1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 40


__ADS_3

Nisa diam mendengar jawaban Rainer.


"" Sayang... Mas minta jatah"" Pinta Rainer yang membuat Nisa langsung membulatkan mata nya.


"" Jatah apa? "" Tanya Nisa polos.


"" Mas mau kasih kamu nafkah batin "" Jawab nya berbisik di telinga Nisa.


Nisa hanya menggeleng. Rainer terkejut dengan penolakan Nisa.


"" Kenapa? Kamu nolak? "" Tanya Rainer sedikit terkejut.


"" Maaf Mas, Nisa... Lagi datang tamu... Tadi pagi merah... "" Jawab Nisa.


"" Kamu... Kamu lagi Haid? ""


"" Iyah, maaf Mas bukan maksud nya... Nisa mau nolak... ""


Rainer menghela Nafas nya, lalu dia pun menggulingkan tubuh nya ke samping dan tidur membelakangi Nisa.


"" Ouh... "" Jawab nya singkat.


"" Mas... Mas marah? "" Tanya Nisa menekan nekan punggung Rainer pelan dengan jari nya


"" Enggak... ""


"" Maaf, Nisa gak bermaksud Nolak... ""


"" Gak apa... ""


"" Kalau gitu hadap sini... Nisa pengen di peluk..."" Pinta Nisa manja pada Rainer.


Rainer kembali menghela nafas nya, berbalik menghadap ke arah Nisa, dia sudah melihat Nisa tersenyum ke arah nya, dia pun langsung memeluk dan mengunci tubuh mungil Nisa di dalam pelukan nya.


"" Kamu paling lama Haid berapa hari? "" Tanya Rainer.


"" 10, kadang kadang 14 hari... "" Rainer yang mendengar kan itu langsung membulatkan matanya.

__ADS_1


"" Lama banget sayang! Mas kapan di kasih jatah nya! ""


"" Maaf... Itu juga bukan mau nya Nisa.. ""


"" Kamu mau siksa saya atau gimana? ""


"" Maaf Mas, lagian juga bukan mau Nisa, kalau lama itu tanda nya nisa subur""


"" Kalau lama lama banget yah jadi penyakit lah sayang""


"" Iyah sih... ""


"" Kalau paling cepat? ""


"" Cuman 3 hari, kalau Nisa gak tau orang lain""


"" Semoga cuman 3 hari... ""


"" Iyah iyah... Ya udah tidur! Nisa ngantuk! "" Ucap nya membebankan wajah nya di dada pidang Rainer.


Rainer mencium pucuk kepala Nisa dan ikut terlelap tidur.


Nisa melihat ke arah Rainer, seperti nya dia kembali tidur setelah sholat subuh, pikir Nisa.


Nisa turun dari tempat tidur nya lalu masuk ke dalam kamar mandi, perutnya sedikit terasa sakit.


Setelah dia selesai mandi, dia pun keluar lalu memakai baju nya.


"" Sayang... "" Panggil Rainer.


"" Iyah Mas? ""


"" Kamu hari minggu ada acara gak? "" Tanya Rainer.


"" Eum... Ouh iyah ada Mas, nanti di kampung bakal ada hajatan, ada yang bakal nikah, Nisa di undang buat datang""


"" Mas gak di ajak? Mau pergi sendiri? ""

__ADS_1


"" Iyah, kalau Mas ada waktu luang sama kamu Mas"" Jawab Nisa


"" Minggu kapan? ""


"" Besok Mas"" Jawab Nisa sembari berjalan keluar dari kamar.


Anisa pun turun ke bawah, pergi ke dapur lalu memasak ayam serundeng yang tadi malam tak habis, dia pun memasak lagi makanan yang lain.


Setelah selesai memasak sarapan, Rainer pun turun ke bawah dia sudah rapih dengan kemeja nya, dia belum menggunakan Jas nya dan sedang memasang jam tangan nya.


"" Sarapan Mas. "" Ajak Nisa.


"" Iyah"" Dia pun duduk di kursi meja makan.


Sarapan pun berlangsung dengan hangat.


Setelah selesai sarapan, Rainer pun pergi ke kantor nya, sedangkan Nisa setelah Rainer pergi dia pun pergi untuk mengajar mengaji.


Sepanjang perjalanan, Nisa terus memikirkan rencana dan hadiah yang ingin Dia berikan pada saat ulang tahun Rainer.


"" Mas Rainer bakal suka gak yah... "" Gumam nya


Sedangkan di kampung, acara pernikahan sudah sangat beres, Bu Nina begitu semangat menyiapkan pesta pernikahan putri nya, walaupun bisa di bilang masih sangat sederhana bagi Rainer, tapi menurut orang kampung itu sudah sangat mewah.


_____


Sekarang hari pernikahan, Nisa sudah siap dengan Rainer, dia sangat tampan dengan Jas putih yang dia gunakan, begitu juga Anisa yang menggunakan baju senada dengan Rainer.


"" Kamu yakin gak mau pakai mobil Yang di kasih Bastian? "" Tanya Rainer.


"" Yakin Mas, lagi pula itu mobil terlalu mewah""


"" Gak mau, Mas tetep mau pakai mobil itu. ""


"" Mas... ""


"" Nurut Sa... ""

__ADS_1


"" Iyah... "" Mereka pun pergi ke garasi yang ada di depan rumah.


__ADS_2