
"Kalian belum juga nentuin tanggal pertunangan kalian?" tanya Ratri, ibunda Fay sembari mengolesi selembar roti tawar dengan selai kacang kesukaan putri sulungnya.
Sudah satu bulan sejak Kendra melamar putrinya, Kendra dan Fay belum juga mengatakan tanggal pertunangan mereka, hal itu membuat Ratri sedikit cemas dengan hubungan keduanya. "Kamu sama Kendra sedang tidak ada masalah kan?"
Fay menggeleng. "Enggak ada kok, Bu. Kami baik-baik saja." Ia meneguk segelas susu, kemudian "Tadi malam kami mencocokan kembali jadwal libur kami, dan baru ketemu di bulan Juli," jawabnya. "Jadi kemungkinan acara lamarannya di bulan Juli nanti." ia mulai menyantap roti buatan ibundanya.
Adikara yang sedari tadi menyimak obrolan istri dan anak sulungnya, sembari memeriksa dokumen pekerjaannya pun turut memberikan komentarnya. "Kalian ini sibuk sekali, apa tidak sebaiknya langsung menikah saja?"
"Mama Ajeng, pingin buat acara lamaran yang resmi, Yah," jawab Fay.
"Tapi apa tidak terlalu lama? Belum nanti menentukan tanggal pernikahan kalian?" tanyanya kembali.
"Tidak apa-apa kok, Yah. Kami menikmati prosesnya, lagi pula ini acara seumur hidup sekali jadi harus benar-benar matang acaranya," jawab Fay, ia meraih tas dan buku-bukunya di atas meja, kemudian ia berpamitan kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
Fay dan Kendra sangat menikmati semua persiapan acara pertunangan, hampir dua minggu sekali Kendra pulang ke Jogja untuk membantu Fay menyiapkan acara pertunangan mereka. Mereka sendiri yang memilih desain undangan, tempat hingga EO untuk hari special mereka.
Hari yang di nanti pun tiba, Kendra dan keluarga besarnya datang ke kediaman Fay untuk melamar Fay secara resmi. Kedua orangtua Fay menyambut Kendra dan keluarganya dengan hangat, dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Kendra tak dapat menahan rasa haru bahagianya ketika melihat calon istrinya dalam balutan kebaya yang cantik, berjalan mendekat ke arahnya dengan di antar oleh bude Jum, lalu kemudian Fay dengan anggunnya duduk di antara kedua orangtuanya.
''Makin hari, Fay makin cantik ya?'' bisik Ajeng. "Jaga dia baik-baik, Ken!"
"Pasti mah, aku sayang banget sama Fay," jawabnya.
Setelah Fay duduk bersama orangtuanya, barulah MC membuka acara lamaran dengan mengucapkan selamat datang dan berterima kasih atas kehadiran semua pihak yang sudah hadir dalam acara tersebut
Tanpa terasa Kendra menitikan air matanya, ia teramat bersyukur di pertemukan oleh wanita sebaik Fay yang dengan sabar terus mendampinginya selama empat tahun perjalanan cinta mereka. 'Fay kamu adalah hal terindah yang pernah ada dalam hidupku'
Suasana haru berubah menjadi suasana yang menegangkan ketika MC mempersilahkan Kendra untuk melamar Fay di depan kedua orangtuannya secara langsung.
__ADS_1
Kendra berdiri menghadap kedua orangtua Fay. " Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Para pinisepuh, kasepuhan, lan para hadirin sekalian ingkang kulo hormati. Kula lan sak keluargo tindak lan rawuh dateng mriki minangka niatipun nyuwun putri panjenengan dados istri kulo," ucapnya dengan mantap.
Kendra tersenyum dan menghela napas leganya ketika lamarannya di terima oleh Fay dan keluarganya, selanjutnya acara pemberikan tali kasih dalam bentuk seserahan dan cincin. Keluarga besar Kendra memberikan seserahan sebagai simbol bahwa Kendra mampu menyokong hidup Fay ketika menikah nanti, isi dari seserahan tersebut beraneka ragam mulai dari kebutuhan pribadi Fay hingga makanan, semuanya Ajeng yang menyiapkan khusus untuk calon menantunnya.
Setelah menyerahkan seserahan, acara dilanjutkan dengan proses tukar cincin.
Dengan senyum bahagianya Ajeng memasangkan cincin serta kalung ke jari dan leher Fay. "Selamat ya sayang," Ajeng mencium dan memeluk Fay dengan hangat. "Sebentara lagi kamu akan menjadi anak mama."
"Terima kasih, mah." Fay sangat senang dan bersyukur mendapatkan calon ibu mertua sebaik Ajeng.
Kemudian dilanjutkan dari Ratri yang memasangkan cincin ke jari manis Kendra. "Selamat ya, Ken. Semoga lancar sampai hari pernikahan kalian nanti."
Kendra meraih tangan Ratri, kemudian menciumnya, "Aamiin, terima kasih, mah."
Selesai acara penukaran cincin, di lanjutkan dengan acara makan-makan sekaligus perkenalan antar keluarga untuk mengakrabkan dua keluarga besar.
__ADS_1
Kendra meraih tangan Fay, ia mengandengnya menuju foto booth. "Kita foto berdua dulu yuk," ajaknya.
Fay mengangguk, ia menurut mengikuti Kendra menuju foto booth yang berada di halaman kediamannya. Mereka bukan hanya berfoto menggunakan karena sang fotografer, namun juga dengan handphone mereka masing-masing dan langsung mereka upload di sosial media dengan caption, one step closer.