1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 43


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Ulang tahun Rainer pun datang, Anisa sudah sangat siap dengan hadiah nya yang dia siapkan dari sebelum nya.


"" Mas, sarapan udah siap"" Ucap Nisa, ini sudah lagi, dan biasanya Nisa sudah siap dengan baju Abaya nya, namun kali ini dia terlihat berbeda, kini dia memakai sebuah baju tidur kimono berwarna Ungu.


"" Iyah"" Nisa langsung melayani suaminya.


"" Kamu beda banget hari ini "" Ucap Rainer.


"" Beda apanya? "" Tanya Nisa.


"" Kamu... Makin menggoda, Adik Mas tiba tiba berdiri"" Jawab nya.


"" Ett! Tahan nanti malam Mas, sarapan dulu""


"" Mau nya sekarang"" Rengek nya sembari berdiri.


"" Nanti atau enggak sama sekali! ""


"" Iyah iyah, Mas Makan""


"" Nah, gitu dong Mas, maaf bukan nya Nisa nolak tapi nanti Mas belum waktu nya""


Sarapan pun selesai, Dan Rainer pun sudah pergi dari rumah, Nisa masih melihat Mobil Rainer sampai tak terlihat.


"" Kalian udah siap? Nanti malam loh, jangan ngecewain"" Ucap nya pada via telpon.


(Oke, Mas Rainer pasti suka!)


Batin Nisa.


Sedangkan Rainer di kantor, dia hanya terus tersenyum merasa akan ada hal yang baik akan terjadi pada nya.


"" Senyum mulu, kenapa? "" Tanya Bastian yang aneh melihat kelakuan Rainer.

__ADS_1


"" Gak tau, kayak bakal terjadi sesuatu""


Bastian mengalihkan pandangan nya pada sekretaris Baru Rainer, Fian.


"" Dia kenapa? "" Tanya Bastian pada Fian.


Sedangkan Fian hanya mengangkat kedua bahu nya tak tau harus bicara apa.


Malam hari pun tiba, Anisa sudah siap di rumah nya, Mama Ayu sudah ada di sana namun tak memperlihatkan diri, di hadapan nya sudah ada banyak makanan kesukaan Rainer, namun yang paling mencolok adalah kue coklat besar yang bertingkat itu, terlihat lumer dan enak.


"" Sayang, Rainer udah datang "" Ucap Mama Ayu.


Nisa langsung pergi ke pekarangan rumah menyambut kedatangan suaminya itu.


"" Mas... "" Panggil Nisa, Rainer sedikit terkejut karena Nisa datang dari belakang Mansion.


"" Sayang, kok dari belakang? "" Tanya Rainer.


"" Mau apa? ""


"" Ikut dulu Mas"" Rengek Nisa semakin menarik tangan Rainer.


"" Iyah iyah... ""


Mereka pun pergi ke belakang mengikuti langkah sang Istri, dia terkejut melihat begitu banyak makanan di sebuah meja panjang yang cukup besar, tempat itu juga sedikit di hias dengan beberapa hiasan ulang tahun.


"" Sayang... Ini... Apa? "" Tanya Rainer.


"" Mas... "" Nisa mengangkat tangan nya, menjentikkan jari nya, tiba tiba terdengar suara letusan sebuah kembang api, dan juga ada banyak sekali balon berwarna merah dan pink yang ikut di terbangkan, dan tertulis sebuah Tulisan setelah kembang api itu meletus.


...Happy birthday my husband...


Senyuman terpancar di wajah Rainer, dia sangat senang ternyata sang istri tau hari ulang tahun nya.

__ADS_1


"" Kamu... Tau hari ulang tahun Mas? "" Tanya nya pada Nisa.


Nisa tersenyum. "" Sebenernya... Mama yang kasih tau Mas waktu itu, terus aku mikir keras mau kasih hadiah apa, maaf yah Mas sebenernya... Nisa bohong waktu itu pas ngomong temen yang ulang tahun, biar Mas gak tau"" Jawab Nisa.


"" Kamu... Hei kamu orang pertama yang berhasil bohongin Mas"" Ucap Rainer mengelus rambut Nisa.


"" Ya udah, Selamat ulang tahun suamiku, Nisa doain semoga panjang umur, sehat selalu, bisnis lancar terus dan jangan lupa, makin sayang sama istri"" Rainer hanya tersenyum mendengar doa dari Nisa.


"" Amin... Sama istri makin nurut""


"" Itu Mas, lilin nya tepuk dulu""


"" Tepuk? ""


"" Iyah, jangan di tiup Mas""


"" Oke"" Rainer berjalan ke arah meja itu, dia menepuk lilin yang Berbentuk 29 itu.


"" Selamat Mas""


Di sebrang sana, Mama Ayu hanya tersenyum sembari menepuk tangan nya pelan.


"" Selamat Rai, cepat kasih cucu buat mama"" Ucap Mama Ayu.


"" Ayo Mas, potong kue nya"" Pinta Nisa, dan Rainer pun langsung memotong kue bertingkat 3 itu.


"" Ayo makan Mas"" Rainer pun menggigit kue itu, lalu bergantian lada Nisa.


"" Enak gak? Itu kue yang Mama Beli, Nisa juga kaget karena kue nya besar banget""


"" Pantes, Mama di mana? "" Panggil nya.


"" Di sini aja, dari jauh ngawasin nya"" Pekik Mama Ayu.

__ADS_1


__ADS_2