1000 Amin Untuk SuamiKu

1000 Amin Untuk SuamiKu
Episode 55


__ADS_3

Nisa bangun dari tempat tidur nya, melihat dirinya di cermin, leher nya memerah karena di gigit oleh Rainer.


(Kasar... Biasanya Mas Rainer suka lembut...)


Batin nya mengingat perlakuan Rainer barusan pada nya.


Nisa membuka lemari pakaian nya, mencari pakaian koko suaminya, lalu menyimpan nya di tempat tidur, Nisa juga mengambil dua sajadah.


Tak lama, Rainer keluar dari kamar mandi, tak memakai baju atasan nya, Rambut nya benar benar basah seperti sudah keramas, namun Nisa hanya diam melihat itu, menggelar sajadah nya.


Dia pun memakai mukena nya, setelah selesai memakai mukena, Tiba tiba Rainer mencium kening Nisa sekilas, dia pun ikut memakai pakaian Koko nya.


Sholat Magrib pun di mulai, seperti biasa Rainer akan menjadi imam.


Setelah Sholat selesai, mereka berdoa.


"" Mas... "" Panggil Nisa, dengan sepat Rainer menoleh ke arah Nisa.


"" Apa? "" Tanya Rainer lembut.


"" Nanti malam... Kamu Sholat taubat yah? "" Tanya Nisa.


Wajah Rainer berubah sendu.


(Taubat... Mengakui kesalahan kita dan berjanji tak akan mengulanginya lagi...)


Batin Rainer.


"" Kamu pilih aja Mas, kamu pilih Taubat... Dan Nisa bakal tetep mau sama kamu, atau... Kamu akan tetep jadi Mafia... Tapi... Kita cerai"" Sambung Nisa.


DEG! Wajah Rainer berdenyut mendengar ucapan Nisa.

__ADS_1


(CERAI?! Tidak! Aku tidak mau cerai!)


Batin Rainer mengepalkan tangan nya kuat.


"" Pilihan ada di tangan kamu Mas... "" Nisa beranjak dari duduk nya, Namun Rainer langsung menarik tangan Nisa dan mencium nya.


"" Emmm...! ""


(Mas...!)


"" Baik... Aku akan Sholat Taubat, dan akan meninggalkan posisiku sebagai ketua, tapi Mas gak mau cerai sama kamu"" Jawab Rainer memeluk erat pinggang Nisa dan menyandarkan kepala nya di dada Nisa.


Nisa mengangkat tangan nya, mengusap lembut kepala Rainer.


"" Kamu yakin Mas? "" Tanya Nisa. Rainer mengangguk.


"" Aku akan melakukan nya, asalkan... Kau tak meninggalkan ku Nisa... "" Jawab Rainer.


Mereka seperti itu sampai suara Azan isya pun di kumandangkan, Nisa bergerak tapi Rainer diam.


Mata nya tertutup, dan terlihat nyaman dalam posisinya.


"" Mas, Bangun... Kita sholat Isya dulu yuk, kamu Wudhu dulu"" Ucap Nisa.


Rainer bangun dari tidur nya, lalu bangun dari duduk nya berjalan ke arah kamar mandi, Nisa hanya diam melihat punggung suaminya.


Tak lama Rainer keluar dari kamar mandi, kembali memakai peci nya.


Nisa bangun dari duduk nya, namun dia hampir terjatuh karena kaki nya kesemutan, dengan cepat Rainer menangkap tubuh Nisa.


"" Kenapa? "" Tanya Nya.

__ADS_1


"" Kaki Nisa... Kesemutan"" Jawab Nisa.


"" Hati hati... "" Ucap Rainer lembut.


Mereka pun kembali Sholat.


_____


Nisa duduk diam di sisi kasur nya menatap kosong ke arah langit malam yang indah.


Rainer hanya berdiri di belakang Nisa, melihat punggung kecil istrinya yang sudah lebih dari 1 jam tak bergerak, begitu juga dengan dia yang dari tadi berdiri mengamati Nisa.


"" Kamu... Udah jadi Mafia berapa taun Mas? "" Tanya Nisa tiba tiba.


""... 13 tahun"" Jawab Rainer.


"" Siapa aja orang yang udah kamu bunuh Mas? Kamu pernah judi? Maaf kalau Nisa lancang, Kamu pernah lecehin perempuan? Pernah pakai narkoba? ""


Rainer kaget mendengar pertanyaan Nisa, dia tak menyangka Nisa sudah berfikir yang macam macam pada nya.


"" Apa sebegitu buruk seorang Mafia di mata kamu Sa? "" Tanya Balik Rainer.


"" Sangat Mas... Sangat! Kalau aku belum Cinta sama kamu, Nisa bakal langsung cerain kamu Mas, tapi Nisa udah terlanjur nyaman dan cinta sama kamu... Kalau aku gak cinta sama kamu, aku gak akan kasih kesempatan kamu buat Taubat Mas... Saat denger kamu Mafia, Nisa gak percaya, tapi... Ternyata kamu langsung mengaku tanpa berdalih... Perasaan Nisa sakit Mas... Tapi Nisa seneng, kamu gak bohong sama Nisa... ""


Rainer kembali diam terpaku di tempat nya.


"" Walaupun Mas Mafia, Mas gak pernah mainin perempuan, Mas... Suka bunuh mereka kalau ada yang macam macam sama Mas, Mas gak pernah Judi, Gak pernah sekalipun, apa lagi Pakai Narkoba, Walaupun Mas pembunuh, tapi Mas tak serendah itu sampai sampai mau mempermainkan seorang wanita"" Jawab Rainer.


Nisa terpaku mendengar jawaban Rainer, yang membuat Nisa Takut adalah kata pembunuh itu.


Punggung Nisa terlihat bergetar, dan dia kembali menangis.

__ADS_1


"" Waktu Mas sentuh Nisa... Mas masih perjaka? ""


"" Mas masih perjaka Nisa, Kamu perempuan satu satunya yang pernah Mas sentuh, gak ada yang lain, kamu yang pertama dan cuman kamu yang akan Mas sentuh, gak ada yang lain""


__ADS_2