam.
"" Sayang... Kamu... Kamu sakit? "" Tanya Rainer.
__ADS_1
"" Apa? Enggak... Nisa cuman gak bisa tidur dan makan teratur, karena biasanya suka di peluk sama kamu dan manja manjain kamu dulu sebelum makan, jadi... Sedikit gak biasa sendiri"" Jawab Nisa bohong.
"" Sayangku... Kau terlihat tak terurus, kau ingin orang orang men cap ku sebagai suami yang kejam? Padahal aku sangat menyayangi dan mencintaimu, jika mama tau aku bisa di pukuli oleh nya"" Ucap Rainer menggendong tubuh Nisa dan masuk ke dalam.