
Dia pun mulai paham dengan keinginan Sang suami, ternyata memang benar suami nya menginginkan nya malam ini, dengan nafas pasrah dia pun membuka pakaian yang biasa dia gunakan, cadar, jilbab dan baju nya di ganti dengan pakaian yang begitu menerawang, dia menggeraikan rambut panjang nya yang sampai atas lutut, dia pun kembali memakai mahkota nya, Anisa melihat diri nya sendiri di hadapan kaca.
"" Ini pertama kali nya... Aku memakai pakaian seperti ini... "" Ucap nya.
Dia pun berjalan ke arah pintu keluar kamar mandi, menghela nafas nya panjang, lalu membuka pintu nya secara perlahan, dengan mengumpulkan keberanian dia mengangkat kepala nya, ternyata suaminya itu juga sudah siap.
Rainer sudah memakai pakaian tidur kimono nya, mata Rainer terlihat membulat sempurna melihat Anisa yang hanya memakai pakaian yang begitu tipis.
Anisa menutup pintu kamar mandi, Rainer berjalan ke arah Anisa, dan Nisa hanya bisa diam tak bisa berbuat apa apa lagi.
"" Kamu... Terlihat sangat cantik memakai pakaian seperti ini... "" Bisik Rainer di telinga Nisa.
"" Aku... Gak nyaman... "" Jawab Nisa berusaha menutup tubuh nya yang sangat terbuka.
"" Kamu masih belum siap? Kamu masih belum percaya pada ku? "" Tanya Rainer.
"" Bukan Mas... Nisa gak nyaman pakai pakaian kayak gini... ""
"" Kenapa? Gak perlu malu memakai nya di hadapan suami mu sendiri, bahkan telanjang pun tak masalah kan? Kamu tau itu... "" Jawab Rainer semakin mendekat, sedangkan Nisa semakin mundur.
"" Percayalah pada ku Nisa, aku adalah laki laki yang tak mudah tidur dengan wanita mana pun, dan ini pertama kali nya aku merasakan hal seperti ini... Aku ingin menghabiskan sisa waktu ku bersama mu, karena aku tau.. Berada di samping mu adalah kebahagiaan terbesar ku... Istriku sayang, aku menginginkan mu seutuh nya, selama nya kau dan aku... Setiap hari selalu bersama"" Ucap Rainer yang membuat Anisa luluh.
Dia memberanikan diri mengangkat kepala nya di hadapan suami nya.
"" Kamu siap? "" Tanya Rainer. Anisa kembali menurunkan kepala nya, lalu mengangguk pelan.
Senyum pun terpancar pada bibir Rainer, dia pun membisikkan sebuah Doa di telinga sang istri
..."" Bismillah Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"" ...
__ADS_1
"" Artikan... "" Pinta nya pada Nisa
"" Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami."
Rainer mengangkat kepala istri nya, dia mulai mencium lembut bibir mungil sang istri, mengangkat tubuh nya dan menaruhnya di atas kasur, dengan mencumbu dan mencium tubuh istri nya dengan lembut dan penuh kasih sayang, Nisa telah menyerahkan semua hak dan kewajiban nya sebagai seorang istri dengan melayani suami nya dengan sepenuh hati.
"" Ini adalah... Nafkah batin pertama ku pada mu"" Bisik Rainer di tengah tengah penyatuan mereka.
Di malam itu, dua insan sedang terlena dalam kenikmatan dunia, bukan hanya sekedar memuaskan nafsu saja, tapi juga melakukan ibadah yang memang harus di lakukan sepasang suami istri untuk menyempurnakan ibadah mereka.
Dan benar apa yang di katakan oleh Rainer, Mansion ini menjadi saksi pertama mereka melakukan kewajiban sebagai pasangan suami istri.
Di akhir dari pergumulan mereka, Rainer mengakhiri semua nya dengan mencium kening sang istri.
"" Aku sangat sangat mencintai mu, bidadari surgaku! ""
Pagi hari pertama di Mansion.
Anisa sedang memasak di sana, kali ini pertama kali nya Nisa hanya menggunakan pakaian minim dan bukan lagi baju Abaya atau Syar'i lagi.
Dia menoleh ke arah belakang saat merasa ada yang memeluk nya.
"" Tumben pakai baju kayak gini? "" Tanya Rainer sembari mencium leher dan rambut Nisa.
"" Kenapa? Lagian juga kalau di tutupin di hadapan Mas juga Mas udah tau semua nya"" Jawab Nisa.
"" Bener sih""
"" Mas mau sarapan apa? "" Tanya Nisa
__ADS_1
"" Sarapan kamu aja... ""
"" Mas, bener loh aku tanya""
"" Aku juga jawab nya bener, sarapan kamu aja""
"" Mas... Gak lucu ahk! ""
"" Iyah iyah, mau nya roti bakar sih sebenernya""
"" Rati rasa apa? Ouh iyah Mas, kalau di pikir pikir lagi rumah ini semua nya sudah lengkap semua, ini Mansion udah lama ada nya? ""
"" Iyah, Mansion ini sudah hampir 3 tahun kalau gak salah""
"" Rumah lama yang kosong dan kembali di tempati manusia, mana besar lagi""
"" Tenang sayang, rumah ini selalu di jaga dan di bersihkan setiap hari, gak akan ada penghuni tak kasat mata kok""
"" Nisa tau Mas, Udah lepasin Nisa mau ambil roti nya""
"" Oke"" Rainer pun melepaskan Tubuh Nisa dan berjalan ke arah Meja makan.
"" Nisa, boleh aku jujur? "" Tanya Rainer.
"" Jujur apa Mas? Bilang aja? ""
"" Tapi kamu janji jangan marah""
"" Iyah, apa Mas? "" Tanya Nisa yang mulai penasaran
__ADS_1