1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 41


__ADS_3

Pintu garasi di buka secara otomatis, dan terlihat lah 2 mobil mewah di dalam nya, namun yang paling mencolok adalah Mobil Lamborgini.


Rainer berjalan ke arah mobil itu, di ikuti oleh Anisa dia pun membukakan pintu untuk Nisa, lalu dia pun masuk ke dalam.


Mobil pun di jalan kan oleh Rainer.


"" Mas... Apa gak terlalu mencolok? "" Tanya Nisa.


"" Biasa aja"" Jawab Rainer datar.


"" Kamu yang biasa aja, tapi enggak kan warga kampung""


"" Tenang, Biasa aja kok""


Nisa diam, mendengar ucapan Rainer.


Setelah beberapa lama perjalanan, mereka pun sampai di acara pernikahan, sangat mewah dan cantik, hiasan nya benar benar sangat bagus.


"" Bagus banget, wah benar benar orang kaya ternyata""


"" Kamu ledek Mas miskin? Itu masih terlalu sederhana, panggung nya kayu, hiasan nya gak ada yang pakai berlian, gak kayak kita Nikah ada Dessert, kalau kamu bandingin lebih mewah pernikahan kita dari mereka, aku bahkan habisin 5 milyar itu""


"" Apa?! ""


"" Udah, turun! "" Titah Rainer.


"" Iyah... "" Saat mereka turun, banyak sekali orang orang yang mengamati mereka, mungkin karena mobil dan pakaian mereka yang begitu berbeda bahkan lebih mewah dari pakaian pengantin.


"" Tuh kan Mas, pada liatin"" Ucap Nisa.


"" Terus? Ya bagus itu berarti kita terkenal"" Jawab Rainer.


"" Ish! ""


"" Teteh! "" Panggil seseorang pada Nisa.


"" Ouh? Nia, Teh Lisa, Bunda Abah? ""

__ADS_1


"" Wah, bajunya bagus banget, ini gaun edisi terbatas yah? "" Tanya Nia.


"" Gak... ""


"" Iyah, kenapa? Kamu mau? "" Tanya Rainer. Memotong ucapan Nisa.


"" Ouh ya tentu""


"" Nia...! "" Tegur Bunda Tari.


"" Bercanda doang Bun""


"" Kalian udah datang, ayo kita pergi sekarang""


"" Iyah Bun"" Mereka pun pergi dari sana ingin menghadiri acara.


Sudah banyak orang yang menghadiri pernikahan itu, semua nya masih duduk di tempat mereka masing masing.


"" Wah, ramai"" Ucap Nia.


"" Kalian udah datang? "" Tanya Bu Nina.


"" Ini... Anisa sama suaminya? "" Tanya Bu Nina.


"" Iyah""


"" Suaminya mana? ""


"" Ini saya, suaminya Nisa"" Jawab Rainer.


Sontak saja Bu Nina langsung membulatkan mata nya, terkejut melihat wajah Rainer yang lebih tampan dan putih dari menantu nya.


"" Ini... Suaminya Nisa? Bener? "" Tanya Bu Nina masih belum percaya.


"" Iyah saya suaminya, kenapa? Gak percaya? Saya bisa tunjukin surat Nikah nya""


"" Udah, cukup sampai di sini, ayo kita masuk yuk Bu"" Ucap Ibu ibu yang lain.

__ADS_1


Mereka semua pun duduk di sana, masing masing, Bunda bersama Abah, Alisa bersama Adnan, Dan Anisa bersama Rainer, kecuali Nia yang sendiri.


"" Nia kok sendiri?! "" Rengek nya, bibir nya langsung maju ke depan.


"" Ya kamu kan belum nikah"" Ledek Alisa.


"" Abah... Teteh Lisa ledekin Nia... "" Rengek nya pada sang Abah.


"" Udah... Jangan berantem, malu di liatin"" Tegur Abah Syarif.


Tak lama menunggu, acara pun akan di mulai, mempelai pria sudah siap, sedangkan mempelai wanita masih belum datang.


"" Wah, ganteng banget ternyata"" Fuji Anisa dan Alisa, sontak saja Rainer dan Adnan melihat ke arah mereka berdua.


"" Jaga mata Sa"" Tegur kedua suami itu.


Alisa dan Anisa langsung menundukkan kepala mereka dan menjawab "" Iyah""


"" Emang ganteng sih"" Sambung Nia.


Tiba tiba dari belakang Rainer, ada seseorang yang menyentuh bahu nya, spontan saja Rainer langsung melihat ke arah belakang, dan ternyata Bastian.


"" Bastian? Kok ada di sini? "" Tanya Rainer.


"" Tadi sih datang ke Mansion, tapi kagak ada orang yah udah datang ke sini, ehh ternyata ada hajatan ya udah mampir, untung liat lo"" Jawab Bastian.


"" Ya udah, kamu duduk aja Bastian"" Titah Nisa.


"" Di mana Mi? "" Tanya Bastian.


"" Tuh... Di deket Nia"" Tunjuk nya di kursi kosong di samping Nia.


"" Okey"" Bastian pun berjalan ke arah Nia dan langsung duduk.


Bastian sempat memperhatikan Nia, mata Nia bersinar terus melihat ke arah Mempelai Pria.


"" Gak malu? Itu cowok nya udah ada yang punya loh? "" Ucap Bastian, Spontan Sania membulatkan kedua mata nya dan melihat ke arah Bastian, Bastian sudah ada dalam posisi imut nya, menopang dagunya dengan tangan Kiri nya, menaik turunkan Alis sebelah kanan nya.

__ADS_1


"" Apaan sih? Kok ada di sini? "" Tanya Nia sedikit kaget


"" Kenapa? Gak boleh? "" Tanya Bastian menunjukan senyum manis nya


__ADS_2