1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 44


__ADS_3

Rainer hanya tersenyum, dia sangat senang hari ini, ternyata firasat nya benar, malam yang sangat indah bagi nya sekarang.


"" Enak ga Mas kue nya? "" Tanya Nisa.


"" Iyah, enak sayang""


"" Satu lagi Mas""


"" Apa? ""


"" Dua kali! "" Teriak Nisa, kembang api kembali menyala di langit malam yang cukup terang di hiasi oleh beribu ribu bintang dan bulan.


Dan sekarang tulisan nya berbeda, tulisan nya.


...Aku Cinta sama kamu Mas Rainer...


Rainer terdiam melihat tulisan itu, dia berhenti mengunyah makanan nya.


"" Aku cinta sama kamu Mas"" Ucap Nisa mengulang tulisan itu, namun Rainer masih diam.


"" Mas... "" Tiba tiba Rainer menatap wajah Nisa, Nisa langsung tersentak kaget.


Rainer berjalan ke arah Nisa dan membuang satu potong Kue nya ke belakang, Nisa terbelalak melihat Rainer membuang kue itu.


"" Mas... Kok di buang? "" Tanya Nisa.


"" Mas gak mau... Maunya... Kamu"" Ucap nya langsung mendorong tubuh Nisa ke tembok rumah itu dan menjepit nya.


"" Mas... Mau apa? Mama masih di sini... ""


"" Lalu? Kenapa? Lagi pula dia hanya diam saja, malah senang dia kita kayak gini"" Jawab Rainer.


Rainer mengangkat dagu Nisa, dan mencium bibirnya lembut, dan merasa paha Nisa.


"" Mas... ""


"" Kau bilang kau mencintaiku? Maka lakukan apa yang aku mau"" Ucap nya, dan langsung menggendong tubuh Nisa masuk ke dalam Mansion.


Mama Ayu hanya diam menahan diri ingin menjerit.

__ADS_1


"" Ah! Akhirnya bakal punya cucu! "" Teriak Mama Ayu.


_____


Di dalam kamar itu, pergumulan panas terjadi kembali, Nisa hanya diam membiarkan suaminya menguasai tubuh nya.


Jam 4:23.


Nisa terbangun dari tidur nya, dia turun dari ranjang dengan tubuh polos nya, mengambil bajunya yang berserakan di lantai, dia masih melihat Rainer tertidur lelap.


Dia berjalan ke arah kamar mandi dan mulai mandi, setelah Mandi dia langsung membangunkan Rainer.


"" Mas, bangun udah subuh""


"" Emmm... Iyah Mas bangun"" Rainer menggeliat kan tubuh nya, tubuhnya juga masih polos, Rainer bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Nisa pun menyiapkan Baju koko untuk Rainer, Tak lama Rainer keluar dari kamar mandi, dia lun langsung memakai baju nya, mereka pun langsung sholat.


Setelah sholat, Nisa melipat kembali mukena nya dan pakaian suaminya, Namun dia tiba tiba teringat dengan makanan yang kemarin malam masih ada di luar.


"" Astagfirullah! ""


"" Nisa lupa Mas! "" Nisa langsung berlari ke arah Pintu keluar kamar.


"" Nisa kamu mau kemana?! Pelan pelan hei! ""


Dengan cepat Nisa turun dari tangga rumah dan keluar dari rumah, dia melihat ke arah belakang rumah, dia langsung bernafas lega ternyata makanan nya sudah tidak ada, lalu makanan nya kemana? Nisa kembali berlari ke dalam rumah ke arah dapur, dia membuka lemari Es nya, dia juga kaget ternyata kue nya juga ada di sana.


"" Bikin panik aja... "" Ucap Nisa menepuk dadanya.


"" Kamu kenapa? "" Tanya Rainer.


"" Panik Mas, lupa kalau makanan kemarin malam masih di luar, ternyata... Udah ada di sini""


"" Siapa yang pindahin? ""


"" Gak tau tuh""


"" Ya udah, kamu hangatin dulu makanan nya""

__ADS_1


"" Iyah Mas"" Nisa pun mulai menghangatkan semua makanan yang ada.


"" Sayang... "" Panggil Rainer.


"" Apa Mas? ""


"" Kamu... ""


"" Apa Mas? ""


"" Kamu... Bener bener Cinta sama Mas? "" Tanya Rainer, Nisa langsung menghentikan aktivitas nya, dan berjalan ke arah Rainer, dia mengalungkan tangan nya di leher sang suami, lalu mencium sekilas bibir nya.


Cuppppp... "" Nisa Sholehah loh Mas, masa bohongin suami? Kan dosa"" Ucap nya masih mengalung manja pada sang suami.


"" Iyah sih... Tapi sejak kapan? ""


"" Gak tau, Tiba tiba aja muncul, kan cinta selalu datang tanpa di rasakan"" Jawabnya lagi semakin manja, dia menenggelamkan wajah nya di dada bidang Rainer.


"" Hei, Nakal"" Ucap Rainer.


"" Gak apa, sekali kali jangan Mas doang yang suka Nakal pas mau tidur""


"" Gak mau? ""


"" Gak enak""


"" Kok gak enak? ""


"" Lepas, Nisa mau masak""


"" Nanti aja"" Jawab Rainer semakin mempererat pelukan nya.


"" Mas! Nisa laper""


"" Oke... "" Rainer pun melepaskan pelukan nya dan membiarkan istrinya itu pergi.


(Boleh pergi, asalkan jangan terlalu jauh, boleh hilang dari pandangan, asalkan jangan hilang dari hati, nyawa ku adalah kau... Nisa)


Batin Rainer, melihat istrinya memasak.

__ADS_1


__ADS_2