
Di kantor, Rainer sedang terburu buru membereskan begitu banyak Map yang ada di meja nya itu.
"" Akhirnya, selesai"" Ucap nya sambil berdiri dari duduk nya.
"" Rainer""
"" Papa? Kenapa pa? "" Tanya Rainer.
"" Sebelum pulang kamu ikut dulu sama Papa""
"" Aduh pa, Rainer udah gak punya banyak waktu""
"" Ikut dulu, kamu pasti suka""
"" Okelah"" Papa Gibran dan Rainer oun pergi dari sana meninggalkan Bastian yang masih fokus di ruang kerja nya.
"" Kita mau kemana pa? ""
"" Pabrik perhiasan""
"" Hah? Pabrik? Buat apa? ""
"" Ikut aja"" Mereka oun pergi dari sana, menuju Pabrik perhiasan, entah apa yang di rencanakan papa Gibran.
Setelah sampai, mereka langsung masuk ke dalam Pabrik.
"" Halo Tuan Heng, apa yang ada minta sudah siap"" Ucap seorang karyawan pabrik.
"" Bagus, saya ingin lihat""
"" Papa pake nama cina papa? "" Tanya Rainer.
"" Iyah, udah diam aja""
Mereka pun pergi ke sebuah tempat, di mana tempat pesanan pesanan perhiasan di simpan.
"" Mana pesanan saya? ""
"" Ini dia Tuan"" Tak lama seorang karyawan datang dengan membawa sesuatu di tangan nya.
"" Itu apa Pa? ""
"" Kamu liat aja""
"" Ini dia Tuan, apa menurut anda bagus? ""
Tanya pemilik pabrik itu, ternyata sebuah mahkota kristal yang terbuat dari mas murni dan berlian yang mahal
"" Pa... Pa, itu... Itu... "" Ucap Rainer terbata melihat Mas yang sudah di ukir itu.
"" Iyah, ini Mahkota buat istri kamu, menurut mu bagus gak? ""
__ADS_1
"" Bagus... Bagus banget Pa, ini serius buat Nisa Pa?! ""
"" Iyah, buat menantu pertama Papa""
"" Tapi... Ini asli kan pa? ""
"" Asli dong! Papa bayar mahal buat beliin Nisa ini! ""
"" Berapa harga nya? ""
"" Hampir mencapai 1 milyar"" Jawab pemilik Pabrik.
"" Ouh, ini... Buat hadiah pernikahan aku dan Nisa? ""
"" Iyah""
"" Mama... Di beliin gak? ""
"" Iya dong, masa enggak ngamuk nanti mama kamu""
"" Iyah, makasih pa""
"" Sama sama, saya sudah mentransfer uang nya ke akun rekening kamu kan? ""
"" Sudah tuan, pembayaran nya sudah selesai""
"" Iyah"" Mereka oun pergi dari sana, sedangkan Mahkota itu di bawa oleh salah satu karyawan Pabrik.
Di sisi Nisa, dia sudah hampir selesai di dandani, wajah nya sudah sangat cantik, dia bahkan lebih cantik di saat dia akan menikah dengan Rainer kemarin.
"" Nyonya, silahkan cadar anda"" Ucap nya sambil memberikan Cadar berwarna senada dengan baju nya, warna Krem, dia pun mulai memasang jilbab nya, warna nya pun sama.
Kini Anisa sudah selesai di dandani, dia terlihat sangat cantik dan anggun.
"" Nyonya, anda sangat cantik"" Puji salah satu wanita.
"" Terimakasih""
Tok... Tok... Tok...
"" Nisa, kamu udah siap belum sayang? "" Tanya Mama Ayu yang mengetuk pintu namun langsung masuk(buat apa ngetuk kalau langsung masuk aja Mama Ayu, aneh deh🙄)
"" Mah... "" Mata Mama Ayu langsung membeku melihat Nisa yang begitu cantik dan Anggun.
"" Subhanallah, Nisa kamu cantik banget! Gak salah baju ini memang cocok Buat kamu sayang"" Pekik mama Ayu kagum.
"" Makasih Mah""
(Rainer pasti kagum liat Nisa, cantik banget Nisa!)
__ADS_1
Batin Mama Ayu.
Suara mesin mobil pun terdengar dari luar, Rainer dan Papa Gibran sudah pulang.
"" Nisa, ayo turun ke bawah sayang""
"" Iyah Mah"" Dengan sedikit kesulitan Nisa melangkah kan kaki nya, karena baju nya yang sedikit berat membuat nya sulit berjalan.
Saat dia akan menuruni tangga, Tiba tiba Rainer datang dari arah luar, dia terkejut melihat penampilan istri nya yang begitu anggun dan cantik.
"" Istri mu itu, cantik juga... "" Ucap papa Gibran
Nisa terus turun satu persatu dari arah tangga, Rainer pun berjalan menghampiri sang istri.
"" Cantik nya istriku... "" Ucap nya.
"" Iyah dong, baju sama tukang rias nya mama yang pilih"" Jawab Mama Ayu berbangga diri.
"" Bukan, tapi karena memang Nisa sangat cantik"" Tambah Rainer.
Dia langsung menggendong tubuh Anisa dan membawa nya keluar.
"" Mas, kita mau kemana? Kenapa Nisa di gendong? "" Tapi Rainer hanya Diam.
"" Semangat Rai! "" Teriak Mama Ayu.
Rainer membawa Anisa ke dalam garasi, mereka menghampiri mobil yang di belikan Bastian untuk Rainer, supir pun dengan sigap membuka pintu mobil itu, Rainer pun langsung masuk ke dalam dan masih memangku Nisa dalam pangkuan nya.
"" Mas, Turunin"" Pinta Nisa.
"" Nanti juga di turunin"" Bisik Rainer di telinga Anisa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Makasih Yang udah mau mampir😘🥰
__ADS_1