
"" Mandi bareng"" Ucap Rainer yang membuat mata Nisa membulat sempurna.
"" Mandi... Mandi bareng? "" Tanya Nisa dengan setengah wajah nya di tutupi baju.
"" Iyah, bukan nya wajib yah mandi sama suami sendiri? "" Tanya Rainer dan Nisa hanya mengangguk.
"" Ya udah, kita mandi bareng"" Ucap Rainer mempercepat langkah nya dan masuk bersama ke dalam kamar mandi dengan Nisa.
"" Jangan lama lama loh Mas, belum... Belum Isya"" Ucap Nisa saat Rainer akan melepas Dasi dan Jas nya.
"" Iyah sayang, mungkin cuman 1 setengah jam"" Jawab Rainer.
"" Mas! ""
"" Apa? "" Tanya Rainer. Dia sudah selesai membuka Dasi, Jas dan Kemeja nya.
Kini dia sudah bertelanjang dada, terlihatlah Dada nya yang bidang, pundak nya yang kekar, tangan yang berotot dan juga otot perut yang Six pack.
"" Buka"" Titah Rainer.
"" Apa nya? "" Jawab Nisa polos
"" Baju nya, masa mandi mau pake baju? Mau semedi apa mandi pake baju? "" Tanya Rainer.
Nisa diam sejenak, dia pun melepaskan jilbab nya, dan mengurai Rambut nya, dia pun juga mulai membuka baju Abaya nya, dia membuka semua baju di hadapan Rainer.
Rainer yang melihat itu tak berkedip sama sekali, tubuh putih, langsing dan mulus, dan wajah yang cantik mirip wajah bayi, sungguh membuat Rainer tak sabar ingin kembali menerkam sang Istri.
Tubuh Nisa pun sudah polos sekarang tanpa sehelai pun kain.
Byurrrr... Tiba tiba dari luar kamar mandi, terdengar suara air ber cipratan di mana mana, terdengar suara Nisa yang terus bicara agar Rainer tak terlalu berlebihan, namun suara cipratan air semakin terdengar jelas.
__ADS_1
Dua insan ini kembali bersatu dan melayang dalam kenikmatan dunia, kembali melakukan ibadah yang hanya suami istri bisa lakukan.
Dan benar saja, setelah 1 setengah jam mereka baju keluar dari kamar mandi, Rainer terlihat masih mengusap usap kepala nya yang basah, sedangkan Nisa dengan wajah merah berjalan di depan mendekat ke arah lemari.
"" Kenapa? "" Tanya Rainer.
"" Enggak... "" Jawab Nisa.
Nisa pun menyiapkan baju untuk suami nya, bersiap untuk sholat, mereka pun mulai melaksanakan sholat berjamaah.
Setelah sholat selesai, Nisa langsung membaringkan diri nya di atas kasur dan menyelimuti diri tubuh nya.
"" Sayang, Mas mau lagi kue yang kemarin dong, masih ada gak? "" Tanya Rainer.
"" Masih Mas, kan baru di makan satu potong"" Jawab Nisa.
"" Mas mau""
Sedangkan di satu sisi, Kirana masih sibuk menelpon orang yang dia suruh untuk mencari tau informasi tentang Anisa.
"" Kenapa dia belum menelpon ku? "" Tanya Nya terus melihat layar telpon.
Sebenarnya, Orang yang Kirana suruh untuk mencari info tentang Anisa sudah di tangkap oleh Bastian, selain menyembunyikan informasi tentang Anisa, dia juga terus berjaga jaga dan mencari tau tentang Kirana, dan sekarang di sedang ada di tempat yang gelap dan menyeramkan, saat dia lewat banyak orang yang menundukkan kepala mereka memberi hormat.
"" Bagaimana? "" Tanya Bastian
"" Dia masih di rantai di dalam"" Jawab salah seorang bawahan nya.
"" Siksa, sampai mati, tapi sebelum itu kau harus menanyakan beberapa hal tentang Kirana"" Titah Bastian.
"" Baik! ""
__ADS_1
(Baru satu, entah berapa banyak lagi pria yang telah kau luluh kan dan kau jadikan boneka)
Batin Bastian sambil pergi dari sana.
Dia pun keluar dari tempat itu, masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya dengan cepat.
______
Setelah dia sampai di rumah, dia langsung masuk dengan mengendap, namun tak di sangka.
"" Kenapa baru pulang? ""
"" Eh, ketauan, maaf Om ngurus dulu sesuatu"" Jawab Bastian.
"" Apa? "" Tanya Papa Gibran.
"" Om, Keponakan mu sudah lancang"" Jawab Bastian serius.
"" Apa yang sudah dia lakukan lagi? "" Tanya Papa Gibran ikut serius.
"" Dia berani ingin mencari informasi tentang Ummi""
"" Ummi? Anisa? ""
"" Iyah, dia ingin mencari informasi tentang Ummi, tapi untung nya aku sudah mem privasi kan semua info tentang Anisa""
"" Anak itu, bagaimana bisa dia melakukan itu, lalu bagaimana dengan reaksi Rainer? ""
"" Marah lah, tapi aku sudah berhasil menangkap orang yang ingin mencari tahu tentang informasi Anisa""
"" Di mana? ""
__ADS_1
"" Di mana lagi? Kalau bukan di markas kami"" Ucap Bastian sambil berjalan ke arah tangga.