
Anisa hanya tersenyum di balik cadar nya, Rainer yang mengerti akan hal itu tiba tiba berdeham.
"" Ehem! Bas, Lo sarapan di kantor aja""
"" Loh? Kenapa? ""
"" Dia gak nyaman, gak bebas buka cadar nya kalau masih ada lo di sini""
"" Hah? "" Bastian langsung mengalihkan pandangan nya pada Nisa.
"" Iyah, Bas kamu sarapan di kantor aja""
"" Hah, okelah"" Dia pun mengambil satu potong roti yang ada di piring nya.
"" Sedihnya hati ku karena tersisihkan"" Ucap nya dengan nada lebay sembari berjalan ke luar
"" Lebay"" Ucap Rainer
"" Okelah, papa juga udah selesai Makan nya"" Ucap Papa Gibran sambil berdiri.
"" Udah Pa? ""
"" Iyah, papa udah kenyang""
"" Oke kalau gitu, Aku juga udah selesai, giliran mama sama... ""
"" Sama calon istriku"" Sambung Bastian dari belakang.
"" Elu belum pergi? ""
"" Lupa bawa dokumen""
"" Udah keluar lo biar gua yang ambilin""
"" Oke"" Rainer bangkit dari duduk nya dan pergi naik ke atas tangga.
Dan tak butuh waktu lama dia pun kembali dengan cepat.
"" Hati hati yah kalian"" Teriak Mama Ayu pada Kedua pria itu.
"" Iyah! "" Jawab kedua pria itu serentak.
"" Ayo sarapan sayang""
Nisa pun mengangguk, dia pun membuka cadar nya dan memperlihatkan bibir kecil yang merah alami dan manis, wajah nya mirip seperti wajah bayi.
Bahkan Mama ayu pun tak mau mengedipkan mata nya saat melihat wajah Nisa.
__ADS_1
"" Mah, Nisa boleh minta izin gak? "" Tanya Nisa.
"" Iyah sayang? Apa? ""
"" Nisa nanti siang bakal ada acara mengaji, ngajar anak anak ngaji, nanti pulang sore, boleh gak Mah? ""
"" Gitu, di mana? ""
"" Di masjid Al-Istiqlal ""
"" Ouh, ya udah boleh tapi kalau ada apa apa jangan bilang sama Mama tapi sama calon suami kamu yah? ""
"" Iyah Mah, Nisa tau""
"" Oke, kita lanjut lagi makan nya"" .
Dua hari Nisa ada di rumah itu, acara pernikahan juga mulai dekat, sudah banyak orang yang datang untuk mendekor rumah itu menjadi sebuah panggung pernikahan.
Sedangkan Nisa tak bisa membantu mereka karena pesan dari Rainer sekaligus calon suami nya untuk tidak melakukan apapun selain duduk di kamar nya.
Satu bulan pun berlalu, resepsi pernikahan semakin dekat, bahkan semua kebutuhan untuk pernikahan pun sudah hampir 100 persen gaun pengantin pun sudah datang, berwarna putih namun tidak polos, walaupun Nisa sedikit kaget saat pertama kali melihat gaun nya.
_________
Acara pernikahan pun di mulai, sudah banyak tamu undangan yang datang ke sana.
Di ruangan rias, Anisa sudah siap, dia terlihat sangat cantik dengan gaun yang sudah di siap kan, tak lupa dengan cadar nya yang juga tak polos yang di balut dengan emas murni, dandanan nya sangat sederhana namun sangat cantik.
"" Tenang aja Nisa"" Ucap Bunda Tari.
Dan Nisa hanya menjawab keduanya dengan anggukan.
"" Oke, Kakak Ipar nya udah siap belum? Wihh cantik nyaaaa!! "" Teriak Bastian kagum saat melihat Nisa.
"" Iyah Nisa udah siap, kamu cepet keluar sana! ""
"" Oke tan""
Bastian pun turun dengan cepat dan langsung menghampiri Rainer.
"" Kak, Calon istri mu itu loh... Behhh cantik kayak bidadari, sumpah nanti pas liat dia jantung mu akan terpompa cepat""
"" Lo bisa gak jangan bikin gua makin deg degan?! ""
"" Cuman ngasih tau! ""
Tak lama langsung, tiba tiba kerumunan tamu undangan yang tadi nya tenang berubah jadi riuh.
__ADS_1
"" Kenapa ini? "" Tanya Rainer.
"" Kak, Liat... "" Ucap Bastian menunjuk ke arah Tangga.
Tiba tiba mata Rainer membeku saat melihat seorang gadis yang berbalut gaun putih indah dengan cadar turun dari tangga dengan anggun yang di temani oleh Mama Ayu dari kiri, Bunda Tari dari kanan dan Nia dari belakang.
"" Wahh, cantik banget!! ""
(Nisa... Kau cantik sekali...)
Batin Rainer tersenyum melihat calon istri nya
Nisa berjalan perlahan ke arah Rainer, lalu duduk di samping nya.
"" Oke, kalian siap? "" Mereka pun mengangguk.
"" Baiklah, Bapak Hidayatullah Syarif anda sudah siap? ""
"" InsyaAllah siap! ""
"" Baik, kita mulai... ""
Abah dan penghulu menjabat tangan, Penghulu pun mulai Ijab kobul nya, dan giliran Rainer yang mengucapkan.
Rainer menghela nafas nya panjang.
"" Saya terima Nikah dan Kawin nya Anisa Shifa Ummah Binti Bapak Hidayatullah Syarif dengan mas Kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 10 Milyar Di bayar... Tunai! ""
"" Para saksi? "" Semua nya hanya diam.
Tiba tiba terdengar suara sebuah kursi yang di jatuhkan dengan keras.
"" SAH! "" Teriak Bastian dari atas sebuah kursi.
Lalu di susul oleh Nia yang mengatakan.
"" SAH!! ""
Semua orang pun ikut mengatakan " Sah"
"" Alhamdulillah.. ""
Tiba tiba tangisan pecah dari Bunda Tari, kini dia sudah sah menjadi seorang istri, tiba tiba Nia memeluk Nisa dari samping.
"" Teteh! "" Pekik nya sambil menangis
"" Sayang, Cium tangan suami mu Nak"" Titah Bunda Tari.
__ADS_1
Nisa pun memposisikan duduk nya berhadapan dengan Rainer, dia pun mencium tangan Rainer yang di balas cium kening oleh Rainer.
"" Ingat, pernikahan sah secara hukum dan agama"" Ucap Papa Gibran