
Brakkkk... Kirana melempar tas nya kuat pada meja nya.
"" Nyebelin banget Bastian! Mentang mentang dia kuat beraninya dia bilang gitu sama aku! "" Geram Kirana sangat kesal pada Bastian.
"" Kenapa dia begitu membeli istri dari Rainer, lagi pula siapa istri dari Rainer?! Sampai sampai Bastian begitu melindungi nya! "" Ucap Kirana sambil duduk di kursi tunggal Nya.
"" Siapa istri Rainer? Aku harus mencari tahu tentang dia"" Kirana mengambil ponsel nya menelpon seseorang.
““ Halo? ”” Ucap Seorang laki laki setelah Telpon terhubung.
"" Bisa kamu cari tau tentang seseorang? ""
““ Si... Siapa? ””
"" Istri dari Rainer, aku ingin semua informasi dari istri nya Rainer""
““ Dia sudah menikah? ””
"" Iyah, cepat cari tau""
““ Baik””
Telpon pun terputus.
"" Berani berebut pria dengan ku?! Kamu gak akan menang! "" Ucap Kirana bangga.
______
Di perusahaan Rainer.
Bastian sedang sibuk mengurus sesuatu.
"" Ingin mencari informasi tentang Ummi-ku? Kau tak akan mendapat apa apa! "" Ucap Bastian dengan senyum Devil nya
Dia kembali mengetik laptop nya dengan cepat.
"" Dia seperti nya tidak menganggap serius ucapan ku, maka rasakan lah ini... "" Ucap nya lagi mengeluarkan aura menyeramkan.
_______
Sedangkan di Mansion Rainer, Anisa sedang membereskan buku buku nya, sekarang dia akan pergi mengajar mengaji, setelah siap dia turun ke bawah, sekarang sudah ada supir khusus untuk Anisa karena dia masih mengajar.
"" Pak, mari berangkat"" Ucap Anisa pada sang supir, Pak Diman
"" Baik Non, silahkan"" Dia membuka pintu mobil bermerek Pajero itu untuk Nisa, sedangkan mobil pemberian Bastian hanya akan mereka pakai jika mereka pergi berdua aja.
Mereka pun pergi dari Mansion mewah itu, meninggalkan pekarangan rumah yang indah, selama perjalanan Nisa tak henti henti bersalawat, walaupun dengan suara kecil sangat bisa terdengar jelas oleh Pak Diman.
"" Wah, suara Non bagus banget"" Puji Pak Diman.
"" Makasih pak"" Jawab Nisa dengan senyum.
Setelah 1 jam perjalanan, mereka pun sampai di kampung Nisa, sudah banyak anak anak yang berkumpul di sebuah mesjid, Anisa turun dari mobil nya baru saja Anisa melangkah kan kaki nya anak anak itu sudah menyerbu Anisa dan mencium tangan Nisa.
"" Assalamu'alaikum anak anak Ummi, semua masih semangat ngaji ternyata"" Ucap Nisa.
__ADS_1
"" Waalaikumsalam, iyah dong Mi kan Ummi bilang kalau ngaji harus semangat biar makin pinter"" Jawab salah satu anak bernama Shima.
"" Iyah dong, ayo masuk masuk"" Semua anak menurut.
Pak Diman tersenyum penuh bangga pada Anisa, dia begitu menyayangi anak anak dan sangat baik, pasti kelak mereka akan mendapat seorang anak yang baik dan sholeh sholehah.
Sampai jam 3 sore pak Diman menunggu Anisa, sampai sampai Pak Diman tertidur di dalam mobil karena menunggu Nisa.
"" Astagfirullah, Pak bangun"" Ucap Nisa.
"" Eh, iyah maaf Non bapak ketiduran maaf""
"" Gak apa apa pak, ya udah kita pulang yuk""
"" Ani... "" Panggil seseorang pada Nisa, Nisa langsung menoleh pada orang yang memanggil nya.
Mata Nisa berubah nanar, dia menangis melihat orang yang memanggil nya.
"" Teteh... Teteh Alisa... "" Ucap Nisa berlari dan memeluk Alisa.
"" Ade, katanya udah Nikah... "" Tanya Alisa.
"" Iyah, Teh Ani udah Nikah sekarang"" Jawab Nisa.
"" Non... "" Panggil Pak Diman.
"" Maaf pak, kita mampir dulu ke rumah Bunda saya"" Ucap Nisa.
"" Baik Non""
"" Dek, itu mobil siapa? ""
"" Punya suami Ani, ayo kita pergi bareng""
"" Iyah"" Mereka pun masuk, Pak Diman langsung membukakan pintu mobil.
"" Dek, ini mobil mewah banget"" Ucap Alisa kagum dengan mobil itu.
"" Iyah teh... "" Hanya itu jawaban Nisa
Mereka pun sampai di rumah Bunda Tari dan Abah Syarif, Bunda Abah dan Nia langsung keluar karena tau jika ada mobil mewah maka tandanya Anisa datang, namun mereka terkejut yang keluar bukan lah Anisa saja, tapi juga Alisa
"" Teteh teteh, bareng pulang nya? "" Tanya Nia.
"" Iyah, ketemu teh Lisa di jalan"" Jawab Anisa.
"" Ayo masuk"" Ajak Bunda Tari.
"" Teh, teteh sama suami? "" Tanya Nisa.
"" Iyah Dek, suami teteh lagi istirahat""
"" Ouh""
Mereka pun masuk ke dalam, Anisa dan Alisa langsung memeluk Abah.
__ADS_1
"" Nia kebagian di mana? "" Tanya Nia manja.
"" Di bagian ketek kayak kamu masih kecil dulu"" Jawab Lisa.
"" Teteh! ""
"" Iyah udah sini sama Abah! "" Nia langsung memeluk Abah.
"" Lisa, kamu udah pulang"" Tanya seorang pria yang terlihat seperti orang Arab, namun wajah nya tampan.
Anisa langsung memalingkan wajah nya.
"" Iyah Mas, baru aja"" Jawab Lisa.
"" Maaf, Non itu... Tuan Rainer telpon mau ngomong sama Non"" Ucap Pak Diman dari luar.
"" Ah, mana telpon nya Pak""
"" Ini Non""
"" Halo? Assalamu'alaikum? ""
““ Waalaikumsalam, Udah berani telpon nya gak aktif? ””
"" Maaf Mas, Nisa matiin telpon nya karena takut ganggu pas lagi ngajar""
““ Kamu di mana? ””
"" Di rumah Bunda""
““ Ouh, ya udah nanti aku jemput kamu””
"" Iyah Mas""
““ Inget, HP nya nyalain””
"" Iyah iyah""
““ Assalamu'alaikum ””
"" Waalaikumsalam"" Anisa kembali menyerahkan ponsel milik pak Diman.
"" Ini Pak, bapak sekarang bisa pulang, nanti saya bakal di jemput sama Mas Rainer""
"" Iyah Non, kalau begitu saya permisi""
"" Iyah""
"" Wah, bawahan kah? "" Tanya Nia.
"" Bukan, gak ada bawahan"" Jawab Anisa.
"" Bunda, kayak nya Nisa makan malam di sini sama Bunda""
"" Serius?! Oke malam ini Teteh Ani sama Teteh Lisa yang masak! Iyah kan Bun, Bah?! "" Ucap Nia.
__ADS_1
"" Oke"" Jawab Anisa dan Alisa bersamaan.