
"" Bunda, Abah di mana Bun? "" Tanya Nisa
"" Abah, Abah lagi ada pengajian di kampung sebelah"" Jawab Nisa.
"" Ouh... ""
"" Emang ada apa? "" Tanya Lisa.
"" Enggak, cuman mau tau aja""
"" Assalamu'alaikum "" Terdengar suara ibu ibu paruh baya di luar, karena pintu tak di tutup ibu ibu itu langsung masuk ke dalam.
"" Assalamu'alaikum, Bu Tari"" Ucap Ibu ibu itu.
"" Waalaikumsalam, Bu Nina? Ada apa yah bu? "" Tanya Bunda Tari.
"" Saya mau ngundang ibu ke acara pernikahan Putri saya, ibu tau gak? Dia nikah nya sama orang kayak loh"" Jawab Bu Nina dengan bangga.
"" Terus? Kalau kaya emang kenapa? Kedua teteh Nia juga yang Nikah sama... Emm... "" Sebelum Nia menyelesaikan ucapan nya, Nisa dan Lisa langsung menutup mulut nya.
"" Ouh iyah, Nisa udah Nikah yah? Lupa, sama siapa? "" Tanya Bu Nina.
"" Sama Rainer"" Jawab Nisa.
"" Rainer? Nama yang gak biasa, tapi ya udahlah, nanti minggu semua keluarga ibu harus datang yah, nanti saya kenalin menantu saya yah, kalau gitu saya permisi"" Bu Nina pun pergi dari sana dengan perasaan bangga.
"" Cih! Dia gak tau apa kalau menantu menantu Bunda bukan orang biasa?! "" Tanya Nia kesal.
"" Udah gak apa apa, Nisa kamu mau datang sayang? "" Tanya Bunda pada Nisa.
__ADS_1
"" Iyah Bu""
"" Ajak juga Kak Rainer biar mereka tau seberapa hebat nya kak Rainer! "" Balas Nia.
"" Serah kamu, Bunda Nisa pamit dulu yah""
"" Ya udah, hati hati yah""
"" Iyah, assalamu'alaikum ""
"" Waalaikumsalam ""
Nisa pun dari sana, menuju mobil nya.
Mobil pun melaju, saat di perjalanan Nisa terus melamun memikirkan pembicaraan nya tadi dengan Bunda Tari.
"" Aku sangat menyayangi mu, dan sangat mencintai mu... ""
Tiba tiba Nisa tersentak saat mendengar suara Rainer di alam bawah sadar nya saat dia memejamkan mata.
"" Mas... ""
Anisa pun sampai di Mansion nya, Nisa langsung pergi ke kamar nya, dia menyimpan buku buku kitab nya di meja lalu berjalan ke arah jendela, pemandangan hijau yang menyegarkan.
Nisa melamun di sana, memikirkan sesuatu yang sulit untuk untuk dia pikirkan.
"" Mas... Aku masih gak tau aku cinta apa enggak sama kamu... "" Gumam nya menatap nanar langit sore yang indah
Setelah satu jam penuh dia menatap langit sore dan memikirkan sesuatu, dia pun berjalan ke arah kamar mandi membawa handuk lalu masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelah mandi cukup lama, Nisa pun keluar dari kamar mandi.
Ting... Sebuah notifikasi terdengar dari ponsel nya, dia pun melihat ponsel nya dan ternyata pesan dari Mama Ayu.
““ Sayang, Mama lupa gak kasih tau kamu, 4 hari lagi ulang tahun nya Rainer, Mama kasih tau kamu biar kamu bisa cari hadiah buat dia””
"" Mas Rainer... Ulang tahun? Harus nyiapin apa? Haduh! Kok baru di kasih tau sih! ""
"" Kasih tau apa? "" Tanya Rainer yang baru masuk ke dalam kamar, Nisa langsung kaget dan melihat ke arah Rainer.
"" Enggak... Enggak! Cuman baru di kasih tau kalau ada temen... Eh... Yang lagi ulang tahun! Itu aja! "" Jawab Nisa Gagap.
(Maaf Mas, Nisa bohong)
Batin Nisa.
"" Mas... Kok udah pulang? "" Tanya Nisa karena biasa nya Rainer pulang saat makan malam nanti.
"" Gak boleh apa pulang cepet? "" Tanya nya balik.
"" Nisa gak bilang gitu kok... "" Jawab Nisa dengan bibir mengkerut.
Nisa pun berjalan ke arah lemari nya, sedangkan Rainer dia berjalan ke arah kasur dan membuka jas juga kemeja nya.
Setelah Nisa selesai memakai baju Dress nya yang imut menurut Rainer, dan menyisir Rambut nya, Nisa langsung pergi keluar dari kamar, sedangkan Rainer dia masuk ke dalam kamar mandi.
Selama memasak, Anisa terus memikirkan hadiah apa yang harus dia berikan kepada Rainer.
"" Mas suka apa yah? "" Tanya nya masih sangat bingung harus memberikan apa pada sang suami.
__ADS_1