
Malam hari pun tiba, Azan Magrib pun telah di kumandangkan, Nisa bersiap siap mengambil wudhu dari kamar mandi yang ada di kamar nya, lalu mengambil mukena putih yang di beri oleh Mama Ayu, setelah itu Nisa pun sholat.
Rainer sudah sampai di rumah, dia membeli banyak sekali baju untuk Nisa.
"" Mah, Nisa nya mana? "" Tanya Rainer pada Mama Ayu.
"" Ouh, lagi di kamar nya di atas di sebelah kamar kamu""
"" Oke"" Rainer pun berjalan ke arah tangga menuju kamar Nisa, setelah sampai dia pun berniat mengetuk pintu kamar itu, namun tiba tiba gerakan nya terhenti saat mendengar lantunan lantunan ayat suci Al-Quran dengan suara Nisa yang lembut dan juga sangat merdu, dia diam di sana mendengar dengan seksama suara Nisa.
"" Indah sekali... ""
"" Rai, kok gak masuk? "" Tanya Mama Ayu yang ikut menyusul Rainer.
"" Bentar Mah, nanggung""
"" Hah? Nanggung apa? ""
"" Mama denger"" Mama Ayu pun mendengar seseorang sedang mengaji dengan suara yang indah.
"" Indahnya, siapa yang ngaji? ""
"" Siapa lagi mah? Calon menantu Mama""
"" Nisa! Nisa sayang Mama boleh masuk gak? "" Tanya Mama Ayu.
"" Ah? Iyah Mah boleh"" Nisa pun segera menghentikan mengaji nya.
"" Sayang, suara kamu bagus banget, ah? "" Mama Ayu membeku, melihat wajah Nisa dengan balutan mukena putih yang senada dengan warna kulit nya, Anisa terlihat sangat cantik.
"" Subhanallah, cantik nya... ""
Brukkk... Tiba tiba terdengar suara terjatuh.
Seketika Mama Ayu melihat ke arah belakang nya, dia melihat Rainer yang terkejut melihat wajah Anisa yang begitu cantik.
Tak kalah terkejutnya Nisa saat Rainer sudah melihat wajah nya, dia dengan cepat menutup wajah nya dengan mukena.
"" Rai, kenapa ikut masuk? "" Tanya Mama Ayu.
"" Itu... Itu... ""
__ADS_1
"" Keluar dulu keluar dulu kamu"" Usir Mama Ayu sambil mendorong tubuh Rainer.
"" Tapi Mah, belanjaan nya? ""
"" Kamu simpan dulu di sana! ""
"" O... Oke"" Rainer pun meninggalkan belanjaan nya dan langsung keluar dari sana.
Brakkk... Pintu pun tertutup, Rainer malah melamun di depan pintu itu masih membayangkan wajah Nisa tanpa cadar.
Dia tak menyangka, wajah gadis pedesaan seperti dia bisa begitu cantik, bahkan mengalahkan wajah gadis perkotaan.
"" Dia... Cantik sekali"" Gumam Rainer
"" Kenapa lu? Kok merah gitu wajah nya? "" Tanya Bastian yang baru datang ke rumah.
"" Eh? Kok lu dah balik? ""
"" Mau bawa dokumen yang ketinggalan, di suruh sama Om, BTW elu kenapa? Kok merah gitu wajah nya kek tomat mateng aja? ""
"" Gak usah banyak tanya, udah lakuin aja yang di suruh sama Papa"" Jawab nya sambil pergi ke arah kamar.
"" Dih, mentang mentang bentar lagi punya bini"" Ucap nya sambil pergi ke ruangan kerja Papa Gibran.
"" Cih, ternyata di balik cadar nya tersembunyi wajah bidadari yang cantik"" Ucap nya sembari membayangkan wajah Cantik Nisa tanpa cadar.
Dia membuka dasi nya dan juga kemeja nya, berjalan ke arah kamar mandi.
Di kamar Nisa, dia sedang melihat lihat baju yang di beli oleh Rainer.
"" Kenapa... Banyak banget Mah? ""
"" Yah gak apa apa, jarang jarang Rai mau ke Mall cuman buat beli baju loh, kamu suka gak? ""
"" Iyah... Makasih Mah""
"" Sama sama, kamu kan menantu Mamah, ouh iyah turun yuk kita makan malam bareng""
"" Em, iyah Mah""
Mereka pun keluar dari kamar, dan di saat yang sama Rainer pun keluar dari kamar lengkap dengan Jas nya yang rapih.
__ADS_1
"" Loh Rai? Mau kemana lagi? "" Tanya Mama Ayu.
"" Mau kekantor mah""
"" Gak mau makan malam dulu sama kita? ""
"" Enggak, aku makan di kantor aja""
"" Nisa mau di tinggal? "" Seketika Nisa langsung melihat ke arah Mama Ayu.
"" Ah? Itu... Maaf, soal nya ada kerjaan mendadak""
"" Eh, Udah siap aja Lu? Kekantor sekarang? "" Tanya Bastian dengan beberapa dokumen di tangan nya
"" Iyah, sekarang""
"" Eum, calon Bini mau di tinggal nih? Gak kasian? "" Tanya nya lagi dengan alis nya yang naik turun.
"" Gak usah banyak tanya lu, udah ayo pergi""
"" Eh cius nih bini mau di tinggal? ""
"" Elu lama lama gua pukul, sini lu! ""
"" Sini kejar kalau bisa! "" Dengan cepat Bastian berlari menuruni tangga.
"" Awas lu Bastian! "" Dengan cepat juga di kejar oleh Rainer.
"" Rainer Bastian! ""
"" Tante! Kita berangkat! ""
"" Bastian! ""
"" Sakitttttt! Gak usah keras keras napa mukul nya! "" Pekik Bastian dari bawah karena di pukul oleh Rainer.
"" Mereka kayak anak kecil aja""
"" Mereka lucu"" Ucap Nisa dengan senyum nya yang di balik cadar.
"" Ya udah, kita makan sekarang yuk""
__ADS_1
"" Iyah Mah""