
Setelah selesai memakai pakaian, Nisa langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur, dia merasa lelah seluruh tubuh nya terasa pegal.
Tak lama setelah Nisa terlelap tidur, Rainer keluar dari kamar mandi nya hanya dengan menggunakan celana pendek dan tanpa atasan memperlihatkan dada bidang dan otot perut nya yang Six Pack.
Dia melihat ke arah Nisa, tersenyum gemas melihat istri nya yang sudah terlelap tidur dengan pakaian tidur yang dia gunakan dan rambut yang terurai, dengan semakin mirip anak kecil yang menggemaskan.
Dia berjalan ke arah lemari mengambil baju kaos berwarna putih, lalu ikut tidur bersama dengan Nisa memeluk nya dari belakang.
Jam sudah menunjukan pukul 4:43 pagi, azan subuh pun sudah di kumandangkan, sepasang mata pun terbuka, Nisa mencoba menggerakkan tubuh nya namun dia merasa kalau tubuh nya terkunci, bahkan perut dan paha nya terasa berat.
"" Astagfirullah, kok berat? Gak mungkin setan kan...? "" Nisa pun melihat ke arah belakang nya, dan dengan cepat dia kembali membalikkan wajah nya.
"" Astagfirullah hal azim! Masa suami sendiri di bilang setan! Maaf ya Alloh! Nisa gak tau!! ""
Nisa berusaha lepas dari cengkraman Rainer yang begitu kuat.
"" Mas, bangun lepasin Nisa... "" Ucap Nisa dengan suara lembut dan pelan.
"" Mas.. "" Rainer pun menggeliat, lalu dia membuka mata nya dan tersenyum melihat Wajah Nisa.
"" Apa sayang? "" Tanya nya dengan suara Serak khas bangun pagi.
"" Mas, lepasin... Nisa gak bisa gerak... "" Ucap Nisa dengan pelan.
"" Mau kemana? ""
"" Nisa... Mau sholat subuh, kita sholat subuh berjamaah yuk Mas"" Ajak Nisa
"" Subuh? Bentar, ini jam berapa? ""
"" Setengah lima ""
"" Ouh, oke bentar"" Mau tidak mau dia tetap harus melepaskan pelukan nya dari Nisa, Nisa oun bangun dari tidur nya membawa handuk dan pergi ke kamar mandi.
"" Sholehah nya istriku... "" Gumam Rainer bangga
Setelah beberapa menit Nisa ada di kamar mandi, dia pun keluar sambil mengeringkan wajah nya dengan handuk.
__ADS_1
"" Mas, ambil wudhu dulu, nanti aku siapin baju koko nya""
"" Oke"" Dia pun berjalan ke arah kamar mandi.
Sedangkan Nisa berjalan ke arah lemari pakaian mengambil mukena dan pakaian koko milik suami nya, juga sarung dan sajadah.
Rainer pun keluar dari kamar mandi, dia sudah melihat Nisa memakai mukena putih, dia terlihat cantik menggunakan mukena.
"" Kau sudah tau arah kiblat nya? ""
"" Menuju kakbah"" Jawab Nisa dengan senyuman.
Rainer pun mengambil baju yang di sediakan oleh Nisa, bahkan dia memakai nya di hadapan Nisa walaupun nisa memalingkan wajah nya saat Rainer mengganti kaos nya dengan baju Koko.
(Baju koko seperti ini... Mungkin sudah yang paling mahal di rumah kami, tapi dia memakai nya untuk sholat sholat biasa)
Batin Nisa
"" Oke, ayo mulai""
Sholat subuh pun di mulai, sekarang Rainer sudah resmi menjadi mualaf untuk Nisa dan keluarga kecil mereka nanti, setelah selesai sholat subuh, Nisa seperti biasa akan membaca Al-Quran sebanyak 2 lembar di kursi tunggal yang ada di sebrang tempat tidur sedangkan Rainer dia kembali fokus pada lap top nya.
"" Sayang, Bagaimana kalau kamu ganti HP"" Ucap Rainer tiba tiba.
"" Apa? Kenapa? ""
"" Soal nya Telpon mu itu sudah jadul, itu telpon era 90-an, kamu harus ganti""
"" Tapi aku gak punya uang buat ganti Ponsel mas""
"" Buat apa kamu punya suami kalau beli ponsel masih harus pake duit sendiri? Kalau aku mau aku bisa beliin kamu sama toko toko nya, bahkan pabrik nya sekalian""
"" Enggak perlu Mas, makasih... ""
"" Oke, jika aku bilang ini perintah suami kamu masih tetap mau nolak? "" Tanya Rainer yang kini memandang Nisa.
"" Maka haram kalau aku nolak atau melawan perintah suami, aku bisa di bilang Nusyuz, jika aku berani tidak patuh bahkan melawan ucapan suami, maka Mas bisa menghukum saya, dan itu bukan lah ucapan main main, Alloh SWT berfirman : Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan nya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS An-Nisaa: 34). ""
__ADS_1
"" Tapi kamu gak akan ngelakuin itu kan? ""
"" Saya punya ilmu agama, untuk apa saya tau hukum dan dosa nya kalau saya tetap melakukan hal itu? Sama saja dengan bodoh""
"" Maka kamu akan melakukan perintah suami mu? ""
"" Apa perintah Mas? "" Tanya Nisa sambil menutup Al-Quran nya.
"" Ambil HP ku, lalu buka aplikasi WA cari kontak yang nama nya Wang cai Wu""
"" Baiklah"" Nisa bangkit dari duduk nya.dia mencium Al-Quran itu lalu berjalan ke arah tempat tidur.
Dia mengambil ponsel milik Rainer dan membuka nya.
"" Eum? Foto ku? "" Tanya Nisa saat melihat Wallpaper Ponsel suami nya.
"" Apa sandi nya? ""
"" Nama kamu""
"" Hah? ""
Nisa pun berusaha mengetik nama nya di papan keyboard yang bahkan foto nya juga foto diri nya
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mau mampir dan membaca🥰
__ADS_1