1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 45


__ADS_3

Setelah Nisa menghangatkan makanan nya, mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan Rainer langsung pergi untuk bekerja, begitu juga dengan Anisa, dia bersiap siap ingin pergi mengaji mengajar anak anak, kemarin dia tidak mengajar karena ulang tahun Rainer.


Sedangkan di rumah Mama Ayu, Kirana kembali datang ke sana, di saat Mama Ayu sedang fokus pada Tablet nya.


"" Pagi Tante"" Sapa Kirana ramah.


"" Ouh, Wa'alaikumsalam pagi Kiran"" Jawab Mama Ayu namun dia masih fokus pada Tablet nya.


"" Ada apa nih, Pagi pagi udah datang? "" Tanya Mama Ayu.


"" Enggak, cuman mau tanya aja""


"" Tanya apa? ""


"" Itu... Rumah nya Rainer sama istrinya tante tau di mana? "" Tanya Kiran yang membuat Mama Ayu menghentikan aktivitasnya.


"" Kenapa emang? ""


"" Enggak, cuman mau tau aja""


"" Tante gak tau""


"" Apa? Serius tante gak tau? ""


"" Emang mau apa? Tante mau ingetin kamu, yang bakal bertindak kalau kamu ngusik Rainer itu bukan Tante atau Om kamu, tapi... Bastian, kamu tau kan gimana dia waktu itu, jadi kamu jangan macam macam "" Ancam Mama Ayu.


Seketika Kirana diam, tak tau mau mengatakan apa lagi, karena dia tau apa yang akan terjadi jika dia mengusik Rainer.

__ADS_1


"" Tapi... Tante lagi apa? "" Tanya Kiran karena Mama Ayu terus fokus pada Tablet nya.


"" Lagi milih baju bayi"" Jawab Mama Ayu yang langsung membuat Kirana membulatkan mata nya.


"" Apa?! Istrinya Rainer hamil?! ""


"" Kalau Iyah, kenapa? ""


"" Enggak... Cuman, kaget aja cepet gitu... ""


"" Ouh, bagus dong cepet Jadi Tante punya cucu dari gadis cantik, baik, manis dan juga Sholehah kayak Nisa, Tante seneng"" Jawab Mama Ayu, dengan terang terangan dia menunjukkan rasa senang nya di hadapan Kiran.


"" Ouh... Kalau gitu, Kiran ikutan bahagia tante, Kiran ada banyak kerjaan, Kiran pergi dulu yah Tante"" Ucap nya sembari berdiri dari duduk nya dan melangkah keluar.


"" Jangan pernah mempunyai pikiran sedikit pun ingin menjadi menantu dan istri dari Rainer, aku tak pernah berharap perempuan seperti mu menjadi menantu ku, Nisa lah perempuan yang lebih pantas dan sudah Alloh jodohkan dengan Rainer, ingat Kiran, jika takdir mu sudah mengatakan kalau kau bukan jodoh Rainer, maka sampai kapanpun kau tak akan pernah menjadi istrinya, dan Aku yakin... Takdir ini tak akan bisa kau ubah, karena Alloh sendiri yang berkehendak"" Ucap Mama Ayu setelah Kiran pergi dari sana.


"" Sialan banget! Berani dia hamil anak Rainer, cari mati dia! ""


(Enggak, kalau aku usik dia.. Bastian pasti yang bakal bertindak, sial waktu itu aja gemeteran di buat dia, sekarang harus apa! Tunggu dulu, Istri Rainer kan orang islam, kalau dia tau Rainer mafia tukang bunuh, dia masih mau gak yah sama Rainer? Di islam kan ada larangan buat bunuh manusia, ouh seperti nya cara ini bisa di pakai)


Batin Kiran tersenyum tipis.


Dengan pelan lagi dia mengendarai mobil nya.


** Di dalam islam memang di haramkan untuk membunuh manusia, namun... Ada 6 Makhluk yang di muliakan untuk di bunuh, di antaranya Umat islam yang meninggalkan Sholat, Lalu manusia yang melakukan Zinah muson, Melakukan hubungan badan dengan bukan yang muhrim nya (Suami/Istri), lalu Manusia yang murtad (keluar dari agama islam) lalu kaum kafir yang memusuhi Kaum Muslim, dan dari kaum hewan, ada Hewan yang sangat di muliakan untuk di bunuh, ya itu seekor anjing yang galak, lalu Babi.


Semua Makhluk yang di jelaskan di atas sangat wajib dan di muliakan untuk di bunuh, walaupun dia beragama Islam sekali pun. **

__ADS_1


Tapi... Jangan gunain alasan ini buat bunuh orang yah, bisa bisa malah Dosa, yahh😉


Sore hari, Nisa sudah pulang dari Mengajar nya, dia sudah berada di kamar nya, Video Call bersama dengan keluarga nya.


"" Teteh, nanti munggah bakal di sini? "" Tanya Nia.


"" Gak tau tuh, nanti Teteh ngomong sama Mas Rainer""


"" Iyah, moga moga dia bisa yah Sa"" Sambung Bunda Tari.


"" Iyah Bun, semoga""


"" Sayang, kenapa kamu gak ada di bawah"" Panggil Rainer dari bawah rumah.


"" Eh? Bentar Bun, Iyah Mas Nisa di kamar! "" Jawab Nisa turun kebawah.


"" Mas, udah pulang? "" Tanya Nisa menghampiri Rainer, lalu mencium tangan nya.


"" Iyah, Assalamu'alaikum ""


"" Waalaikumsalam warohmatuloh""


"" Mas pulang cepet, soalnya... Kangen sama kamu "" Ucap nya dengan tatapan menggoda.


"" Apa sih Mas, Mana Jas nya Nisa bawa"" Rainer hanya tersenyum, lalu membuka Jas nya dan memberikan nya pada Nisa, dia lun mencium kening Nisa.


Nisa pun kembali naik ke atas.

__ADS_1


__ADS_2