
"" Kamu itu sebenarnya siapa? "" Tanya Bu Karina semakin marah.
"" Anda tidak pantas mengenal saya! "" Jawab Rainer dengan tatapan mematikan nya.
"" Tadi, aku dengar keluarga ini punya hutang, berapa? "" Tanya Rainer lagi.
"" 1 juta! "" Jawab Bu Karina dengan cepat dan sombong.
"" 1 juta? Karena tidak bisa di lunasi kau ingin menjadikan Nisa sebagai pengganti pembayaran hutang? Bukan kah itu sama saja dengan menjual diri sendiri? Dan satu lagi, harga 1 juga masih belum cukup untuk membayar Nisa, bahkan 1 milyar, satu triliun pun tak cukup untuk membayar Nisa""
"" Ngomong kayak gitu kaya mau bayarin aja! "" Jawab Bu Karina dengan sinis.
"" Bayarin? Boleh, Bastian!! "" Panggil nya, tiba tiba sebuah mobil berwarna silver bermerek Pajero datang, dengan secepat kilat Bastian keluar dari mobil.
"" Kakakku tersayang! Aku datang! "" Pekik seorang pria dengan gemas. Namun Rainer dia hanya bergidik ngeri mendengar kata kata itu.
"" Bawa? "" Tanya Rainer pada Bastian.
"" Udah, ini uang nya, siapa yang minta? "" Tanya nya polos.
"" Itu, kasih semua buat lunasin hutang"" Seketika Nisa langsung kaget mendengar nya.
"" Apa? Tunggu! Lunasin?! Maksud nya kamu mau lunasin hutang keluarga saya?! "" Tanya Nisa kaget.
"" Iyah"" Jawab Rainer dengan santai.
"" Tunggu tidak perlu, anda tidak perlu membayar nya! "".
"" Emang berapa sampai mau bayarin? "" Tanya Bu karina.
"" Keluarin"" Titah Rainer pada Bastian.
"" Okeh! Baiklah Nyonya sombong! Lihat ini, apa segini cukup?! Apa masih perlu banyak lagi! "" Tanya Bastian sambil membuka kotak berisi uang yang banyak.
"" Astagfirullah! Banyak banget! "" Ucap Nisa sambil menutup mulut nya.
"" Teteh kenal mereka dari mana? "" Tanya Nia yang tak kalah kaget.
"" Teteh... Tau yang satunya lagi, tapi yang bawa kotak itu teteh gak tau""
"" Wah, ganteng ganteng pula "" Puji Nia pada Rainer dan Bastian.
__ADS_1
"" Cukup enggak nyonya? Mau tambah lagi? "" Tanya Bastian.
"" Ini... Ini asli? "" Tanya Bu Karina sangat kaget.
"" Ya iyalah Asli, masa bohongan, Toritainara( Bahasa Jepang nya " Kalau mau ambil" ) ""
"" Wih, bahasa asing teh""
(Mereka orang luar negeri? Kenapa mau capek capek datang ke desa kecil kayak gini?)
Batin Nisa
"" Oke, saya ambil ini tapi kalau bohong awas yah kalian"" Bu Karina pun mengambil kotak itu dan langsung pergi dari sana.
"" Cih! Mata duitan! "" Gumam Bastian.
"" Kalian... "" Nisa masih pematung kaget di sana.
"" Ouh, Maaf biar saya jelas kan"" Jawab Rainer.
"" Ah, maaf silahkan masuk"" Ucap Bunda Tari mempersilahkan kedua pria itu masuk.
"" Terimakasih""
"" Iyah silahkan"" Jawab Nia, yang langsung membuat Bastian kaget saat pertama kali melihat Nia.
"" Kau... ""
"" Iyah? ""
"" Kau sangat manis! Siapa nama mu?! ""
"" Apa?! ""
"" Bisa kau beritahu nama mu nona manis! ""
"" Hei kau ini apa apaan?! Eh?? Maaf maafkan dia""
"" Enggak, masalah""
"" Nona manis, siapa nama mu! "" Tanya Bastian.
__ADS_1
"" Bastian! Bastian! Sebaiknya kau kembali ke perusahaan saja! ""
"" Apa?! Tapi aku masih mau melihat Nona manis itu! ""
"" Bastian Michael Jordan! ""
"" Siap Pak! ""
"" Pergi ke kantor! Sekarang! ""
"" Siap pak! "" Dengan cepat Bastian melangkah masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.
"" Maaf, maaf kan dia"" Ucap Rainer pada Bunda Tari dan Abah.
"" Enggak masalah, dia sangat manis"" Jawab Bunda.
"" Iyah... ""
"" Mari silahkan masuk, maaf rumah kami hanya rumah kecil dan tak sebesar rumah anda""
"" Maaf Bunda, Bunda bisa panggil saya Rainer"" Jawab Rainer ramah.
"" Baiklah, Nak Rainer terimakasih banyak atas semua bantuan nya, makasih banget""
"" Gak masalah, lagi pula saya memang mau membalas sesuatu""
"" Apa itu? ""
"" Anisa"" Jawab nya sembari melihat ke arah Nisa.
"" Nisa? ""
"" Teteh? "" Ucap Bunda dan Nia bersama.
"" Dia sudah membantu saya waktu saya terluka, jadi bisa di bilang ini sebagai balasan saya karena dia sudah membantu saya""
"" Membantu apa? ""
"" Mungkin jika bukan karena dia, saya sudah tidak bernyawa lagi di sana""
"" Astagfirullah! ""
__ADS_1
Gambaran Rainer, gak tau menurut kalian cocok apa enggak😘🥰