
Sedangkan di kampung Tempat tinggal Nisa, sedang di adakan sebuah pengajian, dan tentu Bunda Tari juga ikut, setelah selesai mengaji mereka mengobrol ngobrol dulu dan ngopi sebelum pulang.
"" Eh Bu, katanya putri Ibu yang kedua udah nikah? Bener gak? "" Tanya salah satu ibu ibu pada Bunda Tari.
"" Iyah, baru beberapa hari"" Jawab Bunda Tari.
"" Katanya suami Nisa ganteng sama kaya? Bener itu? "" Tanya yang lain
"" Iyah, dia memang tampan, juga seorang tuan muda""
"" Wah, beruntung banget Nisa, tapi bukan karena ada apa apa kan? ""
"" Maksud nya? ""
"" Iyah, kaya di film film gitu, Nikah sama orang kaya karena habis di goda, terus ngabisin satu malam bersama di hotel, jadi laki laki nya harus tanggung jawab sama perempuan nya padahal perempuan nya yang salah ""
Tiba tiba perasaan Bunda Tari tergores, dia sangat sedih mendengar perkataan yang tidak tidak tentang putri nya yang baik dan sholehah itu.
"" Putri saya berpendidikan agama tinggi tau tentang larangan, batasan dan dosa, bagaimana mungkin ngelakuin hal itu? Nisa udah belajar agama di usianya yang baru 3 tahun, lalu di masukan ke dalam pesantren saat umur 12 tahun, dia baru pulang dari pesantren juga 2 tahun yang lalu, itu pendidikan yang sangat lama, dan banyak yang masuk ke dalam otak dan hati kita, jadi saya mohon kalian jangan ngomong yang enggak enggak soal putri saya, karena bisa dosa, itu sudah termasuk memfitnah orang lain, saya duluan assalamu'alaikum"";
Bunda Tari langsung pergi dari sana dengan perasaan yang sakit, dia tau Nisa tidak mungkin melakukan hal itu, dia adalah putri kebanggaan nya, dia sangat percaya kepada ke 3 putri nya, mereka tak akan melakukan hal itu.
Bunda Tari duduk di kursi teras sambil menahan tangis nya yang ingin pecah.
"" Nisa! Bunda kangen"" Ucap Bunda Tari di sela sela tangisan nya.
"" Bunda? Bunda kenapa? Kok nangis? "" Tanya Alisa.
"" Bunda... Bunda gak apa apa"" Jawab Bunda Tari langsung menyeka air mata nya
__ADS_1
"" Bunda, cerita sama Lisa, kenapa bunda nangis? ""
"" Nisa... Nisa... Mereka bilang Nisa nikah sama Nak Rainer karena hal yang lain lain dan gak pantas"" Jawab Bunda Tari semakin terisak.
"" Astagfirullah! Siapa yang bilang kayak gitu Bun! Mereka gak tau apa kalau memfitnah orang lain hukum nya Haram! Neraka Jahanam yang pantas bagi mereka Bun! "" Jawab Alisa penuh kemarahan.
"" Sayang, kamu kenapa? "" Tanya Adnan dari dalam.
"" Mas, ini Mas... Orang kampung pada bilang, kalau Nisa nikah sama Rainer, itu karena hal hal yang lain lain dan gak pantas"" Jawab Alisa.
"" Apa? Tak tau kah mereka jika memfitnah Neraka Jahanam balasan mereka? Sungguh! Orang orang islam tapi tak tau soal agama! "" Ucap Adnan ikut marah.
Tiba tiba mereka mendengar suara mobil ke arah mereka.
"" Mobil siapa? "" Tanya Alisa.
Nia pun turun dari Mobil, Semua yang ada di teras rumah terkejut karena melihat Nia turun dari mobil mewah itu.
"" Waalaikumsalam"" Jawab semua
"" Nia, kamu sama siapa? "" Tanya Bunda.
"" Sama... ""
"" Assalamu'alaikum "" Ucap Bastian.
"" Waalaikumsalam, Eh? Nak Bastian ternyata""
"" Iyah, tadi ketemu sama Nia di sekolah nya, gak sengaja jadi antar aja pulang ""
__ADS_1
"" Abah nya mana? ""
"" Katanya Abah mau ketemu dulu sama temen nya"" Jawab Nia.
Tak sengaja Bastian melihat mata Bunda Tari yang memerah karena tadi menangis.
"" Bunda, Bunda baru nangis? "" Tanya Bastian.
"" Apa? Bunda nangis? Bunda kenapa nangis? ""
"" Enggak sayang, Bunda gak nangis""
"" Mata nya sedikit merah, baru berhenti nangis beberapa menit yang lalu yah? "" Tanya Bastian lagi.
"" Dari tadi ngejelasin Detail banget yah? "" Ucap Nia yang balik bertanya.
"" Kebiasaan kerjaan Nia... "" Jawab Bastian.
"" Bunda nangis kenapa? "" Tanya Nia lagi.
"" Tadi, pas pulang dari ngaji Teteh liat Bunda udah nangis di sini, pas Teteh nanya katanya ada orang yang bilang kalau Teteh Nisa Nikah sama Mas Rainer karena... Hal hal yang pantes"" Jawab Alisa
Nia dan Bastian kompak membulatkan mata nya.
"" Apa? Siapa yang bilang? "" Tanya Bastian.
"" Astagfirullah! Siapa yang bilang Bun?! ""
"" Mereka yang tidak tau apa apa sebaiknya jangan dulu berbicara sembarangan! "" Ucap Bastian.
__ADS_1
"" Itulah yang aku ingin katakan! "" Jawab Adnan.
Bastian menghela nafas nya panjang