1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 39


__ADS_3

"" Kamu bingung mau kasih apa buat temen kamu? "" Tanya Rainer yang baru turun


"" I... Iyah Mas... ""


"" Oke, nanti Mas temenin buat beli hadiah nya""


"" Enggak! Enggak usah mas! Enggak perlu, Nisa... Bisa cari sendiri... "" Jawab Nisa dengan cepat.


"" Ya udah kalau gitu, tapi temen kamu nya siapa? ""


"" Laki laki"" Jawab Nisa Reflek yang membuat Rainer tersentak kaget.


"" NANI?! ""


"" Ma... Maksud nya perempuan Mas... ""


"" Laki laki apa perempuan?! Kalau laki laki Mas gak akan izinin kamu kasih hadiah! ""


"" Mas... Perempuan Mas! Sungguh! ""


"" Kau jangan berbohong pada ku! "" Ucap Rainer menjepit tubuh Nisa.


"" Mas... "" Nisa ketakutan melihat wajah dan tatapan dari Rainer, ini baru pertama kali nya Nisa melihat Rainer menatap nya seperti itu.


"" Mas... Nisa... Nisa takut... "" Ucap Nisa pelan, yang membuat Rainer tersadar


"" Nisa... "" Rainer menatap wajah Nisa, dia melihat mata Nisa yang mulai berkaca kaca


"" Maaf... Maaf... Mas... Mas gak ada niat buat bikin kamu takut... ""


(Sial! Aku hampir menunjukan diriku yang sebenarnya!)


Batin Rainer.


Nisa memejamkan mata nya, satu bulir kristal mengalir dari ekor mata Nisa dan membasahi pipi nya.


"" Sayang... Maaf... "" Rainer langsung memeluk tubuh Nisa, Anisa langsung menangis dengan cukup kencang di dalam pelukan Rainer.


"" Maaf... Maaf! "" Rainer mencoba menenangkan Anisa dengan mengelus kepala dan punggung nya.


"" Maaf sayang... ""


Beberapa menit, Anisa sudah tenang sekarang. Namun momen itu harus terhenti saat ponsel milik Rainer berbunyi.


"" Sayang, telpon Mas bunyi, ambilin"" Anisa pun merogoh saku celana Rainer dan mengambil ponsel nya.

__ADS_1


"" Halo? "" Tanya nya, dia masih belum melepaskan pelukan nya pada Anisa.


"" Apa? Aku rasa tidak, dia tidak mungkin melakukan itu? Apa yang kau maksud Cai Xuan? Tidak, aku tidak tau, mana mungkin?! Jangan bercanda! "" Nisa langsung membulatkan kedua mata nya melihat suami nya yang kembali marah.


"" Mas... ""


"" Kalau begitu cari dia sampai dapat! "" Rainer langsung mengambil ponsel nya dari tangan Nisa dan mematikan telpon nya.


"" Mas, siapa yang hilang? "" Tanya Nisa setelah mencerna kata kata terakhir dari Rainer.


"" Itu... Salah satu anak buah Mas""


"" Mas punya anak buah? ""


"" Punya lah, kalau enggak siapa yang jagain kamu kalau di rumah""


"" Kok aku gak tau? ""


"" Mereka udah profesional, kamu gak akan menyadari keberadaan mereka, dan satu satu dari mereka ada di dalam pantauan ku! ""


"" Semua Mas gaji? "" Rainer tak menjawab namun dia langsung menatap wajah Nisa, Dan yang di tatap langsung menunduk.


"" Maaf... Nisa banyak tanya... ""


"" Nisa... Kamu... Masak apa? "" Tanya Rainer.


"" Ayam? ""


"" Iyah, kenapa? Mas gak suka Ayam yah? ""


"" Bukan, Mas suka kok sama ayam""


"" Ouh, ya udah kalau gitu! Ah? ""


(Kayak nya aku udah punya hadiah buat kamu Mas)


Batin Nisa melebarkan senyuman.


"" Udah selesai belum? "" Tanya Rainer.


"" Belum Mas, sebentar lagi kamu udah lapar? ""


"" Belum sih""


"" Ya udah tunggu sebentar"" Rainer duduk di kursi meja makan, menemani sang istri.

__ADS_1


"" Sayang, aroma nya harum"" Ucap Rainer mencium Aroma masakan Nisa.


"" Udah selesai Mas, ayo makan "" Nisa pun meletakan serundeng ayam itu di tengah tengah, lalu nasi dan sambal serundeng nya.


"" Ini Mas, ada sayur jangan cuman makan ayam""


"" Kamu yang mau ayam? ""


"" Enggak sih, tadi siang Nisa liat ada ayam di dalam kulkas, ya udah Nisa bikin ayam serundeng aja, bahan bahan yang lain udah Nisa bikin sebelum nya"" Jawab Nisa sembari mengisi piring sang suami dengan Nasi.


"" Mas mau apa? "" Tanya nya.


"" Paha sama dada nya"" Jawab nya sembari melihat ke arah Nisa.


Nisa yang di lihat seperti itu langsung menutup dada dan paha nya yang terbuka dengan kedua tangan nya.


"" Ish! Mas mesum ihk! "" Ucap nya.


"" Apa? Mesum apa? Emang Mas mau dada sama paha nya""


"" Gak mau! ""


"" Kok gak mau? Terus apa nya? Bibir sama betis nya? "" Tanya nya semakin mesum.


"" Mas! Tau ahk! ""


"" Iyah iyah! Cuman paha nya aja! Udah kasih Mas udah lapar! ""


"" Iyah... ""


Makan malam pun berlangsung, walaupun Nisa sedikit tak nyaman karena Rainer terus melihat nya, setelah makan malam Nisa membereskan semua makanan dan piring kotor nya.


Tiba tiba Rainer memeluk nya dari belakang hampir membuat Piring yang Nisa pegang jatuh.


"" Mas! Kalau jatuh bahaya! "" Ucap Nisa.


"" Maaf.. ""


"" Ih... ""


Setelah semua selesai, Rainer langsung menggendong Nisa dan membawa nya ke kamar.


"" Mas... "" Panggil Nisa pada Rainer setelah dia di taruh di atas kasur, karena... Rainer juga ikut tidur dan menindih tubuh nya.


"" Apa sayang? "" Tanya nya lembut.

__ADS_1


"" Mau apa? "" Tanya Nisa polos.


"" Mau kamu... "" Jawab nya.


__ADS_2