1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 54


__ADS_3

Membaringkan tubuh Nisa di atas kasur.


"" Kamu makan dulu, terus tidur... Mas temenin"" Ucap Rainer.


"" Nisa gak selera makan""


"" Nurut loh""


"" Iyah Mas... ""


"" Kamu udah masak? ""


"" Udah""


"" Terus kenapa gak makan? ""


"" Gak selera"" Rainer hanya diam dan menggambil makanan untuk Nisa kebawah.


Tak berselang lama, Rainer pun datang dengan sepiring makanan.


"" Ayo istriku sayang, makan biar berisi, biar bertenaga"" Ucap Rainer memberikan sendok itu pada Nisa.


Dengan patuh Nisa memakan makanan yang di suapi oleh Rainer.


"" Pintar nya istriku, ayo makan lagi""


Setelah makan selesai, Nisa pun tertidur sedangkan Rainer mandi terlebih dahulu, lalu menyusul sang istri ke dalam lautan mimpi.


Jam 18: 30 Pas.


Nisa bangun dari tidur nya, dia melihat ke arah Rainer yang masih tertidur lelap.


"" Mas... Bangun, kita sholat Magrib dulu yuk"" Ajak Nisa.


Rainer membuka mata nya pelan, melihat wajah Nisa dan tersenyum.


"" Iyah, bentar ""


"" Mas, Nisa mau tanya""

__ADS_1


"" Iyah Apa? ""


"" Kamu... Kamu... ""


"" Apa? Aku apa? ""


"" Kamu... Kamu... "" Nisa langsung melihat ke arah Rainer dengan mata berkaca.


"" Apa? Kenapa nangis? "" Tanya Rainer.


"" Tunggu Mas! Kamu... Kamu... Kamu Mafia Mas? "" Tanya Nisa.


Wajah Rainer berdenyut, dia kaget Nisa tau identitas nya yang lain.


"" Kenapa diam Mas? Kamu... Kamu Mafia bukan Mas? ""


"" Nisa... Mas... ""


"" Jawab Mas... Nisa mohon, jawab... ""


Tes... Satu tetes air mata nya terjatuh.


Rainer menundukkan kepala nya, mengangguk pelan.


Nisa diam, dada nya sesak, dia kecewa dengan suaminya, dia pikir selama ini suaminya adalah pria yang lembut dan baik, tapi ternyata..


"" Kenapa Mas... Kenapa? Kenapa Mas bohong sama Nisa?... Hiks... Hiks... Kenapa? "" Tanya Nisa dengan tangis nya.


Rainer langsung memeluk tubuh Nisa dari belakang.


"" Sayang! Maafkan aku! Aku terpaksa berbohong pada mu, Jika tidak kau pasti tak akan mau menikah dengan ku! "" Jawab Rainer.


"" Kamu jahat Mas... Aku kecewa sama kamu... Aku bener bener kecewa Mas... Hiks... Hiks... ""


"" Maaf sayang! Tolong... Jangan tinggalin Mas! Jangan benci sama Mas! Mas mohon sama kamu"" Pinta Rainer mempererat pelukan nya.


"" Sakit Mas... Sakit... Mas jahat...! "" Pekik Nisa.


"" Maaf! "" Rainer berusaha menenangkan Nisa, dia sangat takut Nisa akan meninggalkan nya karena tau kalau dia adalah seorang pembunuh sekarang.

__ADS_1


Setelah beberapa lama, Nisa pun tenang, dia berusaha lepas dari pelukan Rainer.


"" Kamu mau kemana? "" Tanya Rainer sedikit panik.


"" Nisa... Mau ke kamar mandi Mas, mau sholat... Kamu juga Mas... "" Nisa pun masuk ke dalam Kamar mandi nya.


Sedangkan Rainer hanya diam, menjambak rambutnya dengan frustasi.


"" Darimana Nisa tau?! Tidak! Aku takut... Dia akan membenciku dan meminta ku untuk cerai dengan nya! Tidak! Itu tidak boleh! ""


Tak berapa Nisa pun keluar dari kamar mandi, mengeringkan wajah nya.


"" Kamu wudhu dulu Mas, Biar Nisa siapin pakaian kamu"" Ucap Nisa.


"" Sayang... Kamu marah sama Mas? "" Tanya Rainer.


"" Mas... Wudhu Mas... "" Itu yang Nisa jawab.


"" Nisa...! ""


Rainer menarik tangan Nisa dan menjatuhkan nya di atas kasur.


"" Mas! Kamu mau apa?! ""


"" Kenapa? Gak mau? Biasanya kamu gak akan tanya dan selalu siap? Kenapa sekarang seperti ini? ""


"" Mas... Tolong lepas! ""


"" Kamu mau ngelawan? Maka jangan salahkan aku tak bersikap lembut pada mu! "" Jawab Rainer, Nisa hanya diam mendengar ucapan Rainer.


Rainer langsung mencium Bibir Nisa dengan begitu kasar, lalu turun ke leher, tangan nya juga tak tinggal diam...


"" Mas... Sakit... Mas... "" Keluh Nisa saat Rainer menghisap leher Nisa dengan sangat kuat.


"" Hatiku lebih sakit Nisa... Jika kau meninggalkan ku... Hatiku lebih sakit... "" Nisa diam, dia merasa ada satu tetes air menetes di bahu nya.


(Apa...? Jangan bilang... Mas Rainer nangis?)


Batin Nisa tak percaya.

__ADS_1


"" Jangan tinggalkan aku... Jangan... "" Ucap Rainer menenggelamkan wajah nya di tengkuk leher Nisa.


"" Mas... Kita omongin itu nanti... Sekarang kamu wudhu kita sholat berjamaah Mas"" Jawab Nisa, Rainer pun bangun dan berjalan ke arah kamar mandi.


__ADS_2