
Bastian pun masuk ke dalam, melihat Abah, Rainer dan satu pria asing duduk di sebelah Rainer.
"" Assalamu'alaikum Bah"" Ucap Bastian mencium tangan Abah.
Bastian pun duduk di dekat Rainer.
"" Ngapain ke sini? "" Tanya Rainer
"" Gua ada berita buat lo""
"" Apaan? ""
"" Jangan di sini, kagak aman""
"" Dih""
"" Maaf, tapi dia siapa? "" Tanya Adnan.
"" Ouh, dia adikku nama nya Bastian""
"" Halo, nama ku Bastian"" Ucap Bastian ramah.
"" Adnan"" Jawab Adnan sedang senyuman.
"" Ouh... Ayo balik ""
"" Emang penting banget? ""
"" Banget banget ini mah! ""
"" Ya udah bentar, Bah.... Maaf Rainer harus pulang sekarang"" Ucap Rainer sambil berdiri.
"" Apa Mas? Pulang? "" Tanya Anisa yang baru datang dari arah dapur.
"" Iyah""
"" Jadi bener yang datang Bastian""
"" Iyah Mi""
"" Iyah, pulang sekarang""
"" Ya udah, Abah Bunda semuanya Nisa pulang dulu""
"" Ya udah, hati hati"" Anisa mencium tangan Abah dan Bunda secara bergantian, dia juga memeluk Alisa dan Sania.
"" Hati hati yah teh""
__ADS_1
"" Iyah""
Tiba tiba Sania melihat Bastian yang terus melihat nya, sebenarnya Sania tidak pernah memakai cadar seperti kedua kakak nya.
Sesekali Bastian tersenyum pada Sania, dan Nia juga membalas senyum Bastian namun dia langsung menutup wajah nya dan langsung masuk ke dalam kamar.
"" Lah? Kok kabur? "" Tanya Bastian
"" Siapa? "" Tanya Rainer
"" Enggak, cicak lewat barusan, buruan lo""
Mereka semua pun pergi dari sana, dan saat di mobil Rainer dan Bastian terlihat sedang mengobrol serius dengan Rainer lewat Headset karena mobil mereka berbeda.
"" Apa lo bilang?! Cari informasi?! "" Pekik Rainer di dalam mobil yang membuat Nisa terkejut.
"" Mas kenapa? "" Tanya Nisa.
"" Enggak sayang... Cuman... Kaget aja""
"" Iyah bener, untung gua dah privasiin semua info tentang Ummi, kalau enggak si rubah betina itu bisa bisa ganggu Nisa"" Jawab Bastian di dalam mobil nya.
"" Dia udah berani ternyata""
"" Kau harus berhati hati, rubah punya ribuan cara untuk bisa mendapat mangsa nya""
"" Apa Mas?! Mati?! ""
"" Kecoa mati sayang, tadi di kantor banyak kecoa jadi manggil petugas pembasmi hama buat bunuh kecoa nya "" Jawab Rainer spontan
"" Ouh... ""
(Untung... Percaya...)
Batin Rainer
"" Kecoa apaan? "" Tanya Bastian.
"" Berisik lo, jadi gimana? ""
"" Gua yakin dia pasti punya banyak cara, kalau cara pertama gak berhasil pasti cara keduanya udah siap"" .
"" Lo bener, harus hati hati"" Ucap nya melihat ke arah Nisa.
"" Tenang aja, gua punya ribuan cara buat ngatasin rubah betina kayak dia""
"" Oke, gua ngadelin lo""
__ADS_1
"" Gak gratis... ""
"" Iyah iyah, gua tambahin bonus buat lo, pus lo hah? ""
"" Asik, nah gitu dong! Oke! ""
"" Mata duitan"" Ucap Rainer sambil melepas Headset nya.
Dia melihat ke arah Anisa, Tenyata dia sudah tidur dengan lelap
"" Mudah sekali tidur dia"" Ucap Rainer sambil tersenyum.
Mereka pun berpisah di sebuah perempatan jalan.
Setelah sampai di Mansion, Rainer langsung memarkirkan mobil nya, lalu dia pun menggendong tubuh Anisa dan masuk ke dalam rumah.
Rainer pun menaruh tubuh Anisa perlahan di atas kasur, dia pun membuka cadar milik Anisa, dan tampak lah wajah imut sang istri yang mirip seperti anak kecil, Rainer tersenyum gemas melihat wajah Anisa.
"" Sayang... Bangun, Sholat Isya dulu yuk"" Bisik Rainer di telinga Anisa.
Anisa menggeliat lalu dia membuka mata nya perlahan.
"" Mas? ""
"" Sholat sayang, ini udah jam 9 malam"" Ucap Rainer
"" Apa?! "" Dengan cepat Anisa langsung bangun.
"" Astagfirullah, iyah Nisa belum sholat! "" Dengan Cepat Anisa bangun dari tempat tidur
"" Ganti baju dulu sayang""
"" Ah, ouh iyah masih pakai baju Abaya"" Dengan malu Nisa berjalan ke arah lemari baju nya dan mengambil baju tidur nya dan kembali .
"" Mau ganti baju di mana? "" Tanya Rainer.
"" Di dalem""
"" Kok di dalem? Di sini aja"" Ucap Rainer.
"" Enggak mau, malu"" Jawab Nisa polos.
"" Kok malu? Kan udah keliatan semua""
"" Gak mau"" Jawab Nisa menggeleng kepala nya.
"" Di sini atau Aku yang bukain baju nya? Ouh, udah mandi belum? "" Tanya Rainer berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah Nisa.
__ADS_1
Dan Nisa hanya menggeleng